BBCA Naik Lebih dari 2% ke 8.250, Semakin Dekat dengan Pembayaran Dividen Interim


  • BBCA menuju ditutup positif untuk dua hari berturut-turut.
  • Perseroan akan membagikan dividen interim Rp55 per lembar saham.
  • RSI 14-hari mengindkasikan momentumnya bearish-ke-netral.

BBCA diperdagangkan di 8.200 yang naik 2,18% pada saat berita ini ditulis. Saham PT Bank Central Asia dibuka di 8.025 dan merayap naik sepanjang hari ke tertinggi hari 8.250. Jika keadaan ini dipertahankan, BBCA menuju ditutup naik untuk dua hari berturut-turut.

Perseroan direncanakan akan membayar dividen interim pada tanggal 22 Desember 2025. Total nilai dividennya adalah sebesar Rp6,77 triliun atau Rp55 per lembar saham. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosasi adalah pada 2 Desember 2025 yang lalu.

Pembagian dividen ini didasarkan pada laporan keuangan per 30 September 2025. Dalam laporan keuangan tersebut, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp45,15 triliun selama periode Januari 2025 – September 2025 yang lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu Rp41,45 triliun.

Jumlah aset perseroan pada 30 September 2025 bertambah menjadi Rp1.538,50 triliun dari Rp1.449,30 triliun pada akhir tahun 2024. Jumlah ekuitas juga bertambah dari Rp262,83 triliun pada 31 Desember 2024 menjadi Rp276,63 triliun pada akhir September 2025.

Peristiwa penting lainnya untuk sektor perbankan adalah Bank Indonesia memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate di 4,75%, Suku Bunga Deposit Facility di 3,75%, dan Suku Bunga Lending Facility di 5,50% pada Rabu kemarin. Bank sentral mengklaim bahwa keputusan ini konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan ingin melihat efektivitas pelonggaran moneter yang telah dilakukan sebelumnya.

BI telah mempertahankan suku bunga untuk empat pertemuan berturut-turut sejak September 2025. Pada dasarnya bank sentral Indonesia berada dalam siklus penurunan suku bunga yang dimulai pada tahun lalu. Namun, belum ada indikasi apakah keputusan ini hanya jeda atau awal dari berakhirnya siklus.

BBCA sendiri menunjukkan penurunan setelah keputusan suku bunga untuk kemudian menutup hari di 8.025 kemarin, hampir memangkas seluruh kenaikan yang dibuat di hari itu.

Grafik Harian BBCA

BBCA
Grafik harian BBCA, 18 Desember 2025

Meskipun BBCA menuju ditutup hijau untuk dua hari berturut-turut, tren jangka panjang saham ini adalah bearish karena bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Saham ini turun 14,99% pada tahun berjalan setelah meraih tertinggi sepanjang masa di 10.950 pada tahun lalu.

Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 48,85 secara teknis momentumnya bearish karena berada di bawah level netral 50. Namun, perlu dilihat apakah indikator ini akan naik untuk melintasi level 50 atau tidak untuk melihat momentum yang lebih jelas.

Dalam kasus momentum bullish terbangun, penghalang sisi atas BBCA menanti di 8.453 (SMA 200-hari). Penembusan tegas average tersebut akan mengubah tren menjadi bullish dengan rintangan selanjutnya menanti di 8.750 (tertinggi 30 Oktober 2025), 9.000 (level angka bulat), dan 9.925 (tertinggi 2025 yang diraih pada 3 Januari).

Namun jika SMA 200-hari tetap menjadi penghalang sisi atas yang kuat, kemunduran BBCA akan menemukan support teknis di 7.850 (terendah 12 Desember 2025), 7.475 (terendah 9 September 2025), dan 7.225 (terendah 2025 yang ditorehkan pada 15 Oktober).

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Rab Des 17, 2025 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Aktual: 4.75%

Konsensus: 4.75%

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Dolar Australia Stabil Setelah Data CPI Tiongkok

Dolar Australia Stabil Setelah Data CPI Tiongkok

AUD/USD menguat setelah bergerak datar pada hari sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 0,6930 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan mata uang ini mempertahankan posisinya saat Dolar Australia (AUD) bergerak sedikit menyusul rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) dari mitra dagang dekat Selandia Baru, Tiongkok.
USD/IDR: Rupiah Tertekan di Atas 18.000, Ritel RI Kontraksi, Minyak Menguat

USD/IDR: Rupiah Tertekan di Atas 18.000, Ritel RI Kontraksi, Minyak Menguat

Nilai tukar Rupiah melemah hingga bergerak di atas level 18.000 terhadap Dolar AS pada pertengahan sesi domestik Kamis, menyusul kontraksi Penjualan Ritel Indonesia yang semakin dalam. Tekanan juga muncul setelah risalah rapat FOMC Juni kembali menunjukkan nada hawkish, sementara harga minyak naik akibat ketegangan AS-Iran.
Emas Mengalami Tekanan Lebih Lanjut saat Ketegangan Iran Hidupkan Kembali Kekhawatiran terhadap Inflasi

Emas Mengalami Tekanan Lebih Lanjut saat Ketegangan Iran Hidupkan Kembali Kekhawatiran terhadap Inflasi

Harga Emas (XAU/USD) menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada hari Kamis, diperdagangkan turun 0,5% di sekitar $4.056 selama perdagangan sesi Asia. Logam mulia ini berada di bawah tekanan karena ketegangan di Timur Tengah telah membangkitkan kembali kekhawatiran inflasi global tinggi, sebuah skenario yang membuat bank-bank sentral utama enggan melonggarkan kondisi moneter.
Hyperliquid: Kebisingan jangka pendek pada harga HYPE menyembunyikan potensi penembusan ke $100

Hyperliquid: Kebisingan jangka pendek pada harga HYPE menyembunyikan potensi penembusan ke $100

Hyperliquid terus turun untuk hari keempat berturut-turut minggu ini seiring permintaan ritel yang mereda di tengah sentimen risk-off pasar yang lebih luas. Lonjakan Open Interest HIP-3 mencerminkan permintaan yang stabil untuk Real World Assets yang ditokenisasi, di tengah arus masuk institusional yang mendukung tren naik yang lebih luas.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 7 Juli

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di dekat wilayah 101,00 pada hari Rabu saat para investor mencerna Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dari pertemuan 16-17 Juni, yang pertama di bawah Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA