- Saham BBCA menguat 1,59% ke 6.375 pada akhir sesi I Kamis dan bergerak mendekati level tertinggi intraday di 6.400.
- Sentimen positif laporan Semester I yang dirilis 28 Juli masih menopang BBCA setelah kredit tumbuh 8% dan menembus Rp1.000 triliun.
- Secara teknis, BBCA sedang menguji resistance 6.350–6.400 setelah bergerak di atas MA 50 dan MA 100 hari.
Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menguat 1,59% atau 100 poin ke 6.375 pada akhir sesi I perdagangan Kamis, bersamaan dengan kenaikan saham-saham perbankan. Sentimen positif dari laporan kinerja Semester I 2026 yang dirilis pada 28 Juli masih menjadi salah satu penopang saham tersebut. Indeks PRIMBANK10 naik 1,78% ke 152, sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,93% ke 6.147 pada jeda perdagangan.
BBCA Bergerak Mendekati Puncak Sesi
BBCA sempat mencetak gap naik setelah dibuka di 6.325, di atas penutupan Rabu di 6.275. Namun, gap tersebut kemudian tertutup ketika saham berbalik turun hingga 6.250, sebelum tekanan beli membawanya naik dan menyentuh level tertinggi sesi di 6.400.
Pada akhir sesi I, BBCA berada hanya 25 poin di bawah puncak sesi dan melampaui harga rata-rata transaksi di 6.348. Sebanyak 726.100 lot saham berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp460,9 miliar.
Sentimen Kinerja Semester I Masih Menopang
Laporan kinerja yang dirilis pada 28 Juli menunjukkan BCA membukukan laba bersih Rp29,5 triliun pada Semester I 2026, naik 1,8% secara tahunan. Pertumbuhan laba lebih lambat dibandingkan ekspansi kredit yang mencapai 8% menjadi Rp1.035,6 triliun, sekaligus untuk pertama kalinya menembus Rp1.000 triliun.
Kredit korporasi menjadi pendorong utama dengan kenaikan 13,6% menjadi Rp513,4 triliun. Kredit komersial tumbuh 7,2% menjadi Rp153,9 triliun dan kredit UKM meningkat 6% menjadi Rp134,6 triliun. Sebaliknya, kredit konsumer turun 2,4%, terutama karena penurunan kredit kendaraan bermotor.
Pertumbuhan laba tertahan oleh pendapatan bunga bersih yang turun 0,6% menjadi Rp42,4 triliun dan penyempitan margin bunga bersih atau NIM menjadi 5,3% dari 5,8% pada periode yang sama tahun lalu. Tekanan tersebut sebagian diimbangi pendapatan nonbunga yang tumbuh 11% menjadi Rp13,2 triliun. Kualitas aset tetap terjaga, dengan rasio kredit bermasalah atau NPL turun menjadi 1,9% dari 2,2% dan loan at risk membaik menjadi 4,9% dari 5,7%.
BBCA Menguji Resistance 6.350–6.400
Secara teknis, BBCA mempertahankan bias pemulihan setelah bergerak di atas MA 50 dan MA 100 hari yang masing-masing berada di sekitar 6.013 dan 6.292. Harga kini sedang menguji area resistance 6.350–6.400. Penembusan dan kemampuan bertahan di atas 6.400, yang menjadi puncak 22 Juni, dapat membuka peluang menuju level tertinggi 21 Juli di 6.550, kemudian area 6.800 yang membatasi kenaikan pada pertengahan April.
Di sisi bawah, support terdekat berada di area 6.300–6.292, yang berdekatan dengan MA 100 hari dan puncak 29 Juli. Support berikutnya terlihat di 6.075, level terendah 15 Juli, kemudian MA 50 hari di sekitar 6.013. Relative Strength Index (RSI) di 56,34 menunjukkan momentum positif, tetapi belum memasuki wilayah jenuh beli.

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Lanjutkan Penurunan dari $4.100 saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed, Risiko Iran Topang USD
Rupiah Indonesia Bertahan saat Bank Indonesia Meningkatkan Upaya untuk Menstabilkan Pasar
Emas Menilai Ulang Kredibilitas Kebijakan Saat Pasar Memvalidasi Pesan The Fed
Sinyal Beragam Membuat XRP dan XLM di Persimpangan Jalan
Ripple dan Stellar diperdagangkan pada level teknis penting pada hari Kamis. XRP telah stabil di atas support psikologis $1,00, sementara XLM menguji support di $0,173. Para pedagang harus berhati-hati karena metrik derivatif yang beragam membuat prospek kedua altcoin ini tidak pasti. Data derivatif menunjukkan sentimen yang beragam di antara para pedagang. Rasio long-to-short CoinGlass untuk XRP tercatat 1,02 pada hari Kamis.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 30 Juli
Dolar AS stabil di pagi hari sesi Eropa pada hari Kamis setelah aksi volatil yang terlihat di sesi Amerika pada hari Rabu. Data awal IHK Juli dari Jerman, angka pertumbuhan PDB kuartal kedua dari Jerman, Zona Euro, dan AS akan diawasi dengan cermat oleh para investor di hari ini.