BBCA Jatuh ke Terendah Baru 2026 di 7.800, Lanjutkan Penurunan Hari Kemarin Jelang Keputusan Suku Bunga BI


  • BBCA turun untuk meraih terendah baru 2026.
  • BI akan membuat keputusan suku bunga pertama tahun ini setelah memangkas suku bunga lima kali tahun lalu.
  • Indikator RSI 14-hari merosot lebih jauh dari level netral.

BBCA diperdagangkan di 7.850 yang lebih rendah 1,88% dari penutupan hari kemarin. Saham PT Bank Central Asia Tbk. dibuka dengan gap bawah di 7.925 dan sesaat meraih tertinggi hari 7.950 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun demikian, kenaikan tersebut hanya temporer karena BBCA berbalik arah ke terendah hari 7.800 menuju penutupan sesi pertama, level tersebut juga merupakan terendah baru 2026.

Penurunan BBCA terjadi menjelang keputusan suku bunga bank sentral Indonesia pada hari ini yang dimulai dengan konfrensi pers pasca Rapat Dewan Gubernur (RDG) pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Selama tahun 2025, Bank Indonesia (BI) telah menurunkan suku bunga sebanyak lima kali, penuruan terakhir pada tahun itu adalah pada September 2025 sehingga membuat BI-Rate menjadi 4,75%, Suku Bunga Deposit Facility 3,75%, dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 5,50%.

Dalam konfrensi pers pasca keputusan bulan lalu, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, "Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Kementerian Keuangan guna mendukung efektivitas ekspansi likuiditas yang BI alirkan ke perbankan, shingga dapat tersalurkan ke sektor riil sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, sesuai peran dan tugas masing-masing otoritas."

Meskipun BI terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI-Rate lebih lanjut, pasar memprakirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini. Namun, para investor akan memerhatikan konfrensi pers Dewan Gubernur untuk mencari petunjuk arah kebijakan ke depan dan strategi yang akan dilakukan dalam menghadapi potensi perang perdagangan antara AS-UE atas Greenland yang mengemuka baru-baru ini.

Secara teknis BBCA berada dalam tren menurun dalam jangka lebih panjang karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari. SMA ini telah menjadi resistance dinamis yang sulit ditembus sejak akhir Oktober tahun lalu.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 39,27 lebih jauh turun dari level netral 50, mengindikasikan momentumnya bearish dan masih ada ruang untuk turun sebelum mencapai zona jenuh jual.

Dalam kasus BBCA turun lebih lanjut, saham ini bisa menghadapi support teknis di 7.475 (terendah 9 September 2025), 7.225 (terendah 2025 yang ditorehkan pada 15 Oktober), dan 7.000 (level angka bulat serta terendah 4, 13, dan 15 Juli 2025). Sementara jika BBCA menemukan penawaran beli saat turun, kenaikan saham ini bisa menemukan penghalang di 8.175 (tertinggi 2026 yang dicapai pada 6 Januari), 8.573 (SMA 200-hari), dan 8.750 (tertinggi 30 Oktober 2025).

Grafik Harian BBCA

BBCA
Grafik harian BBCA, 21 Januari 2026

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jan 21, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 4.75%

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas: Sikap Bullish Tetap Tidak Berubah Dekat $4.900

Emas: Sikap Bullish Tetap Tidak Berubah Dekat $4.900

Emas melanjutkan rally mengesankannya ke level tertinggi baru sepanjang masa mendekati $4.900 per troy ons lebih awal pada hari Rabu. Selera risiko tetap rapuh, dengan para investor tetap berhati-hati di tengah pidato Presiden Trump di Davos, sementara ketegangan antara UE-AS terus memanas terkait isu Greenland.

EUR/USD bertemu resistance di dekat 1,1750, fokus tetap pada Trump

EUR/USD bertemu resistance di dekat 1,1750, fokus tetap pada Trump

EUR/USD kini mengoreksi sebagian dari kenaikan sebelumnya, mundur menuju zona 1,1730 di tengah upaya pemulihan ringan Dolar AS. Memang, Greenback mencoba untuk rebound saat para investor terus mengamati dengan seksama pidato Presiden Trump di WEF di Davos.

GBP/USD Berusaha Keras untuk Menemukan Arah Dekat 1,3440

GBP/USD Berusaha Keras untuk Menemukan Arah Dekat 1,3440

GBP/USD mendapatkan kembali keseimbangan dan naik menuju zona 1,3440 pada hari Rabu setelah menyentuh level terendah di dekat support 1,3400. Kenaikan marginal Cable terjadi di tengah kinerja Greenback yang lesu akibat komentar Trump di WEF.

Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Stabil Meskipun Permintaan Institusi dan Ritel Melemah

Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Stabil Meskipun Permintaan Institusi dan Ritel Melemah

Bitcoin bertahan di bawah $90.000 pada hari Rabu, terbebani oleh melemahnya permintaan institusional dan ritel. Ethereum mempertahankan support di $2.900 di tengah dilanjutkannya penarikan ETF spot. XRP bertahan di atas $1,90 saat ETF spot yang terdaftar di AS mencatat aliran keluar kedua sejak peluncuran.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 21 Januari:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 21 Januari:

Pasar keuangan mengadopsi sikap hati-hati di tengah minggu saat para investor menunggu pidato Presiden AS Donald Trump di Forum Ekonomi Dunia di Davos, di mana ia diprakirakan akan mengomentari hubungan perdagangan Uni Eropa-AS dan isu-isu terkait Greenland. Agenda ekonomi AS akan menampilkan data Penjualan Rumah Tertunda untuk bulan Desember.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA