- Batu bara Newcastle rebound setelah dibuka dengan gap bawah.
- Cuara cerah sepanjang hari di pelabuhan Newcastle.
- RKAB masih menjadi sumber ketidakpastian di batu bara domestik.
Harga batu bara ICE Newcastle front month ditutup di 118,80 setelah dibuka dengan gap bawah di 117,50 pada hari kemarin. Rebound hari kemarin tidak cukup untuk menutup gap atas. Gap tersebut tampak seperti kelanjutan koreksi dari tertinggi baru 2026 yang diraih pada Jumat lalu di 124.
Terlepas dari koreksi dan gap bawah, tren batu bara ICE Newcastle tetap bullish karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari dan Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 57,89 mengindikasikan momentumnya bullish karena berada di atas level netral 50. Namun, indikator momentum ini turun tajam dari zona jenuh beli, sehingga perlu menunggu apakah penyusutan momentum bullish berlanjut lebih jauh.
Cuaca di pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah 27°C dan sepanjang hari ini berawan namun dengan peluang hujan di siang hari 10%. Dengan demikian cuaca sepanjang hari ini tidak menjadi faktor yang bisa mempengaruhi harga karena tidak mengganggu aktivitas pemuatan batu bara.
Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Februari 2026 menurut Kepmen ESDM No. 97.K/MB.01/MEM.B/2026 yaitu harga batu bara (6.322 GAR) $102,87/ton, batu bara I (5.300 GAR) di $71,74, batu bara II (4.100 GAR) di $47,34, dan batu bara III (3.400 GAR) $33,85. Pasar melakukan hitung mundur menuju penentuan harga acuan baru pada minggu depan mengingat batu bara Newcastle sempat meraih tertinggi baru 2026 pada pekan lalu.
Batu bara dalam negeri masih diliputi isu seputar revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Sebelumnya di Januari 2026, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menilai upaya revisi ini untuk menyelaraskan pasokan dan permintaan serta menjamin ketersediaan untuk generasi-generasi mendatang.
Menteri Bahlil mengatakan, "Batu bara yang diperdagangkan di global itu kurag lebih sekitar 1,3 miliar ton. Dari 1,3 miliar ton, Indonesia mensuplai 514 juta ton atau sekitar kurang lebih sekitar 43%. Akibatnya apa? supply dan demand tidak terjaga yang pada akhirnya membuat harga batubara turun," seperti diinformasikan dalam situs Kementerian ESDM.
Realisasi produksi batu bara nasional di tahun 2025 mencapai 790 juta ton dan akan dipangkas menjadi kurang lebih menjadi 600 juta ton. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) pada saat ini masih menghitung detail kuota produksi untuk perusahaan-perusahaan tambang di Indonesia.
Grafik Harian Batu Bara Newcastle

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tetap Kuat karena Risiko Geopolitik Dukung Permintaan Safe-Haven di Tengah USD yang Lebih Lemah
Harga Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan moderat dalam perdagangan harian di bawah level $5.200 sepanjang sesi Asia pada hari Rabu dan tetap dekat dengan puncak bulanan yang dicapai pada hari sebelumnya.
Perak Naik ke Dekat $91,00 karena Pemulihan Bullish
Harga Perak (XAG/USD) telah memulihkan pelemahan terbarunya yang tercatat di sesi sebelumnya dan diperdagangkan di sekitar $90,50 per ons troy selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu.
Prakiraan EUR/USD: Euro Kekurangan Arah setelah Aksi Volatilitas
Setelah berfluktuasi dalam kisaran yang relatif lebar di awal minggu, EUR/USD merosot pada hari Selasa tetapi berhasil menemukan support. Pasangan mata uang ini terakhir terlihat diperdagangkan sedikit lebih tinggi pada hari itu, di sekitar 1,1800.
Bitcoin, Ethereum dan Ripple mencatat pemulihan hati-hati di tengah risiko penurunan
Bitcoin, Ethereum, dan Ripple mencatatkan pemulihan yang hati-hati pada hari Rabu setelah koreksi pasar awal minggu ini. BTC mendekati level penembusan kunci, sementara ETH dan XRP sedang rebound dari level-level support penting.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 25 Februari:
Namun, dengan membaiknya sentimen pasar, USD mulai kehilangan kekuatannya pada awal hari Rabu. Eurostat akan menerbitkan revisi data HICP Januari nanti hari ini. Karena kalender ekonomi AS tidak akan menampilkan rilis data berdampak tinggi, fokus pasar akan tetap pada komentar dari para pengambil kebijakan The Fed.