Bank Indonesia akan Menahan Suku Bunga di 4,75% di Tengah Inflasi 3,48% dan Tekanan Rupiah – Survei Reuters


Menurut 31 ekonom yang disurvei Reuters, Bank Indonesia (BI) diprakirakan menahan suku bunga acuan di 4,75% pada Rabu. Inflasi Maret yang mencapai 3,48%, dekat batas atas target 1,5%-3,5%, serta pelemahan rupiah sekitar 3% tahun ini setelah turun hampir 4% pada 2025, membuat ruang pelonggaran makin sempit.

Seluruh ekonom yang disurvei pada 13-20 April juga memprakirakan suku bunga deposito tetap di 3,75% dan fasilitas pinjaman di 5,50%. Untuk kuartal II, 27 ekonom kompak melihat BI tidak berubah, berbalik dari survei Maret ketika 70% masih memprakirakan satu atau dua kali pemangkasan.

Ke depan, 17 dari 27 ekonom memprakirakan BI menahan suku bunga sepanjang tahun ini, 9 masih melihat peluang pemangkasan, dan 1 memproyeksikan kenaikan 25 basis poin. Prakiraan median inflasi tahun ini naik ke 3,0% dari 2,7% sebelum perang, dengan tambahan subsidi energi yang bisa mencapai Rp100 triliun (US$5,8 miliar). Jika harga BBM bersubsidi naik, inflasi dinilai bisa menyentuh 5%.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Bertahan di Level Tertinggi Dua Bulan di Atas US$4.380

Emas Bertahan di Level Tertinggi Dua Bulan di Atas US$4.380

Emas (XAU/USD) mencatat penurunan tipis pada hari Kamis, setelah menghadapi resistance di area US$4.450, namun aksi harga tetap bertahan sedikit di atas level-level tertinggi sebelumnya di sekitar US$4.380 pada saat berita ini ditulis.
USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.860 saat Taruhan Kenaikan The Fed Mereda jelang PPI AS

USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.860 saat Taruhan Kenaikan The Fed Mereda jelang PPI AS

Rupiah Indonesia (IDR) berbalik menguat tipis pada perdagangan Kamis dan ditutup di Rp17.860 per Dolar AS (USD), naik 5 poin dari penutupan Rabu di Rp17.865. Pergerakan tersebut membawa pasangan mata uang USD/IDR sedikit lebih rendah, ketika meredanya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) setelah data inflasi AS memberi ruang bagi mata uang domestik.
Mengapa Harga Minyak Mentah Sudah Memperhitungkan Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran yang Belum Terjadi?

Mengapa Harga Minyak Mentah Sudah Memperhitungkan Pembukaan Kembali Jalur Pelayaran yang Belum Terjadi?

Empat belas kapal melintasi Selat Hormuz pada hari Selasa. Sebelum perang, jumlahnya mendekati 120 per hari.
Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Tetap Lesu di Tengah Arus ETF yang Beragam

Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Tetap Lesu di Tengah Arus ETF yang Beragam

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) terus diperdagangkan sideways pada hari Kamis, dengan Bitcoin berjuang untuk merebut kembali level $64.000. Ethereum berupaya membangun momentum di dekat resistance penting $1.900, sementara Ripple mempertahankan support di atas $1,00, namun pergerakan naik tetap terbatas.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 13 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 13 Agustus:

Aksi di pasar finansial tetap relatif tenang pada awal hari Kamis, dengan pasangan-pasangan mata uang utama berfluktuasi dalam kisaran mingguan yang sempit. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Indeks Harga Produsen untuk bulan Juli akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA