ANTM Kesulitan Melanjutkan Rebound Kemarin Meskipun Ada Penandatanganan Kerangka Kerja Sama


  • ANTM masih dalam proses untuk mempertahankan kebangkitan dari terendah Februari.
  • Perseroan menandatangani kerangka kerja sama dengan dua perusahaan lainnya.
  • Menteri ESDM menyebut proyek kerja sama tersebut memiliki nilai investasi $6 miliar.
  • Secara teknis tren saham ini masih bullish meskipun momentumnya netral.

ANTM diperdagangkan di 3.920 yang lebih tinggi 2,89% dibandingkan penutupan hari kemarin. Saham PT Aneka Tambang Tbk. dibuka dengan gap atas di 4.000 dan naik ke tertinggi hari 4.050 di menit-menit pertama pembukaan hanya untuk berbalik arah setelahnya ke terendah hari 3.810. Namun demikian, saham ini tampaknya menemukan penawaran beli di level tersebut karena ANTM bangkit namun masih di bawah level pembukaan. Kinerja tersebut menyusul kebangkitan dari terendah Februari 2026 di yang dicapai 3.610 pada hari kemarin.

Aksi korporasi yang dimumkan perseroan pada hari kemarin tampaknya sejauh ini belum memberikan dorongan signifikan. Dalam keterbukaan informasi yang dirilis Senin lalu, perseroan melakukan penandatanganan kerangka kerja sama terkait pengembangan ekosistem baterai terintegrasi antara PT Aneka Tambang Tbk, PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI), dan HYD Investment Limited (HYD) pada 30 Januari 2026.

Kerja kerja sama ini terkait dengan rencana pengembangan hilirisasi nikel sebagai bagian dari inisiatif pengembangan ekosistem baterai terintegrasi. Kerangka kerja sama ini mengatur ketentuan-ketentuan utama kerja sama dan merupakan kerangka awal. Perseroan mengkalim penandatanganan ini tidak berdampak negatif pada kelangsungan usaha.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI), Bahlil Lahadalia, yang menghadiri penandatanganan menyebut bahwa proyek ini diarahkan membangun ekosistem baterai listrik yang berpotensi memiliki kapasitas hingga 20 GWh serta diprakirakan menciptakan sekitar 10 ribu lapangan pekerjaan baru serta memiliki nilai investasi $6 miliar, seperti dilansir dalam media sosial resmi Menteri Bahlil.

Secara teknis, ANTM mempertahankan tren bullish karena tetap diperdagangkan di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari meskipun merosot dari tertinggi 2026 di 4.970 yang diraih pada 26 Januari.

Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 50,60 mengindikasikan bahwa momentumnya masih sedikit netral. Sehingga, indikator ini berada di persimbangan antara menuju momentum bullish atau bearish setelah turun tajam dari zona jenuh beli pada akhir Januari.

Dalam kasus ANTM terus naik, saham ini perlu ditutup di atas 4.210, penutupan 30 Januari 2026, untuk menutup gap pembuaan bearish. Hal tersebut akan membuka jalan untuk memperkuat tren bullish dan mengincar 4.970 (tertinggi 2026 yang disebutkan di atas) dan level angka bulat 5.000. Namun, penurunan lebih lanjut bisa menemukan support di 3.610 (terendah 2 Februari 2026), 3.210 (penutupan 2 Januari 2026, untuk menutup gap mingguan awal tahun), dan 3.091 (SMA 200-hari).

Grafik Harian ANTM

ANTM
Grafik harian ANTM, 3 Februari 2026
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Menguat setelah Anjlok Tajam, tetapi Prospek Suku Bunga The Fed Tetap Membebani

Emas Menguat setelah Anjlok Tajam, tetapi Prospek Suku Bunga The Fed Tetap Membebani

Emas (XAU/USD) diperdagangkan datar pada hari Senin setelah membuka pekan lebih rendah dan sempat jatuh di bawah US$4.400, level terendah sejak 19 Agustus, selama perdagangan sesi Asia. Logam ini kekurangan momentum kenaikan yang kuat karena ekspektasi hawkish Federal Reserve (The Fed) membuat para pembeli berhati-hati.
Euro Terpuruk di Sekitar 1,1600 di Tengah Harapan Kenaikan Suku Bunga The Fed, Ketegangan Baru di Iran

Euro Terpuruk di Sekitar 1,1600 di Tengah Harapan Kenaikan Suku Bunga The Fed, Ketegangan Baru di Iran

Euro (EUR) membukukan kenaikan tipis terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin, tetapi tetap dekat dengan level terendah Jumat di 1,1578, saat para pembeli gagal mengalami penerimaan signifikan di atas 1,1600.
Prakiraan untuk Pekan Depan: Pekan yang Sibuk dengan Fokus pada Pasar Tenaga Kerja AS

Prakiraan untuk Pekan Depan: Pekan yang Sibuk dengan Fokus pada Pasar Tenaga Kerja AS

Dolar AS (USD) telah berhasil kembali tenang dan memangkas sebagian dari sell-off tajam yang dimulai pada pertengahan akhir Juli. Tidak adanya berita relevan dari Timur Tengah telah mendorong para investor untuk mengalihkan perhatian mereka ke pasar uang AS serta rilis data, sementara pesan hawkish Ketua Warsh di Simposium Jackson Hole meningkatkan permintaan terhadap dolar pada akhir pekan.
Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP secara luas konsolidasi di tengah serangan AS-Iran yang kembali memanas

Kripto Hari Ini: Bitcoin, Ethereum, XRP secara luas konsolidasi di tengah serangan AS-Iran yang kembali memanas

Bitcoin tetap tangguh di atas $78.000 karena investor mengantisipasi dorongan baru menuju $80.000. Ethereum terus menunjukkan pengaturan teknis yang konstruktif, bertahan di atas $2.400. Ripple menunjukkan tanda-tanda awal pemulihan di dekat $1,37.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 31 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 31 Agustus:

Pasar keuangan mengambil sikap hati-hati pada hari terakhir bulan Agustus karena para investor menilai perubahan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September dan meningkatnya kembali ketegangan di Timur Tengah. Agenda ekonomi akan menampilkan data awal inflasi bulan Agustus dari Jerman pada hari ini.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA