Harga emas meroket, melonjak dari sesi terendah hariannya pada Jumat malam (9/1) ketika laporan tenaga kerja AS mencatatkan hasil yang berimbang, memicu ekspektasi pemangkasan suku bunga tak berubah.
Emas bergerak kembali diatas $4,500 setelah sempat gagal mempertahankannya pada Rabu (7/1), dan menandai kenaikan mingguan lebih dari 4%
Dolar AS menguat ditengah ekspektasi pertumbuhan ekonomi AS dan deficit neraca perdagangan AS yang berada pada level terendah sejak 2009.
*Key Highlights*
- US Housing Starts (Sep): 1.306M, 1.330M forecast, 1.307M previous.
- US Building Permits (Sep): 1.415M, 1.350M forecast, 1.330M previous.
- US Building Permits (MoM) (Sep): 6.4%, -2.3% previous.
- US Nonfarm Payrolls (Dec): 50K, 66K forecast, 56K previous.
- US Unemployment Rate (Dec): 4.4%, 4.5% forecast, 4.5% previous.
- US Michigan Consumer Sentiment (Jan): 54.0, 53.5 forecast, 52.9 previous.
- Defisit neraca perdagangan AS membaik dengan laju yang tajam. Dimana defisit perdagangan menyempit sebesar $18,79 miliar atau +39%, pada bulan Oktober, menjadi $29,4 miliar, terkecil sejak tahun 2009.
- Merespon sebagian besar data ekonomi utama, Pasar masih memperkirakan penurunan suku bunga sekitar 50 bps tahun ini meskipun data upah dan sentimen tetap stabil.
- Presiden Trump menyerukan pembatasan suku bunga kartu kredit sebesar 10% selama satu tahun, berlaku mulai 20 Januari. Angka ini turun dari suku bunga saat ini yang berada dalam variasi 20%-30%.
- Ketegangan geopolitik AS dengan negara-negara sekitar memicu kekhawatiran konflik yang lebih besar. Baru-baru ini, Trump memperingatjan Cuba dengan menyampaikan bahwa dirinya sangat menyarankan Kuba untuk membuat kesepakatan sebelum terlambat.
- Di Iran konflik dalam negeri kini semakin panas ketika sejak nilai rial Iran jatuh ke rekor terendah (sekitar 1,45 juta rial per dolar) dan inflasi tahunan melonjak menjadi 48,6 % pada Oktober 2025 serta 42,2 % pada Desember 2025.
Hal tersebut, memicu demonstrasi besar‑besar di Teheran, Isfahan, Shiraz, dan kota‑kota lain. Aksi‑aksi ini awalnya dipicu oleh masalah ekonomi, namun dengan cepat berubah menjadi tuntutan politik.
- Pada Senin (12/1) gejolak volatilitas pasar diperkirakan akan terjadi dan dapat memicu aksi beli pada aset aman. Tidak ada data ekonomi AS yang akan dirilis pada awal pekan dan hanya terfokus pada berita fundamental Global.
- Minggu ini, laporan inflasi AS akan menjadi sorotan utama dan akan mempengaruhi proyeksi suku bunga the Fed.
*Market Movement*
Pada Jumat (9/1), Harga emas mengakhiri perdagangan mingguan dengan kenaikan sebesar $31.62 atau 0.71% berakhir pada $4,509.35 per ons, setelah uji tertinggi $4,517 dan terendah $4,452.55. Emas naik 4.1% minggu lalu.
Pada saat yang sama emas berjangka (Feb) berakhir naik sebanyak $40.20 atau 0.90% berakhir pada $4,500.90 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir naik sekitar 27 poin atau 0.27% berkhir pada level 99.14, setelah uji tertinggi 99.27 dan terendah 98.84.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko diperdagangkan melemah terhadap Dolar AS.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Jumat, 12 Januari 2026,
• AUDUSD : 0.66849 , -13 / -0.19%
• EURUSD : 1.16305 , -28 / -0.24%
• GBPUSD : 1.33985 , -41 / -0.30%
• NZDUSD : 0.57275 , -22 / -0.39%
• USDJPY : 157.912 , +107 / +0.68%
• USDCAD : 1.39138 , +53 / +0.38%
• USDMXN : 17.99610 , +259 / +0.14%
• USDCHF : 0.80098 , +23 / +0.29%
• USDCNH : 6.96900 , -82 / -0.12%
*Sentimen*
Pada Senin (12/1) gejolak volatilitas pasar diperkirakan akan terjadi dan dapat memicu aksi beli pada aset aman. Tidak ada data ekonomi AS yang akan dirilis pada awal pekan dan hanya terfokus pada berita fundamental Global.
Minggu ini, laporan inflasi AS akan menjadi sorotan utama dan akan mempengaruhi proyeksi suku bunga the Fed.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Menguat di Tengah Sentimen Hati-Hati di Seputar Prospek RBA
Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin, setelah mengalami penurunan selama tiga hari. Pasangan mata uang AUD/USD naik seiring melemahnya Greenback, kemungkinan di tengah kekhawatiran di seputar Federal Reserve.
USD/JPY Menguat di Atas 158,00 saat Takaichi Mempertimbangkan Pemilu Sela
Pasangan mata uang USD/JPY menguat di dekat 158,05 selama awal perdagangansesi Asia pada hari Senin. Yen Jepang (JPY) melemah terhadap Dolar AS (USD) menyusul laporan bahwa Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mempertimbangkan untuk mengadakan pemilu sela untuk majelis rendah parlemen pada paruh pertama Februari.
Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Kembali Mencatatkan Rekor di Tengah Kekhawatiran Geopolitik dan The Fed
Emas sedang mempertahankan pullback aksi profit-taking dari rekor tertinggi baru sedikit di atas $4.600 pada hari Senin, memulai minggu dengan semangat, berkat meningkatnya ketegangan geopolitik dan kekhawatiran yang semakin intens terhadap independensi Federal Reserve AS (The Fed), yang keduanya menciptakan lingkungan risk-off penuh.
Top Gainers Kripto: Monero Naik Menuju Rekor Tertinggi $600 Saat Story dan Render Melanjutkan Kenaikan
Monero memimpin pemulihan pasar kripto, membukukan keuntungan sekitar 23% dalam 24 jam terakhir, menunjukkan minat yang diperbarui pada koin privasi. Selain itu, Story dan Render dengan keuntungan dua digit mempertahankan momentum bullish.
Valas Hari Ini: Dolar AS Lanjutkan Kenaikan Mingguan Menjelang Data NFP Kunci
Dolar AS (USD) terus mengungguli mata uang lainnya di awal hari Jumat saat para investor bersiap-siap untuk rilis data makroekonomi penting. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan untuk bulan Desember, yang akan mencakup Nonfarm Payrolls (NFP), Tingkat Pengangguran, dan angka inflasi upah. Selain itu, University of Michigan (UoM) akan merilis data Indeks Sentimen Konsumen pendahuluan untuk bulan Januari.