Fundamental Perang dagang global kembali memuncak memicu perburuan pada aset safehaven kian meningkat, mendorong harga logam mulia emas naik mendekati level $5,200 per ons - menandai reli kenaikan harian terbesar untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Sementara itu, Dolar AS merosot ke level terendah empat tahun ditengah isu intervensi Yen Jepang, meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Eropa, menyusul upaya Presiden Donald Trump untuk membeli Greenland, Perang Dagang AS-Korsel hingga Kesepakatan Free Trade EU-India.
*Key Highlights*
- Pasar terus menyuarakan 'Sell America' hingga puncaknya terjadi pada dua jam sebelum pasar ditutup pada Selasa (27/1) ketika pasar merespon pernyataan Presiden AS Donald Trump pada Fox News bahwa ia tidak berpikir Dolar telah jatuh terlalu banyak, memicu aksi jual terhadap Greenback.
- Dalam pernyataannya di Fox News, Trump tidak menunjukkan kekhawatiran tentang Dolar AS, menambahkan bahwa "Dolar sedang mencari levelnya sendiri, yang wajar." Ia menambahkan bahwa Dolar bisa "naik atau turun seperti yo-yo."
- Ketegangan perdagangan AS-Korea Selatan menarik perhatian setelah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mengenakan tarif 25% pada barang-barang dari Seoul.
- EU-India mencapai kesepakatan perdagangan bebas yang dinilai sebagai kesepakatan terbaik sepanjang masa setelah perundingan dalam hampir 20 tahun terakhir.
- Pada Rabu (28/1) pada akan menyaksikan pertemuan FOMC. Federal Reserve secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Namun, pasar akan fokus pada konferensi pers oleh Ketua Fed Jerome Powell, khususnya untuk komentar apa pun yang membahas pertanyaan seputar independensi bank sentral.
- Spekulasi tentang potensi intervensi terkoordinasi oleh otoritas Jepang dan AS untuk mendukung Yen yang menekan Dolar AS, terus membayangi pasar keuangan. hal ini terjadi menyusul pengecekan nilai tukar Yen oleh Federal Reserve Bank of New York dengan lembaga keuangan.
*Market Movement*
Pagi ini (28/1), dibuka dengan pergerakkan yang cukup aktif, bertahan didekat titik tertinggi Selasa (27/1) karena fundamental Dolar yang terus memicu seruan 'Sell America'.
Pada Selasa (27/1), harga emas (spot) berakhir dengan keuntungan tajam - ditutup naik sebanyak $169.29 atau 3.38% berakhir pada level $5,180.35 per ons, setelah uji tertinggi $5,190 dan terendah $5,012.
Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Maret diperdagangkan naik sebanyak $95.70 atau 1.87% berakhir pada $5,218.00 per ons di Divisi Comex.
Indeks Dolar AS berakhir turun ke level terendah 4 tahun - tercatat melemah sekitar 128 pips atau 1.32% pada level 95.59.
Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan menguat, ditengah melemahnya Dolar. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Selasa , 28 Januari 2026,
- AUDUSD : 0.70099 , +94 / +1.37%
- EURUSD : 1.20388 , +161 / +1.35%
- GBPUSD : 1.38457 , +169 / +1.23%
- NZDUSD : 0.60447 , +72 / +1.21%
- USDJPY : 152.197 , -199 / -1.29%
- USDCAD : 1.35743 , -132 / -0.96%
- USDCHF : 0.76118 , -157 / -2.02%
- USDCNH : 6.93190 , -160 / -0.23%
*Sentiment*
Pada Rabu (28/1), pasar akan memperhatikan pertemuan FOMC pada pukul 02:00 WIB.
*Sejauh ini, Harga emas masih berpotensi uji level level tertinggi baru pada $5,250 per onz, namun terdapat resiko terjadinya pembalikkan arah yang cukup besar setelah menyentuh level tersebut terlebih jika FOMC memberikan nada Dovish*
Analisa Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD Melemah di Bawah 1,2000 di Tengah Rebound Dolar AS, Fokus Tertuju pada Keputusan Suku Bunga The Fed
Pasangan mata uang EUR/USD menarik beberapa penjual ke dekat 1,1990, menghentikan rentetan kemenangan empat harinya selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Rabu. Pasangan mata uang ini mengoreksi dari level tertinggi lima tahun di tengah pembaruan permintaan Dolar AS (USD).
USD/JPY Terjun di Bawah 152,50 di Tengah Spekulasi Intervensi, Keputusan Suku Bunga The Fed Membayangi
Pasangan mata uang USD/JPY merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga bulan di dekat 152,30 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Yen Jepang (JPY) menguat terhadap Dolar AS (USD) di tengah spekulasi tentang kemungkinan intervensi terkoordinasi oleh otoritas Jepang dan AS.
Prakiraan Harga Emas: Rally Mencetak Rekor XAU/USD Berlanjut Menjelang Keputusan The Fed
Emas terus mencetak rekor pada awal Rabu, menguji penawaran jual di atas level $5.200 untuk pertama kalinya. Pembeli menolak untuk berhenti menjelang pengumuman kebijakan Federal Reserve (The Fed) AS, yang dijadwalkan akan diumumkan hari ini.
Avalanche bertahan di dekat $12 saat debut ETF Spot di Nasdaq meningkatkan sentimen bullish
Harga Avalanche bertahan di atas $12 pada saat berita ini ditulis pada hari Rabu, setelah pulih dari batas bawah saluran paralel horizontalnya, menandakan tanda-tanda awal stabilisasi. Peluncuran Exchange Traded Funds (ETF) spot Avalanche oleh VanEck minggu ini di Nasdaq menandakan membaiknya sentimen pasar. Selain itu, data on-chain dan derivatif yang mendukung untuk AVAX menunjukkan potensi pemulihan jika momentum bullish terbentuk.
Valas Hari Ini: Dolar AS Menyentuh Terendah 2022 saat Perdagangan 'Jual Amerika' Meningkat Menjelang Keputusan The Fed
Narasi 'Jual Amerika' terus mendominasi sentimen pasar. Indeks Dolar AS (DXY) mencapai level terendah sejak Februari 2022 pada hari Selasa, saat para investor memposisikan diri menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan pada hari Rabu.