Harga emas berakhir datar setelah sempat menguat mencapai tertinggi $4,315 per ons menyusul pelemahan Indeks Dolar AS.
Meskipun melemah, Dollar masih terus bertahan diatas 101, sehingga menekan kenaikan emas lebih lanjut.
Sejumlah kesepakatan perdagangan AS-China telah diumumkan setelah kunjungan Xi Jinping minggu lalu. Hal ini, perpotensi mendorong penguatan Dollar pada awal pekan ini.
*Key Highlights*
- Beberapa kesepakatan perdagangan AS-China telah umumkan. AS dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan dagang untuk menurunkan tarif atas "barang-barang non-sensitif" senilai US$30 miliar.
- Tiongkok akan memangkas tarif atas produk pertanian dan makanan laut, produk kayu, kosmetik, serta perangkat medis. Tiongkok juga telah menyepakati impor 10 juta metrik ton batu bara AS pada tahun 2027 dan 2028.
- Sementara itu, Masalah logam tanah jarang (rare earths) masih dalam pembahasan, menurut keterangan Gedung Putih.
- Probabilitas kenaikan suku bunga the Fed menjadi perhatian pasar selama sepekan terkahir. Menurut pantauan Fed Watch Tools, probabilitas kenaikan Oktober meningkat pada angka 64%, naik dari 57% minggu lalu. Probabilitas kenaikan Desember adalah sebesar 93% naik dari 90% minggu lalu.
- Awal minggu ini, tidak ada data ekonomi dengan prioritas tinggi yang akan dirilis. Namun terdapat beberapa jadwal pidato Member FOMC diantaranya: Fed Vice Chair for Supervision Barr dan FOMC Member Bowman.
- Hingga sepekan kedepan pertemuan Bank Sentral Australia dan Laporan Tenaga kerja Amerika akan menjadi focus Utama. ADP Employment, NFP dan Tingkat Pengangguran AS adalah kunci utamanya.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Jumat (25/9), Harga emas berakhir datar - naik tipis ditengah penurunan Dollar dari titik tertinggi dua bulan.
Dipasar gulir, Harga emas naik sekitar $9.25 atau 0.22% berakhir pada level $4,283.76 per ons.
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir naik sebesar $23.20 atau 0.54% berakhir pada level $4,321.20 per ons.
Harga minyak terkoreksi menyusul pelemahan Dollar. Berikut adalah penutupan harga minyak pada Jumat (25/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $91.51 , -$2.41 / -2.57%
• WTI : $92.41 , -$2.20 / -2.33%
• BRENT : $97.44 , -$2.78 / -2.77%
• NGAS : $3.2700 , -$0.064 / -1.92%
Indeks Dolar AS melemah setelah kenaikan beruntun selama empat hari berturut-turut, mencapai tertinggi sejak 29 Juli. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Jumat (25/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.70221 , +13 / +0.18%
• EURUSD : 1.13898 , +11 / +0.10%
• GBPUSD : 1.32386 , +22 / +0.17%
• NZDUSD : 0.56612 , +2 / +0.04%
• USDJPY : 157.290 , -155 / -0.98%
• USDCAD : 1.41393 , +3 / +0.02%
• USDCHF : 0.82822 , +6 / +0.07%
• USDCNH : 6.72278 , +90 / +0.13%
*Sentimen*
Awal minggu ini, tidak ada data ekonomi dengan prioritas tinggi yang akan dirilis. Namun terdapat beberapa jadwal pidato Member FOMC diantaranya: Fed Vice Chair for Supervision Barr dan FOMC Member Bowman.
Hingga sepekan kedepan pertemuan Bank Sentral Australia dan Laporan Tenaga kerja Amerika akan menjadi focus Utama. ADP Employment, NFP dan Tingkat Pengangguran AS adalah kunci utamanya.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Breaking: Emas Melemah di Bawah US$4.200, Terendah Sejak 5 Agustus
Yen Jepang Melemah terhadap USD setelah Risalah Rapat BoJ saat Risiko Intervensi Membayangi
WTI Pertahankan Kenaikan Moderat di Atas US$92,00 di Tengah Kegelisahan Timur Tengah
Bitcoin Jeda Sejenak, Ethereum Menghadapi Pullback, XRP Konsolidasi
Valas Hari Ini: Dolar AS Konsolidasi atas Kenaikan Mingguan Menjelang Data Kelas Menengah
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 25 September: Dolar AS (USD) Index melanjutkan reli mingguannya dan menyentuh level tertinggi sejak akhir Juli di dekat 101,40 sebelum memasuki fase konsolidasi dan terkoreksi lebih rendah menuju 101,00 pada hari Jumat.