Tinjauan Pasar : Emas Kembali Menguat, Susul Isu Intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan


Harga emas terus bergejolak selama sesi perdagangan Amerika semalam (14/1) - turun dari tertinggi $4,641 ke terendah $4,599 dan berbalik naik keposisi awal bahkan justru tembus rekor tertinggi baru pada kisaran $4,643 per ons.

Harga emas naik ditengah sentimen risiko yang memburuk mendorong investor memburu aset safe-haven karena pelemahan Dolar AS dan ketegangan geopolitik Iran.

*Key Highlights*

- Indeks Harga Produsen (PPI) dan Penjualan Ritel AS yang kuat gagal mengangkat Dolar AS, sehingga ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed tetap utuh untuk tahun 2026.

- PPI pada November naik 0,2% MoM, sesuai dengan perkiraan dan naik dari 0,1% pada Oktober. Angka tahunan adalah 3%, melebihi perkiraan 2,7% dan angka Oktober sebesar 2,8%.

- PPI inti, turun dari 0,3% menjadi 0% MoM, di bawah perkiraan penurunan 0,2%, dan dalam 12 bulan hingga November, naik 3%, melebihi perkiraan 2,7% dan angka sebelumnya sebesar 3,9%.

- Penjualan Ritel AS untuk bulan November meningkat sebesar 0,6% MoM, setelah kontraksi 0,1% pada bulan Oktober dan di atas perkiraan 0,4%.

- United States Existing Home Sales Change (MoM) up to 5.1% in December from previous 0.5%

- United States Existing Home Sales (MoM) above forecasts (4.21M) in December: Actual (4.35M)

- Berdasarkan pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi pemangkasan Januari turun dari 15% mungu lalu dan 5% pada Senin (12/1) ke 1.7% setelah data Inflasi. Pemangkasan diperkirakan baru akan dilakukan pada Juni - dengan probabilitas sebesar 68.5%.

- Meningkatnya ketegangan Iran dan potensi intervensi AS menambah premi geopolitik pada harga emas. Ketegangan meningkat setelah dua pejabat Eropa mengatakan intervensi militer AS dapat terjadi dalam 24 jam ke depan, menurut Reuters.

- Pada hari Kamis, agenda ekonomi akan menampilkan Klaim Pengangguran Mingguan AS.

*Market Movement*

Pada Rabu (14/1), harga emas berakhir naik - bangkit dari sesi terendah hariannya setelah pelaku pasar menyimak rumor campur tangan AS terhadap Iran daapt terjadi dalam 24jam.

Dipasar spot, harga emas ditutup menguat sekitar $39.66 atau 0.86% berqkhir pada level $4,624.71per ons, setelah uji tertinggi $4,643 dan $4,587.

Pada saat yang sama, Emas berjangka kontrak Februari diperdagangkan menguat sebanyak $51.40 atau 1.12% berakhir pada $4,650.50 per ons di Divisi Comex.

Indeks Dolar AS diperdagangkan melemah - tercatat turun sekitar 12 pips atau 0.12% pada level 99.07.

Dipasar rival utama Dolar, sekeranjang matauang berisiko diperdagangkan cukup volatile sebelum berakhir stagnan ditengah ketidakapstian global. Berikut adalah posisi matauang pada penutupan Rabu , 14 Januari 2026,

• AUDUSD : 0.66810 , +2 / +0.02%

• EURUSD : 1.16431 , +0 / +0.00%

• GBPUSD : 1.34393 , +17 / +0.13%

• NZDUSD : 0.57454 , +10 / +0.17%

• USDJPY : 158.583 , -55 / -0.34%

• USDCAD : 1.38804 , -6 / -0.04%

• USDMXN : 17.79000 , -256 / -0.14%

• USDCHF : 0.79988 , -10 / -0.12%

• USDCNH : 6.96570 , -26 / -0.04%

*Sentiment*

Pada Rabu (14/1) agenda ekonomi akan menampilkan data GDP Inggris dan Klaim Pengangguran Mingguan AS.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan lebih banyak nilai di minggu pertama Februari, menetap di sekitar 1,1820. Pembalikan kehilangan momentum setelah pasangan tersebut mencapai puncaknya di 1,2082 pada bulan Januari, tertinggi sejak pertengahan 2021.

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Setelah kehilangan lebih dari 8% untuk mengakhiri minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Senin dan turun menuju $4.400. Meskipun XAU/USD melakukan rebound yang tegas setelahnya, ia gagal untuk stabil di atas $5.000.

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

Pound Sterling (GBP) berbalik arah terhadap Dolar AS (USD), dengan GBP/USD kehilangan hampir 200 poin dalam koreksi dramatis

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Harga Bitcoin (BTC) pulih sedikit, diperdagangkan di $65.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, setelah mencapai level terendah $60.000 selama sesi perdagangan awal Asia. Sang Raja Kripto tetap berada di bawah tekanan sejauh minggu ini, mencatatkan tiga minggu berturut-turut dengan kerugian melebihi 30%.

Valas Hari Ini: Dolar AS Mengoreksi Turun Menjelang Data Sentimen Konsumen

Valas Hari Ini: Dolar AS Mengoreksi Turun Menjelang Data Sentimen Konsumen

Indeks Dolar AS (USD) sedikit menurun pada Jumat pagi setelah menyentuh level tertinggi dalam dua minggu di dekat 98,00 pada hari Kamis. Pada paruh kedua hari ini, Universitas Michigan (UoM) akan menerbitkan data awal Keyakinan Konsumen untuk bulan Februari. Kalender ekonomi Kanada akan menampilkan data ketenagakerjaan bulan Januari dan para investor akan memperhatikan komentar dari para pejabat bank sentral sepanjang hari.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA