Harga emas dan Dolar kembali bergerak searah, sama-sama menguat dan ditutup positif setelah emas sempat terkoreksi sepanjang hari mencapai terendah $4,407 per ons, sebelum akhirnya berbalik arah dan menetap diatas $4,470.
Harga emas rebound memanfaatkan kondisi geopolitik yang masih belum berubah sejuah ini. Sementara Dolar AS tetap kuat karena prospek pemangkasan suku bunga Januari hingga Maret tetap lemah.
*Key Highlights*
- Klaim Pengangguran Awal AS untuk minggu yang berakhir pada 3 Januari dirilis naik sebanyak 208.000 berada di bawah perkiraan 210.000, namun di atas data minggu lalu 200.000
- Laporan Challenger Job Cuts pada bulan Desember, menunjukkan bahwa perusahaan mengurangi 35.553 pekerjaan, hampir setengah dari 71.321 pada bulan November.
- Neraca Perdagangan AS mengungkapkan bahwa defisit perdagangan menyempit dari $48,1 miliar menjadi $29,4 miliar pada bulan Oktober, melebihi perkiraan pelebaran sebesar $-58,9 miliar menyusul penurunan tajam impor, terutama produk farmasi.
- Sebelumnya, Trump mengatakan Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak 'berkualitas dan di bawah sanksi' kepada Amerika Serikat.
- Trump ingin melemahkan harga minyak ke $50 per barrel menurut laporam WSJ
- Pelepasan cadangan minyak Venezuela akan memicu melimpahnya persediaan minyak global, jika hal ini terjadi maka langkah tersebut dapat membantu inflasi global turun secara perlahan dan diharapkan dapat meningkatkan daya beli.
_Jika harga minyak turun, inflasi diharapakan mereda perlahan 》 daya beli naik 》 the fed tunda pemangkasan suku bunga 》dampaknya harga minyak stabil/turun, emas turun, Dolar menguat_
- Faktanya prospek pemangkasanya suku bunga the Fed pada Januari turun dari 12.2% pada Kamis menjadi hanya sekitar 11.1% pada Jumat pagi inj (9/1). Dan proyeksi pemangkasan pertama tahun ini bergeser ke bulan Juni.
- Pada hari Jumat, para pelaku pasar akan mengamati angka Nonfarm Payrolls dan tingkat penganguran AS.
*Market Movement*
Pada Kamis (8/1), harga emas berakhir menguat tajam - naik dari terendah hariannya $4,407 hingga capai titik tertinggi bari pada $4,479. Harga emas (Spot) ditutup pada level $4,477.83 per ons, naik sekitar $23.61 atau 0.49%.
Pada saat yang sama, Emas berjangka (Jan) berakhir turun tipis pada level $4,460.70 per ons di Divisi Comex, turun sebanyak $1.80 atau 0.04%.
Indeks Dolar AS berakhir naik sekitar 13 poin atau 0.13% berkhir pada level 98.87, setelah uji tertinggi 98.99 dan terendah 98.68.
Dipasar rival utama Dolar, sekelompok matauang berisiko diperdagangkan melemah terhadap Dolar AS.
Berikut adalah posisi matauang pada penutupan perdaganan Rabu, 7 Januari 2026,
• AUDUSD : 0.66977 , -21 / -0.32%
• EURUSD : 1.16589 , -15 / -0.13%
• GBPUSD : 1.34392 , -17 / -0.13%
• NZDUSD : 0.57500 , -22 / -0.38%
• USDJPY : 156.847 , +8 / +0.05%
• USDCAD : 1.38610 , +3 / +0.02%
• USDMXN : 17.97020 , -25 / -0.01%
• USDCHF : 0.79868 , +11 / +0.13%
• USDCNH : 6.97720 , -111 / -0.16%
*Sentimen*
Pada Kamis (8/1), fokus pasar akan tertuju pada rangkaian data Klaim Pengangguran dan Neraca Perdagangan AS.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD: Dunia Berkisar di Sekitar Amerika Serikat di Awal 2026
Pasangan mata uang EUR/USD memulai tahun baru dengan nada lembut, jatuh untuk minggu kedua berturut-turut dan menetap di sekitar 1,1640, terendah dalam sebulan. Dolar AS (USD) berdiri sebagai pemenang di seluruh bursa valas, didukung oleh ketidakpastian geopolitik dan data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang cukup kuat.
GBP/USD: Akankah Pound Sterling Melanjutkan Penurunan Korektif?
Pound Sterling (GBP) mengalami koreksi tajam terhadap Dolar AS (USD), mengirim GBP/USD turun dari level tertinggi empat bulan di 1,3568 untuk menguji terendah mingguan di dekat 1,3400.
Emas: Awal yang Tidak Stabil untuk 2026 saat Pasar Menilai Data AS dan Geopolitik
Setelah kehilangan lebih dari 4% di minggu terakhir tahun ini, Emas (XAU/USD) mengumpulkan momentum bullish seiring dengan normalisasi kondisi perdagangan. Meskipun XAU/USD memasuki fase konsolidasi setelah rally yang terlihat lebih awal di minggu ini, pasangan ini berhasil mencatatkan kenaikan mingguan.
Bitcoin: Rally Awal 2026 Terhambat saat Investor BTC Menunggu Katalis Kunci
Bitcoin (BTC) diperdagangkan lebih rendah menuju $90.000 pada hari Jumat setelah menghadapi penolakan di zona resistance utama. Penarikan harga BTC didukung oleh menurunnya permintaan institusional, karena dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot telah mencatat aliran keluar bersih sejauh minggu ini.
Valas Hari Ini: Dolar AS Lanjutkan Kenaikan Mingguan Menjelang Data NFP Kunci
Dolar AS (USD) terus mengungguli mata uang lainnya di awal hari Jumat saat para investor bersiap-siap untuk rilis data makroekonomi penting. Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan untuk bulan Desember, yang akan mencakup Nonfarm Payrolls (NFP), Tingkat Pengangguran, dan angka inflasi upah. Selain itu, University of Michigan (UoM) akan merilis data Indeks Sentimen Konsumen pendahuluan untuk bulan Januari.