Emas (XAU/USD) mengakhiri penutupan perdagangan hari jumat mingu lalu dengan penguatan, imbas rilis data NFP yang berada diluar dugaan dan menutup perdagangan pada level 5171.47. Pencapaian yang terjadi pada penutupan perdagangan minggu lalu setidaknya memangkas pelemahan yang terjadi selama seminggu setelah mencapai ketinggian mingguan dilevel 5418.49 pasca penyerangan AS dan Israel pada Iran.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kenaikan harga minyak mentah memberikan kekhawatiran akan terjadinya inflasi sehingga semakin menjauhkan The Fed dari pemangkasan suku bunga yang akan dilakukan pada pertemuan FOMC tanggal 18 maret nanti. Hal ini juga ditunjang dengan laporan Non Farm Payrolls AS yang sangat mengecewakan pada jumat lalu sehingga setidaknya membuat Dolar AS menyentuh level tertinggi sejak November 2025. Hal ini menjadi kendala serta beban bagi Emas dalam perdagangannya
Pasar masih sangat dipengaruhi oleh konflik di Timur Tengah yang belum menemukan titik akhir dan memberikan dampak yang sangat sangat luar biasa untuk ekonomi global. Pertempuran yang sudah masuk di hari kesepuluh setidaknya akan memberikan kemungkinan inflasi yang akan terjadi pada perdagangan global.
Sementara itu Bank Sentral AS diperkirakan akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan FOMC nanti. Data dari Fed Watch menyatakan bahwa 95,5% suku bunga akan ditahan dalam pertemuan tersebut. Hal serupa juga diperkirakan oleh para ahli bahwa pemangkasan suku bunga akan terjadi pada bulan Juni atau Juli 2026
Memasuki perdagangan hari senin, Emas kembali mengalami pelemahan hingga menembus level 5075.00 di perdagangan sesi Asia. Pelemahan yang terjadi imbas dari penguatan yang terjadi pada Dolar AS serta resiko inflasi imbas konflik geopolitik Timur Tengah.
Fokus pasar pada hari ini masih tetap tertuju pada perkembangan seputar konflik AS-Iran srerta resiko geopolitik di Timur Tengah. Sementara itu Laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS akan menjadi sorotan utama di pertengahan minggu ini

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD kembali mengalami pelemahan melanjutkan tendensi yang terjadi pada minggu lalu dimana logam mulia ini tidak terpengaruh dengan kondisi konflik geopolitik yang terjadi
Walaupun pelemahan terjadi tapi perkiraan kami menyatakan bahwa XAU/USD masih berpotensi untuk kembali menguat dan mencoba menembus level 5200.00 meskipun pasar masih tetap berada dalam fase “wait and see” sehingga potensi pembalikan arah tetap terbuka saat pasar Amerika dibuka. Pasar pun masih akan terus menunggu setiap perkembangan terbaru yang terjadi.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 5190.39, dan mengalami pelemahan hingga menembus level 5013.47 selama perdaganan asia. Akan tetapi rebound terjadi dan kembali menguat hingga menembus level 5090.05.
Pergerakan XAU/USD diperkirakan akan terus mendapat tekanan atas inflasi yang terus mengintai tapi tidak tertutup kemungkinan untuk menguat dan mencoba ke level 5200.00. Meski volatilitas masih tinggi ditengah pelemahan akan tetapi peluang penguatan harian tetap terbuka. XAU/USD kemungkinan akan menunggu momentum sebelum bergerak lebih tajam dalam perdagangan hari ini.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 5012.12 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4972.13. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 5033.50.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 5230.97. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 5160.00 dan terus menguat hingga menembus level 5194.31.
Trading Plan
Range XAU/USD: 5014.68 - 5194.08
S1 = 5012.12
S2 = 4972.13
R1 = 5194.31
R2 = 5230.97
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Turun saat Penguatan USD yang Didorong Inflasi Mengalahkan Risiko Geopolitik
Emas (XAU/USD) menarik aksi jual yang kuat di awal minggu baru dan turun ke level terendah empat hari selama perdagangan sesi Asia, meskipun menemukan beberapa dukungan di depan level psikologis $5.000.
Valas Hari Ini: Harga Minyak Melonjak dan USD Naik karena Krisis Timur Tengah Semakin Panas
Pasar mengalami lonjakan volatilitas pada pembukaan mingguan, dengan para investor menilai perkembangan terbaru seputar krisis di Timur Tengah. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data tingkat tinggi pada hari Senin, memungkinkan berita geopolitik dan persepsi risiko untuk terus mendorong aksi.
Prakiraan EUR/USD: Tekanan Bearish Terus Berlanjut saat Krisis Timur Tengah Memburuk
EUR/USD memulai minggu dengan gap bearish dan turun menuju 1,1500 sebelum sedikit pulih. Pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang ini diperdagangkan di 1,1525, turun sekitar 0,8% pada basis harian.
Harga Solana Naik Meskipun Aktivitas ETF dan Derivatif Beragam
Solana (SOL) naik hampir 2% pada saat berita ini ditulis pada hari Senin, melakukan pemulihan kecil setelah empat hari berturut-turut mengalami kerugian. Kepercayaan institusional terhadap Solana bervariasi, karena dua hari berturut-turut aliran keluar minggu lalu membatasi aliran masuk bersih mingguan sebesar $24 juta.
Valas Hari Ini: Harga Minyak Melonjak dan USD Naik karena Krisis Timur Tengah Semakin Panas
Pasar mengalami lonjakan volatilitas pada pembukaan mingguan, dengan para investor menilai perkembangan terbaru seputar krisis di Timur Tengah. Kalender ekonomi tidak akan menawarkan rilis data tingkat tinggi pada hari Senin, memungkinkan berita geopolitik dan persepsi risiko untuk terus mendorong aksi.