• Emas mencatatkan kenaikan empat minggu berturut-turut, mencapai rekor tertinggi.
  • Dorongan ke atas lebih lanjut dapat memicu taruhan pada pengujian level $6.000 dalam waktu dekat.
  • Taruhan pemangkasan suku bunga The Fed dan ketegangan geopolitik terus mendukung tren naik.

Emas (XAU/USD) terus meraih kemenangan minggu ini, dan pada hari Kamis, ia sempat mencapai rekor tertinggi baru sedikit di atas level $5.600 per troy ons. Sejak saat itu, logam kuning telah memasuki fase koreksi, karena beberapa trader melakukan aksi profit taking pada waktu yang tepat dan Dolar AS (USD) naik tajam.

Dengan demikian, dua faktor utama telah mendukung kenaikan besar dalam Emas. Dalam skala yang lebih besar, pasar telah memperhitungkan kemungkinan bahwa Federal Reserve (The Fed) mungkin akan memangkas suku bunga lagi dalam beberapa bulan mendatang.

Pada saat yang sama, kekhawatiran geopolitik baru, kali ini berfokus pada kemungkinan konflik militer AS-Iran, telah membantu menjaga permintaan Emas sebagai safe-haven tetap kuat.

Pengujian Level $6.000 Tampak Mungin Dalam Waktu Dekat

Perlu diingat betapa kuatnya rally ini. Sejak 2024, Emas hanya mencatatkan penurunan bulanan dalam lima kesempatan, setelah hampir empat tahun bergerak sideways. Logam ini sudah naik lebih dari 16% tahun ini dan mendekati kenaikan hampir 30% ketika harga sempat melayang di sekitar rekor tertinggi dekat $5.600 sebelumnya minggu ini.

Ke depan, prospek konstruktif Emas terus mendapatkan dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Penunjukan mantan Ketua The Fed Kevin Warsh oleh Presiden AS, Donald Trump, untuk menggantikan Jerome Powell pada bulan Mei telah memperkuat pandangan ini.

Namun, seorang ketua The Fed yang lebih dovish tidak menjamin pemangkasan suku bunga yang agresif. Meskipun demikian, pergeseran kepemimpinan dapat mendorong ekspektasi pasar menuju suku bunga yang lebih rendah di masa depan, sebuah skenario yang kemungkinan akan memberikan tekanan pada Dolar AS dan menjaga sentimen umum di sekitar Emas tetap mendukung.

Bagaimana dengan Sentimen?

Harga Emas telah naik banyak pada paruh kedua Januari. Memang, logam kuning mempercepat kenaikan mendekati pertengahan $5.400-an sebelum menunjukkan tanda-tanda kelelahan. Lonjakan ini disertai dengan kenaikan volume perdagangan yang signifikan, yang menunjukkan bahwa banyak orang membeli dan menjual saat harga naik.

Open interest, di sisi lain, telah mulai berkurang dalam beberapa sesi terakhir, meskipun harga masih tinggi. Kontras ini menunjukkan bahwa kenaikan harga saat ini terutama didorong oleh trader yang menutup posisi mereka dan melakukan profit taking, bukan oleh pembeli baru yang masuk. Jika momentum harga melambat, ini dapat menyebabkan penurunan yang lebih besar.

Emas vs. Open interest dan volume


Prospek Teknis Emas

Kelanjutan rally dapat mendorong Emas untuk menantang rekor tertingginya di $5.598 (29 Januari), sebelum Fibonacci extension dari tren naik Oktober 2025-Januari 2026 di $6.068.

Di sisi bawah, support interim muncul di SMA 55-hari dan 100-hari masing-masing di $4.438 dan $4.218, sebelum dasar Desember di $4.163 (2 Desember).

Grafik harian Emas


Prospek bullish logam mulia ini tetap terjaga selama ia tetap ditopang oleh SMA 200-hari di $3.787.

Selain itu, indikator-indikator momentum mengindikasikan kemungkinan kenaikan lebih lanjut dalam waktu dekat, dengan Relative Strength Index (RSI) melandai di bawah angka 60 dan Average Directional Index (ADX) di atas 47, mengindikasikan tren kuat.


Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.


Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan lebih banyak nilai di minggu pertama Februari, menetap di sekitar 1,1820. Pembalikan kehilangan momentum setelah pasangan tersebut mencapai puncaknya di 1,2082 pada bulan Januari, tertinggi sejak pertengahan 2021.

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Setelah kehilangan lebih dari 8% untuk mengakhiri minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Senin dan turun menuju $4.400. Meskipun XAU/USD melakukan rebound yang tegas setelahnya, ia gagal untuk stabil di atas $5.000.

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

Pound Sterling (GBP) berbalik arah terhadap Dolar AS (USD), dengan GBP/USD kehilangan hampir 200 poin dalam koreksi dramatis

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Harga Bitcoin (BTC) pulih sedikit, diperdagangkan di $65.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, setelah mencapai level terendah $60.000 selama sesi perdagangan awal Asia. Sang Raja Kripto tetap berada di bawah tekanan sejauh minggu ini, mencatatkan tiga minggu berturut-turut dengan kerugian melebihi 30%.

Valas Hari Ini: Dolar AS Mengoreksi Turun Menjelang Data Sentimen Konsumen

Valas Hari Ini: Dolar AS Mengoreksi Turun Menjelang Data Sentimen Konsumen

Indeks Dolar AS (USD) sedikit menurun pada Jumat pagi setelah menyentuh level tertinggi dalam dua minggu di dekat 98,00 pada hari Kamis. Pada paruh kedua hari ini, Universitas Michigan (UoM) akan menerbitkan data awal Keyakinan Konsumen untuk bulan Februari. Kalender ekonomi Kanada akan menampilkan data ketenagakerjaan bulan Januari dan para investor akan memperhatikan komentar dari para pejabat bank sentral sepanjang hari.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA