Emas (XAU/USD) menutup perdagangan mingguan di hari jumat pada level 4118.76, setelah menyentuh level terendah harian di level 4072.18 selama perdagangan jumat minggu lalu. Pelemahan yang terjadi pada perdagangan hari jumat minggu lalu merupakan imbas dari pernyataan Donald Trump yang mengizinkan kembali perundingan antara AS-Iran, tetapi disaat yang sama Trump juga menyatakan bahwa gencatan senjata antara kedua belah pihak secara resmi telah berakhir

Serangan yang dilakukan kembali oleh militer AS merupakan imbas serangan yang dilakukan oleh Iran terhadap kapal-kapal sipil yang melintasi selat Hormuz. Hal ini semakin membuat ketidakpastian pada pasar dan kembali memicu kenaikan harga minyak, sehingga kekhawatiran terhadap inflasi akan semakin membuat peluang The Fed untuk menaikan suku bunga semakin besar.

Sementara itu data yang dikeluarkan oleh FedWatch Tool menyatakan bahwa pasar memperkirakan hampir 90% kenaikan suku bunga akan dilakukan oleh The Fed pada akhir tahun ini. Hal ini semakin mendukung imbal hasil obligasi AS yang sangat tinggi serta memberikan kekuatan terhadap Dolar AS sehingga semakin memberikan tekanan terhadap Emas,

Akan tetapi, pasar semakin hati-hati dan terus memperhatikan pergerakan yang terjadi dipasar. Para “Buyer” Dolar AS memiliki keraguan untuk terus melakukan pergerakan dan terus menunggu petunjuk baru dari kebijakan tang akan dilakukan oleh the Fed kedepan.

Pasar emas berada dalam sikap menunggu menjelang rilis data inflasi pada minggu ini serta pernyataan yang akan dilakukan oleh Ketua the Fed, Kevin Warsh di depan kongres pada minggu ini. Hal ini membuat pasar akan terus menunggu setiap data dan pernyataan yang akan dikeluarkan dalam minggu ini.

Emas membuka perdagangan hari senin dengan posisi yang kembali tertekan. Logam mulia ini kembali menarik para “Seller” turun ke level 4050.00 selama perdagangan sesi Asia pada hari ini. Tingginya eskalasi di selat Hormuz semakin memberikan tekanan bagi pergerakan logam mulia ini kedepan.

Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS–Iran serta meningkatnya risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global serta rilis risalah inflasi yang akan dikeluarkan pada hari selalsai nanti. Walaupun tidak ada agenda ekonomi besar hari ini, tapi beberapa data fundamental setidaknya akan mempengaruhi pergerakan yang terjadi pada pasar pada perdagangan hari ini.

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD kembali lagi berada dalam tendensi bearish dalam pergerakannya akan tetapi peluang penguatan masih tetap terjaga selama perdagangan hari ini. Pergerakan diperkirakan bervolatilitas tinggi dan berusaha untuk kembali berada di level 4100.00.

Walaupun demikian, XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga. Pasar saat ini masih tetap berada dalam tendensi bearish dan tetap “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.

Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4098.70. Pergerakan XAU/USD semakin tertekan selama pasar Asia dan terus melemah dan menembus level terendah harian pada level 4049.33. XAU/USD diperkirakan akan tertekan pada perdagangan hari ini terutama saat memasuki pasar Eropa nanti

Pergerakan XAU/USD masih dibayangi tekanan akibat geopolitik yang tidak menentu di Timur Tengah serta prospek kebijakan yang akan dikeluarkan oleh The Fed pada minggu ini. Di tengah volatilitas yang tinggi dan sedikit bias pelemahan, potensi rebound intraday masih bisa muncul. Untuk pergerakan selanjutnya, harga cenderung menanti katalis baru sebelum mencatat pergerakan yang lebih impulsif pada sesi perdagangan hari ini.

Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4021.90 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 3995.95. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4034.53.

Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4136.12. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4100.00 dan terus menguat hingga menembus level 4115.89

 

Trading Plan

Range XAU/USD: 4049.75 - 4137.11

S1 = 4021.90

S2 = 3995.95

R1 = 4115.89

R2 = 4136.12


Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Emas Rentan saat Risiko Iran Nyalakan Kembali Kekhawatiran Inflasi

Emas Rentan saat Risiko Iran Nyalakan Kembali Kekhawatiran Inflasi

Emas (XAU/USD) mempertahankan nada penawaran jual sepanjang sesi Asia pada hari Senin dan saat ini diperdagangkan sedikit di atas $4.050, turun hampir 1,40% pada hari ini. Eskalasi lebih lanjut ketegangan antara AS dan Iran, bersama dengan penutupan Selat Hormuz, mengangkat harga minyak mentah dan menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap inflasi.
Perak Jatuh ke Dekat $58,00 karena Bias Bearish yang Berlaku

Perak Jatuh ke Dekat $58,00 karena Bias Bearish yang Berlaku

XAG/USD kesulitan selama dua hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar $58,20 per troy ons selama sesi perdagangan Eropa pada hari Senin. Analisis teknis pada grafik harian menunjukkan bahwa harga spot tetap berada dalam pola descending channel, yang mengindikasikan bias bearish yang berlaku.
Minyak Naik, Saham Turun saat Pedagang Tersandung Garis Patahan Hormuz Sekali Lagi

Minyak Naik, Saham Turun saat Pedagang Tersandung Garis Patahan Hormuz Sekali Lagi

Pasar mengawali pekan dengan kembali tersandung di garis patahan Hormuz. Harga minyak naik, kontrak berjangka saham melemah, Treasury turun, dan USD menguat setelah gelombang baru serangan AS terhadap target-target Iran. Emas justru bergerak ke arah sebaliknya, sesuatu yang hanya terlihat ganjil jika konflik ini dipandang secara terpisah.
Cardano: Akumulasi paus yang berkelanjutan gagal menghentikan koreksi ke bawah

Cardano: Akumulasi paus yang berkelanjutan gagal menghentikan koreksi ke bawah

Cardano (ADA) melanjutkan pelemahannya, diperdagangkan di bawah $0,160 setelah turun lebih dari 14% dalam minggu sebelumnya. Meskipun data on-chain menunjukkan akumulasi berkelanjutan oleh whales, aktivitas pembelian gagal mengangkat harga. Sementara itu, metrik derivatif bearish dan prospek teknis yang melemah menunjukkan penurunan lebih lanjut untuk ADA.

Valas Hari Ini: Dolar AS Diuntungkan oleh Penghindaran Risiko saat Situasi Timur Tengah Memanas

Valas Hari Ini: Dolar AS Diuntungkan oleh Penghindaran Risiko saat Situasi Timur Tengah Memanas

Arus safe haven mendominasi aksi di pasar keuangan pada awal pekan baru karena ketegangan di Timur Tengah semakin meningkat. Kalender ekonomi tidak akan menampilkan rilis data makroekonomi tingkat tinggi apa pun pada hari Senin.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA