• IHSG ditutup menguat 1,36% ke 6.118 pada Senin, melanjutkan kenaikan Jumat dan berakhir dekat level tertinggi harian 6.119.
  • Sepuluh dari 11 sektor menghijau, dipimpin properti 2,31%, bahan baku 2,07%, dan infrastruktur 2,00%, sementara teknologi turun 1,34%.
  • Pemulihan berlangsung setelah pasar saham tertekan sepanjang September, ketika OJK mencatat investor asing membukukan net sell Rp10,24 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, dengan naik 81,97 poin atau 1,36% ke 6.118,86. Indeks sempat turun hingga 6.019 setelah dibuka di 6.055, sebelum berbalik naik dan ditutup hanya sedikit di bawah level tertinggi harian 6.119. Kenaikan ini memperpanjang pemulihan setelah IHSG mengakhiri perdagangan Jumat di 6.036 dengan penguatan 0,46%.

Penguatan berlangsung cukup luas. Sebanyak 10 dari 11 sektor berakhir di zona hijau, dengan properti memimpin sebesar 2,31%, disusul bahan baku 2,07% dan infrastruktur 2,00%. Energi dan barang konsumen non-primer masing-masing naik 1,82%, transportasi 1,77%, serta kesehatan 1,72%. Teknologi menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi, turun 1,34%. Secara keseluruhan, 547 saham menguat, sementara 164 saham melemah dan 252 lainnya stagnan.

Sejumlah saham berkapitalisasi besar ikut menopang pasar. BBCA naik sekitar 1% ke Rp6.175, BBRI ke Rp3.120, TLKM ke Rp2.290, dan BMRI ke Rp4.100. Sebaliknya, GOTO turun sekitar 3% ke Rp29 dan menjadi salah satu saham paling aktif, sejalan dengan pelemahan sektor teknologi.

Pasar Pulih setelah Tekanan September

Kenaikan awal pekan terjadi setelah pasar saham Indonesia melewati September dengan tekanan cukup dalam. Dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Senin, OJK mencatat investor asing membukukan net sell Rp10,24 triliun pada September, berbalik dari net buy Rp1,19 triliun pada Agustus. Penghimpunan dana melalui penawaran umum mencapai Rp186,03 triliun sepanjang tahun hingga September, sementara jumlah investor pasar modal meningkat menjadi 32,17 juta.

Latar ekonomi domestik relatif positif setelah rangkaian data pekan lalu menunjukkan PMI Manufaktur September naik ke 52,4, neraca perdagangan Agustus mencatat surplus US$3,55 miliar, sementara inflasi September berada di 3,28% secara tahunan dengan inflasi inti 2,84%. Data tersebut menjadi penopang fundamental, meski keberlanjutan pemulihan pasar masih perlu dikonfirmasi setelah derasnya arus keluar asing bulan lalu.

Bursa Asia turut memberikan latar yang kondusif, meski bukan menjadi pusat penguatan pasar domestik. Nikkei melonjak sekitar 2,40%, KOSPI naik 0,46%, STI 0,52%, Shanghai 0,31%, dan Hang Seng 0,28%. Penguatan regional mengikuti kenaikan Wall Street sebelumnya setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS September hanya bertambah 29 ribu pekerjaan, jauh di bawah konsensus 90 ribu dan melambat dari 133 ribu pada Agustus. Data tersebut memperkuat sinyal pelemahan pasar tenaga kerja AS dan mengurangi kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Selanjutnya, investor menantikan PMI Jasa ISM AS yang dirilis Senin malam untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan arah kebijakan Federal Reserve (The Fed).

Tren Bearish Belum Sepenuhnya Berakhir

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG

Dari perspektif teknis, tren pasar saham domestik masih berada dalam descending channel yang terbentuk sejak September, meskipun rebound sejak Jumat membawa penutupan IHSG ke 6.118 pada Senin dan mendekati sisi atas channel tersebut. Resistance terdekat berada di 6.150 (tertinggi 29 Sptember), kemudian 6.229. Penembusan yang bertahan di atas area tersebut akan menjadi sinyal awal bahwa tekanan bearish mulai mereda. Relative Strength Index (RSI) berada di 37,34, pulih dari area mendekati oversold tetapi masih di bawah level netral 50, sehingga momentum pemulihan belum sepenuhnya kuat.

Jika kenaikan lebih jauh kehilangan tenaga, support terdekat berada di 5.973 (terendah 1 Oktober), diikuti batas bawah Bollinger Band di sekitar 5.934. Tekanan yang lebih dalam dapat kembali membawa pasar menuju 5.839, yang menjadi swing low pada Juli.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Kesulitan saat Penilaian Ulang Sikap Dovish The Fed Bertemu Dolar AS yang Lebih Kuat, Imbal Hasil yang Tinggi

Emas Kesulitan saat Penilaian Ulang Sikap Dovish The Fed Bertemu Dolar AS yang Lebih Kuat, Imbal Hasil yang Tinggi

Emas (XAU/USD) memulai pekan dengan bias positif ringan tetapi tetap bergerak dalam kisaran, terjebak di antara berkurangnya prakiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan Dolar AS (USD) yang lebih kuat. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga tetap tinggi di dekat level tertinggi multi-tahun, membatasi permintaan logam yang tidak berimbal hasil.
Euro Berupaya Merebut Kembali Level 1,1200 Menyusul Data Aktivitas Jasa yang Beragam

Euro Berupaya Merebut Kembali Level 1,1200 Menyusul Data Aktivitas Jasa yang Beragam

Euro (EUR) mempertahankan nada bearish terhadap Dolar AS (USD) pada hari Senin, menyusul serangkaian data Aktivitas Jasa yang beragam dan data Keyakinan Investor yang lemah, dengan kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Prancis membebani secara signifikan.
Minyak dan Emas: Tinjauan Harga untuk Sepekan Mendatang

Minyak dan Emas: Tinjauan Harga untuk Sepekan Mendatang

Pratinjau data mingguan ini membahas Minyak AS dan XAUUSD, dengan data ekonomi yang diprakirakan akan dirilis akhir pekan ini sebagai pendorong utama pasar untuk prospek jangka pendek. Senin
Pi Network berisiko mengalami penurunan yang lebih tajam saat momentum bearish menguat

Pi Network berisiko mengalami penurunan yang lebih tajam saat momentum bearish menguat

Pi Network melanjutkan pelemahannya di bawah US$0,090, mempertahankan penurunan yang stabil untuk hari kelima berturut-turut. Permintaan ritel tetap kuat, dengan nilai nosional perpetual aktif bertahan di atas US$10 Juta. Prospek teknis untuk PI tetap bearish karena momentum bearish meningkat.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 5 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 5 Oktober:

Euro tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada awal pekan karena para investor semakin khawatir terhadap prospek fiskal Prancis. Kalender ekonomi Eropa akan menampilkan data Indeks Harga Produsen untuk bulan September dan Keyakinan Investor Sentix untuk bulan Oktober. Pada hari ini, Institute for Supply Management akan merilis Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) Jasa AS untuk bulan September.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA