IHSG Menguat ke 5.912, Masih Tertahan di Bawah 6.000
|- IHSG berbalik menguat 0,67% ke 5.912, tetapi masih tertahan di bawah level psikologis 6.000.
- Sektor barang baku memimpin kenaikan, sementara sektor kesehatan menjadi pemberat.
- Pasar mencermati Rupiah di atas 18.000, kontraksi penjualan ritel, peringatan S&P DJI, dan risalah rapat FOMC yang cenderung hawkish.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat 39 poin atau 0,67% ke 5.912 pada penutupan perdagangan Kamis, tetapi masih tertahan di bawah level psikologis 6.000. Indeks dibuka melemah di 5.865 dan sempat turun ke 5.839 sebelum pulih hingga akhir sesi.
Penguatan berlangsung ketika Rupiah menembus level 18.000 per Dolar AS dan penjualan ritel Indonesia kembali terkontraksi. Pasar masih menghadapi risalah rapat FOMC yang cenderung hawkish serta volatilitas harga minyak.
Kenaikan IHSG terutama ditopang oleh sektor barang baku, dengan IDXBASIC melonjak 2,16% ke 1.499. IDXSHAGROW naik 1,33% ke 80 dan IDXTRANS menguat 1,21% ke 1.646.
IDXHEALTH mencatat pelemahan terdalam dengan turun 1,40% ke 1.433. IDXQ30 melemah 0,41% ke 106, sementara SMinfra18 turun 0,45% ke 213.
Peringatan S&P DJI dan Kontraksi Penjualan Ritel
Peringatan S&P Dow Jones Indices masih membayangi pasar setelah Indonesia dimasukkan ke dalam 2027 Country Classification Watchlist. Penyedia indeks tersebut menyoroti transparansi kepemilikan saham dan likuiditas pasar, serta membuka kemungkinan penerapan perlakuan khusus hingga peninjauan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market apabila persoalan tersebut tidak membaik.
Sucor Sekuritas, seperti dikutip Infobanknews, menilai aktivitas transaksi saham pada awal Juli relatif lesu di kisaran Rp9 triliun-Rp11 triliun per hari. Pelemahan aktivitas tersebut antara lain dikaitkan dengan terserapnya dana investor oleh IPO, geopolitik, serta evaluasi S&P terhadap Indonesia.
Data Bank Indonesia menunjukkan penjualan ritel masih tertekan pada Mei 2026. Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat sebesar 223,4 atau terkontraksi 3,9% secara tahunan (yoy), sedikit lebih dalam dibandingkan kontraksi 3,7% pada April.
Secara bulanan, penjualan turun 1,5% (mtm), membaik dari penurunan 11,6% pada bulan sebelumnya.
Pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia turut dicermati setelah membuka kemungkinan peninjauan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) bagi perusahaan tambang yang tidak menggunakan biodiesel B50. Pernyataan tersebut menyasar pelaku industri pertambangan, termasuk sejumlah kelompok usaha besar seperti Adaro, Indika, dan Astra.
Bursa Asia Menguat, Risalah Rapat FOMC Cenderung Hawkish
Pergerakan IHSG sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang bergerak positif pada perdagangan Kamis. Shanghai Composite memimpin kenaikan sebesar 1,65% ke 4.036, disusul Nikkei yang naik 1,38% ke 67.743. STI bertambah 1,20% ke 5.434, sementara KOSPI menguat 0,62% ke 7.291.
Harga minyak sempat melonjak lebih dari 5% sebelum Brent terkoreksi tipis 0,18% ke US$77,88 per barel pada perdagangan terbaru. Lonjakan sebelumnya dipicu kekhawatiran terhadap pasokan setelah konflik AS-Iran kembali memanas dan memperbesar risiko tekanan inflasi global.
Risiko tekanan harga tercermin dalam risalah rapat FOMC Juni yang menunjukkan nada cenderung hawkish. Para pengambil kebijakan masih melihat kemungkinan inflasi AS bertahan tinggi, sementara sebagian peserta menilai terdapat alasan untuk menaikkan suku bunga.
"Risalah pertemuan FOMC bulan Juni menyoroti kekhawatiran yang meningkat di kalangan pengambil kebijakan bahwa inflasi dapat tetap tinggi, meskipun risiko penurunan terhadap pasar tenaga kerja telah sedikit mereda," kata Lloyd Chan dari MUFG saat menilai risalah rapat tersebut.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.