fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Melonjak 2,5% di Tengah Volatilitas Tinggi, Rebound Teknis Warnai Penutupan Selasa

  • IHSG ditutup naik 2,53% ke level 8.122, memangkas tekanan intraday setelah sempat jatuh ke 7.712.
  • Sektor siklikal memimpin rebound, dengan IDXBASIC melonjak 6,52% dan IDXINDUST naik 5,42%.
  • Sentimen domestik dan global berbaur, di tengah respons otoritas atas sorotan MSCI dan penyesuaian ekspektasi kebijakan The Fed.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa dengan lonjakan tajam, menguat 2,53% atau 199 poin ke level 8.122, setelah sempat bergerak volatil sepanjang sesi. Indeks dibuka di 7.888, sempat tertekan hingga 7.712, sebelum berbalik menguat dan menyentuh level tertinggi harian di 8.122 menjelang penutupan.

Penguatan berlangsung merata, dengan sektor berbasis siklikal memimpin rebound. IDXBASIC melonjak 6,52%, disusul IDXINDUST yang naik 5,42%, serta indeks sektor terkait komoditas dan infrastruktur yang juga mencatat kenaikan solid. Di sisi lain, indeks berbasis BUMN dan perbankan bergerak lebih terbatas, mencerminkan sikap selektif investor.

Secara teknis, harga indeks membentuk volatilitas tinggi dengan membentuk candlestick bearish long wick pada hari Rabu pekan lalu, menandakan tekanan jual agresif sempat muncul ketika indeks gagal bertahan di area atas tren naik jangka menengah. Meski demikian, IHSG berhasil bertahan di atas zona penopang 8.100-8.200, yang sejauh ini menahan tekanan lanjutan dan membuka ruang konsolidasi jangka pendek.

Dari dalam negeri, sentimen turut ditopang upaya pemerintah meredam dampak peringatan MSCI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, seperti dikutip Bloomberg, menilai sorotan MSCI justru dapat menjadi momentum untuk mempercepat perbaikan struktur dan transparansi pasar keuangan. Ia menegaskan gejolak tajam pekan lalu lebih mencerminkan kegelisahan investor ketimbang indikasi krisis fundamental.

Dari eksternal, pasar domestik turut merespons rebound dolar AS pada awal pekan. Menurut Lee Hardman, Analis Mata Uang Senior MUFG, penguatan dolar didorong oleh nominasi Kevin Warsh sebagai calon Ketua Federal Reserve oleh Presiden AS Donald Trump, serta rilis data manufaktur ISM yang lebih kuat dari perkiraan. Perkembangan ini mendorong pasar memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, sehingga menekan ruang gerak aset berisiko.

Sementara itu, ketidakpastian global masih bertahan menyusul tertundanya sejumlah rilis data ekonomi AS, termasuk laporan pasar tenaga kerja, akibat penutupan sebagian pemerintah federal. Menurut Kathleen Brooks, Direktur Riset XTB UK, kredensial hawkish Warsh justru meredakan kekhawatiran terkait independensi The Fed dan risiko inflasi. Namun, pasar masih menunggu penilaian Warsh terhadap kondisi ketenagakerjaan AS, yang kini tertunda seiring penjadwalan ulang data Nonfarm Payrolls (NFP).

Ke depan, pelaku pasar diperkirakan tetap berhati-hati, menakar keseimbangan antara pemulihan teknis IHSG, dinamika kebijakan global, serta kejelasan arah data ekonomi Amerika Serikat sebelum memperluas eksposur secara agresif.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.