Valas Hari Ini: Fokus Tetap pada Data AS, Pernyataan Pejabat The Fed, dan PDB Inggris
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliDalam minggu yang cukup tidak menentu, Dolar AS (USD) membalikkan kenaikan signifikan hari Selasa dan mengalihkan perhatiannya ke arah yang berlawanan di tengah kegelisahan seputar independensi The Fed serta meningkatnya spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve nanti tahun ini.
Berikut adalah yang perlu diperhatikan pada hari Kamis, 15 Januari:
Indeks Dolar AS (DXY) mengalami tekanan ke bawah baru, menguji support 99,00 di tengah penurunan imbal hasil obligasi Pemerintah AS di seluruh kurva. Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan yang seperti biasa akan dirilis bersamaan dengan Indeks Manufaktur NY Empire State, Harga Ekspor dan Impor, Indeks Manufaktur The Fed Philly, dan Aliran TIC. Selain itu, Bostic, Barr, dan Barkin dari The Fed semuanya dijadwalkan untuk berbicara.
EUR/USD diperdagangkan dengan bias ke atas yang lesu, melayang di sekitar wilayah 1,1650. Pertumbuhan PDB Tahunan Jerman akan dirilis, diikuti oleh Produksi Industri dan Neraca Perdagangan di kawasan Euro yang lebih luas.
GBP/USD membalikkan penurunan hari Selasa dan mencatatkan kenaikan yang baik di sekitar zona 1,34450. Agenda menarik akan menampilkan Neraca Harga Perumahan RICS, diikuti oleh data PDB, hasil Neraca Perdagangan, Produksi Industri dan Manufaktur, Output Konstruksi, dan Pelacak PDB Bulanan NIESR.
USD/JPY mencapai level tertinggi multi-bulan lainnya sebelum mengalami tekanan ke bawah baru dan menutup hari dengan penurunan signifikan di dekat level 158,00. Selanjutnya, akan dirilis data Investasi Obligasi Asing mingguan, Harga Produsen, dan Indeks Tankan Reuters.
AUD/USD gagal merebut kembali area di atas level 0,6700, mundur menuju zona 0,6680 di tengah aksi harga yang tidak konklusif. Ekspektasi Inflasi Konsumen yang diukur oleh Melbourne Institute akan menjadi peristiwa penting di Australia.
Harga WTI melanjutkan kenaikannya untuk lima hari berturut-turut, mendekati level $62,00 per barel saat para pedagang terus mengevaluasi potensi risiko gangguan pasokan dari Iran.
Hari lain, rekor tertinggi lainnya dalam harga Emas. Kali ini logam kuning mendekati level $4.640 per troy ons di tengah meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga lebih lanjut oleh The Fed. Hal yang sama juga berlaku untuk Perak, yang melampaui level $92,00 per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.