Rupiah Melemah Terbatas di Tengah Data Domestik yang Beragam dan Tekanan Global
|- Rupiah melemah ke 16.740-16.750 per dolar AS di tengah data domestik yang beragam.
- Ekspor terkontraksi 6,6% (YoY) meski surplus dagang November bertahan di US$2,66 miliar.
- DXY menguat tipis di tengah meningkatnya risiko geopolitik, menjaga Rupiah bergerak defensif menjelang rilis data AS.
Nilai tukar Rupiah (IDR) bergerak melemah ke kisaran 16.740-16.750 per dolar AS (USD) pada perdagangan Senin siang, karena pasar mulai menimbang ulang kombinasi data domestik yang cenderung beragam. Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan permintaan dalam negeri, tekanan dari sisi eksternal dan kinerja perdagangan luar negeri masih menahan ruang penguatan Rupiah.
Surplus Dagang Bertahan, Tekanan Ekspor dan Inflasi Batasi Ruang Rupiah
Dari sisi perdagangan luar negeri, surplus neraca dagang Indonesia untuk bulan November tetap terjaga di US$2,66 miliar, meski berada di bawah konsensus pasar, dengan tekanan paling nyata datang dari ekspor yang terkontraksi 6,6% (YoY) akibat turunnya nilai pengiriman komoditas utama seperti batu bara, minyak sawit, logam nikel, dan tembaga, sementara impor yang tumbuh tipis 0,46% mengindikasikan aktivitas domestik mulai pulih namun sekaligus mempersempit bantalan eksternal, sehingga menjaga sikap pasar tetap berhati-hati terhadap prospek Rupiah dalam jangka pendek.
Di sisi harga, inflasi Desember meningkat ke 2,92% (YoY) dan 0,64% (MoM), melampaui ekspektasi pasar. Kenaikan ini menegaskan menguatnya permintaan musiman akhir tahun. Namun, inflasi inti yang stabil di 2,38% memberi sinyal bahwa tekanan harga struktural masih terkendali, sehingga belum cukup kuat untuk mendorong perubahan ekspektasi kebijakan moneter secara agresif.
Sementara itu, pelemahan PMI manufaktur ke level 51,2 serta perlambatan pertumbuhan kunjungan wisatawan turut menambah nuansa kehati-hatian pasar. Kombinasi data ini mendorong pelaku pasar untuk menahan langkah, terutama menjelang masuknya aliran transaksi dari sesi Eropa yang cenderung lebih sensitif terhadap pergerakan dolar AS global.
Dolar AS Unggul di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Global
Sebagai latar eksternal, indeks dolar AS (DXY) terlihat menguat tipis dan bertahan di zona tinggi menjelang awal sesi Eropa, mencerminkan pasar global yang kembali memusatkan perhatian pada aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik serta kehati-hatian menjelang rilis data lanjutan dari Amerika Serikat. Penguatan dolar ini secara bertahap menekan ruang gerak mata uang emerging market, termasuk Rupiah, meski belum memicu lonjakan volatilitas yang agresif.
Di luar faktor domestik, risiko geopolitik kembali membentuk tekanan laten bagi sentimen global. Pasar bergerak lebih defensif setelah pasukan khusus Amerika Serikat melancarkan operasi militer besar terhadap Venezuela pada akhir pekan, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya. Dalam pernyataan publik, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih pengelolaan Venezuela hingga proses transisi dinilai aman dan terkendali, memperkuat persepsi bahwa eskalasi geopolitik masih jauh dari mereda.
Ketidakpastian tersebut semakin berlapis di tengah mandeknya perundingan damai Rusia-Ukraina, berlanjutnya ketegangan di Iran, serta konflik Gaza yang belum menunjukkan tanda deeskalasi. Nada kehati-hatian pasar kian mengental setelah komentar lanjutan Trump pada awal pekan, sebagaimana dikutip oleh Kobeissi Letter, yang menyinggung kondisi politik Kolombia dan membuka wacana potensi intervensi AS. Kombinasi faktor ini mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur berisiko dan kembali menegaskan Dolar AS sebagai aset lindung nilai, sehingga Rupiah diprakirakan menutup perdagangan dengan kecenderungan bergerak terbatas dan bias defensif, sembari menunggu kejelasan arah sentimen global berikutnya.
Data PMI ISM AS Jadi Penentu Arah Sentimen Berikutnya
Malam ini, perhatian pasar tertuju pada rilis data manufaktur Amerika Serikat sebagai petunjuk arah berikutnya, khususnya PMI Manufaktur ISM Desember beserta komponen turunannya, termasuk harga dibayar, indeks ketenagakerjaan, dan pesanan baru. Konsensus memprakirakan PMI ISM berada di 48,3, sedikit di atas capaian sebelumnya 48,2, dengan harga dibayar diproyeksikan naik ke 59 dari 58,5, sementara indeks ketenagakerjaan diperkirakan tetap berada di area kontraksi 44.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur ISM
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM), yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor manufaktur AS. Indikator tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif pemasok manufaktur berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan di organisasi masing-masing. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi manufaktur secara umum berkembang, yang merupakan tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Angka di bawah 50 menandakan aktivitas pabrik secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sen Jan 05, 2026 15.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 48.3
Sebelumnya: 48.2
Sumber: Institute for Supply Management
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) memberikan pandangan yang andal terhadap keadaan sektor manufaktur AS. Data di atas 50 menunjukkan bahwa aktivitas bisnis berkembang selama periode survei dan sebaliknya. IMP dianggap sebagai indikator utama dan dapat menandakan pergeseran siklus ekonomi. Hasil cetak yang lebih kuat dari perkiraan biasanya berdampak positif pada USD. Selain IMP utama, data Indeks Ketenagakerjaan dan Indeks Harga yang Dibayar diawasi dengan cermat karena keduanya menyoroti pasar tenaga kerja dan inflasi.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.