Prakiraan Harga EUR/USD: Turun Mendekati 1,1600 karena Bias Bearish yang Persisten
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- EUR/USD dapat terdepresiasi menuju terendah tujuh bulan di 1,1468.
- Relative Strength Index 14-hari turun menuju terendah-30, menandakan meningkatnya tekanan jual.
- Penghalang utama terletak di EMA sembilan hari di 1,1705.
EUR/USD terdepresiasi setelah mencatatkan kenaikan moderat di sesi sebelumnya, diperdagangkan di sekitar 1,1610 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Analisis teknis grafik harian mengindikasikan bias bearish persisten karena pasangan mata uang EUR/USD tetap berada dalam pola descending channel.
Indikator momentum Relative Strength Index (RSI) 14-hari telah mundur menuju terendah-30 dari pembacaan overbought yang terlihat dalam sesi-sesi terakhir, mengonfirmasi meningkatnya tekanan jual daripada sekadar konsolidasi di atas level tertinggi sebelumnya.
Bias jangka pendek beralih menjadi bearish setelah pasangan mata uang ini tergelincir di bawah Exponential Moving Average (EMA) sembilan hari dan kini diperdagangkan di bawah EMA 50-hari yang lebih datar, menandakan hilangnya momentum ke atas dari kenaikan sebelumnya.
Pasangan mata uang EUR/USD mungkin menjelajahi wilayah di sekitar terendah tujuh bulan 1,1468, diikuti oleh batas bawah descending channel di sekitar 1,1450.
Di sisi atas, resistance awal terletak di EMA sembilan hari di 1,1705, diikuti oleh EMA 50-hari di 1,1758 dan batas atas descending channel di sekitar 1,1800. Kenaikan lebih lanjut di atas channel akan menyebabkan munculnya bias bullish dan mendukung pasangan mata uang EUR/USD untuk menjelajahi wilayah sekitar 1,2082, level tertinggi sejak Juni 2021.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Pertanyaan Umum Seputar Euro
Euro adalah mata uang untuk 19 negara Uni Eropa yang termasuk dalam Zona Euro. Euro adalah mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada tahun 2022, mata uang ini menyumbang 31% dari semua transaksi valuta asing, dengan omzet harian rata-rata lebih dari $2,2 triliun per hari. EUR/USD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang sekitar 30% dari semua transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%) dan EUR/AUD (2%).
Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, adalah bank cadangan untuk Zona Euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter. Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan. Alat utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi – biasanya akan menguntungkan Euro dan sebaliknya. Dewan Pengurus ECB membuat keputusan kebijakan moneter pada pertemuan yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh kepala bank nasional Zona Euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.
Data inflasi Zona Euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP), merupakan ekonometrik penting bagi Euro. Jika inflasi naik lebih dari yang diharapkan, terutama jika di atas target 2% ECB, maka ECB harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikannya kembali. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan suku bunga negara-negara lain biasanya akan menguntungkan Euro, karena membuat kawasan tersebut lebih menarik sebagai tempat bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka.
Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi Euro. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah mata uang tunggal. Ekonomi yang kuat baik untuk Euro. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro kemungkinan akan jatuh. Data ekonomi untuk empat ekonomi terbesar di kawasan Euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting, karena mereka menyumbang 75% dari ekonomi Zona Euro.
Rilis data penting lainnya bagi Euro adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang sangat diminati, maka nilai mata uangnya akan naik murni dari permintaan tambahan yang diciptakan oleh pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca yang negatif.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.