Prakiraan Harga EUR/USD: Stabil di Bawah 1,1700 saat Momentum Jenuh Beli Batasi Kenaikan
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- EUR/USD datar di sekitar 1,1680 pada awal sesi Eropa hari Senin.
- Pasangan mata uang ini mempertahankan nada konstruktif, tetapi aksi jual sementara atau konsolidasi tidak dapat dikesampingkan di tengah momentum RSI yang jenuh beli.
- Hambatan sisi atas pertama muncul di 1,1705; level support awal terlihat di 1,1575.
Pasangan mata uang EUR/USD bertahan stabil di dekat 1,1680 selama awal sesi perdagangan Eropa pada hari Senin. Intervensi fiskal dari Departemen Keuangan AS membebani Dolar AS (USD) terhadap Euro (EUR). Para pedagang bersiap menghadapi rincian sanksi terhadap Iran dan pidato kebijakan minggu ini di Amerika Serikat (AS).
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengatakan pada hari Kamis bahwa pihaknya akan menggandakan pembelian kembali obligasi tenor panjang menjadi US$4 miliar per operasi untuk membatasi lonjakan imbal hasil obligasi 30 tahun. Pengumuman itu muncul sehari setelah departemen tersebut mengatakan akan berjanji untuk setidaknya menggandakan ukuran pembelian kembali utang bertenor lebih panjang dalam upaya menahan imbal hasil obligasi.
Para pedagang khawatir atas memburuknya prospek fiskal dan ketidakpastian atas jalur kebijakan Federal Reserve (The Fed). Hal ini, pada gilirannya, memberikan tekanan jual pada Greenback.
Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada hari Senin pukul 18:00 GMT (Selasa, 01:00 WIB) setelah mengancam "sanksi terberat dalam sejarah" terhadap Iran, dengan pasar berfokus pada apakah ia akan menargetkan Tiongkok. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menepis ancaman putaran baru sanksi ekonomi AS sebagai taktik "putus asa" dan mengatakan langkah-langkah baru yang diharapkan itu tidak akan mampu mengalahkan Teheran, menurut Reuters. Ketegangan yang terus berlanjut antara AS dan Iran dapat memicu aliran safe-haven kembali ke Greenback.
Pada hari Jumat, perhatian akan beralih ke pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Jackson Hole, Wyoming, untuk mendapatkan kejelasan mengenai prospek suku bunga AS. Setiap komentar-komentar hawkish dari para pejabat The Fed mungkin membantu membatasi pelemahan USD.
Para Pedagang Euro–Dolar Mencermati Nada Warsh sebagai Potensi Risiko Hawkish
Para analis Commerzbank memperingatkan bahwa komunikasi kebijakan tetap menjadi pendorong utama bagi EUR-USD dalam waktu dekat, menyoroti bahwa "satu risiko bagi EUR–USD adalah bahwa Warsh akan terdengar lebih hawkish daripada yang diprakirakan pada hari Jumat." Mereka berpendapat bahwa sikap yang lebih tegas dari pejabat The Fed di Jackson Hole daripada yang diantisipasi dapat mengguncang sentimen Dolar saat ini dan memicu kembali volatilitas pada nilai tukar Euro–Dolar.
Analisis Teknis: EUR/USD Mempertahankan Nuansa Bullish dalam Waktu Dekat di Tengah Momentum RSI yang Jenuh Beli
Pada grafik harian, EUR/USD mempertahankan bias bullish jangka pendek karena harga spot bertahan di atas batas tengah Bollinger Band 20-hari dan Simple Moving Average (SMA) 100-hari. Harga menekan area atas kisaran terbaru dan berada tepat di bawah batas atas Bollinger, sementara Relative Strength Index (14) di sekitar 73 menunjukkan kondisi jenuh beli yang dapat meredam kenaikan langsung meskipun strukturnya mendukung.
Di sisi atas, resistance awal berada di batas atas Bollinger di 1,1705, tempat para pembeli mungkin menghadapi aksi ambil untung. Di sisi bawah, support terlihat pertama di SMA 100-hari di dekat 1,1575, diikuti oleh batas terngah Bollinger 20-hari di 1,1558, dengan dasar struktural yang lebih dalam di batas bawah Bollinger dekat 1,1415.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Pertanyaan Umum Seputar Euro
Euro adalah mata uang untuk 19 negara Uni Eropa yang termasuk dalam Zona Euro. Euro adalah mata uang kedua yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS. Pada tahun 2022, mata uang ini menyumbang 31% dari semua transaksi valuta asing, dengan omzet harian rata-rata lebih dari $2,2 triliun per hari. EUR/USD adalah pasangan mata uang yang paling banyak diperdagangkan di dunia, menyumbang sekitar 30% dari semua transaksi, diikuti oleh EUR/JPY (4%), EUR/GBP (3%) dan EUR/AUD (2%).
Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman, adalah bank cadangan untuk Zona Euro. ECB menetapkan suku bunga dan mengelola kebijakan moneter. Mandat utama ECB adalah menjaga stabilitas harga, yang berarti mengendalikan inflasi atau merangsang pertumbuhan. Alat utamanya adalah menaikkan atau menurunkan suku bunga. Suku bunga yang relatif tinggi – atau ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi – biasanya akan menguntungkan Euro dan sebaliknya. Dewan Pengurus ECB membuat keputusan kebijakan moneter pada pertemuan yang diadakan delapan kali setahun. Keputusan dibuat oleh kepala bank nasional Zona Euro dan enam anggota tetap, termasuk Presiden ECB, Christine Lagarde.
Data inflasi Zona Euro, yang diukur dengan Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (HICP), merupakan ekonometrik penting bagi Euro. Jika inflasi naik lebih dari yang diharapkan, terutama jika di atas target 2% ECB, maka ECB harus menaikkan suku bunga untuk mengendalikannya kembali. Suku bunga yang relatif tinggi dibandingkan dengan suku bunga negara-negara lain biasanya akan menguntungkan Euro, karena membuat kawasan tersebut lebih menarik sebagai tempat bagi para investor global untuk menyimpan uang mereka.
Rilis data mengukur kesehatan ekonomi dan dapat memengaruhi Euro. Indikator-indikator seperti PDB, IMP Manufaktur dan Jasa, ketenagakerjaan, dan survei sentimen konsumen semuanya dapat memengaruhi arah mata uang tunggal. Ekonomi yang kuat baik untuk Euro. Tidak hanya menarik lebih banyak investasi asing, tetapi juga dapat mendorong ECB untuk menaikkan suku bunga, yang secara langsung akan memperkuat Euro. Sebaliknya, jika data ekonomi lemah, Euro kemungkinan akan jatuh. Data ekonomi untuk empat ekonomi terbesar di kawasan Euro (Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol) sangat penting, karena mereka menyumbang 75% dari ekonomi Zona Euro.
Rilis data penting lainnya bagi Euro adalah Neraca Perdagangan. Indikator ini mengukur perbedaan antara apa yang diperoleh suatu negara dari ekspornya dan apa yang dibelanjakannya untuk impor selama periode tertentu. Jika suatu negara memproduksi barang ekspor yang sangat diminati, maka nilai mata uangnya akan naik murni dari permintaan tambahan yang diciptakan oleh pembeli asing yang ingin membeli barang-barang ini. Oleh karena itu, Neraca Perdagangan bersih yang positif memperkuat mata uang dan sebaliknya untuk neraca yang negatif.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.