fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Terkoreksi di Penutupan, Pasar Menahan Risiko di Tengah Geopolitik Global

  • IHSG ditutup turun 0,58% ke level 8.884, tertekan aksi penyesuaian risiko meski sempat menyentuh area 9.000 dalam perdagangan harian.
  • Sektor siklikal dan industri menguat signifikan, menopang indeks di tengah tekanan pada teknologi, infrastruktur, dan DBX.
  • Sentimen eksternal membayangi, seiring eskalasi geopolitik global dan kekhawatiran atas independensi The Fed AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin di zona negatif, terkoreksi 0,58% ke level 8.884, setelah sempat dibuka menguat di 8.991 dan menyentuh level tertinggi dalam perdagangan harian di 9.000. Tekanan jual muncul seiring meningkatnya kehati-hatian investor global terhadap aset berisiko, mendorong IHSG bergerak melemah hingga level terendah harian di 8.715 sebelum memangkas sebagian penurunan di akhir sesi.

Di tengah pelemahan indeks utama, pergerakan sektoral menunjukkan rotasi yang cukup tajam. IDXCYCLIC naik 2,23% dan IDXINDUST menguat 2,22%, mencerminkan minat beli selektif pada saham-saham berbasis pemulihan ekonomi dan industri. IDXMESBUMN juga bertahan di zona positif dengan kenaikan 1,68%. Sebaliknya, tekanan paling nyata datang dari IDXINFRA (-2,38%), IDXTECHNO (-1,68%), serta DBX (-1,84%), menandakan investor mengurangi eksposur pada sektor yang lebih sensitif terhadap perubahan sentimen global.

Dari dalam negeri, fundamental makro relatif konstruktif. Penjualan ritel Indonesia (YoY) November tumbuh 6,3%, meningkat dari 4,3% pada bulan sebelumnya, menegaskan daya beli masyarakat masih terjaga. Namun, sentimen positif ini belum cukup kuat untuk sepenuhnya mengimbangi tekanan eksternal yang sedang meningkat.

Sentimen global kembali dibayangi eskalasi geopolitik, mulai dari konflik Rusia-Ukraina yang kian intensif, wacana intervensi AS di Venezuela, hingga meningkatnya ketegangan AS-Iran. Risiko geopolitik ini menekan selera risiko global dan mendorong investor bersikap lebih defensif. Di sisi lain, pasar juga mencermati perkembangan energi global, termasuk potensi sanksi tambahan terhadap Rusia serta ketidakpastian investasi di sektor minyak Venezuela.

Dari Amerika Serikat, perhatian investor tertuju pada data ketenagakerjaan AS yang bercampur serta meningkatnya kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Nonfarm Payrolls (NFP) Desember hanya bertambah 50 ribu, di bawah ekspektasi, sementara tingkat pengangguran turun ke 4,4%. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell terkait tekanan politik terhadap bank sentral menambah ketidakpastian arah kebijakan, mendorong pasar global menahan langkah.

Ke depan, pelaku pasar diprakirakan masih akan menata ulang eksposur sambil memantau perkembangan geopolitik dan arah kebijakan moneter global. Selama ketidakpastian eksternal belum mereda, IHSG berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan selektif, di mana minat beli diprakirakan tetap terfokus pada sektor-sektor tertentu yang dinilai memiliki fundamental lebih defensif.

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2025 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.