IHSG Rebound 1,18%, Pasar Mulai Menata Ulang Ekspektasi di Tengah Volatilitas
|- IHSG ditutup menguat 1,18% ke 8.329, dipimpin sektor transportasi dan keuangan, meski pemulihan belum merata.
- Sentimen domestik masih diuji, menyusul koreksi tajam sebelumnya, isu tata kelola pasar, serta respons selektif investor terhadap saham-saham unggulan.
- Dinamika global ikut memengaruhi arah pasar, dengan meredanya risiko penutupan pemerintah AS dan ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih terukur.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pada perdagangan Jumat, ditutup menguat 1,18% ke level 8.329 setelah sempat tertekan tajam pada sesi sebelumnya. Rebound ini mencerminkan upaya stabilisasi pasar di tengah volatilitas tinggi, meski pelaku pasar masih mencermati arah lanjutan sentimen domestik dan global. Sepanjang sesi, IHSG bergerak di rentang 8.167-8.408, dengan sektor transportasi mencatat kinerja paling menonjol.
Penguatan indeks terutama ditopang oleh IDXTRANS yang melonjak 6,15%, diikuti IDXESGL (+3,28%) dan IDXFINANCE (+3,05%), menandakan kembalinya minat selektif pada saham-saham tertentu. Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sektor industri, infrastruktur, dan siklikal yang masing-masing ditutup melemah, menunjukkan pemulihan pasar belum berlangsung merata.
Dari sisi saham individual, pergerakan tajam terjadi pada saham lapis dua dan tiga. ERTX, ESTI, dan NZIA mencatat kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers, sementara INDO, LMPI, dan VKTR memimpin daftar saham yang terkoreksi terdalam, di tengah aksi ambil untung dan penyesuaian posisi investor.
Di sektor tambang, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatat capaian operasional yang solid sepanjang 2025. Mengutip IDNfinancials, produksi dan penjualan bijih nikel ANTM menembus level tertinggi dalam satu dekade, didukung keberlanjutan kebijakan larangan ekspor mineral. Kinerja bauksit dan alumina juga mencetak rekor, meski produksi feronikel dan emas menurun. Namun, pasar merespons hati-hati, dengan saham ANTM ditutup turun 2,5% ke Rp4.210, di tengah transaksi aktif senilai sekitar Rp1,1 triliun.
OJK Tegaskan Tak Ada Intervensi, Mundurnya Dirut BEI Dinilai Jadi Momentum Pembenahan Pasar
Dari sisi kebijakan domestik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa pengunduran diri Iman Rachman dari posisi Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) murni merupakan tanggung jawab moral, tanpa intervensi pemerintah. OJK memastikan langkah tersebut tidak mengganggu operasional pasar modal, termasuk kliring dan kustodian, meski IHSG sempat mengalami trading halt akibat pelemahan tajam sebelumnya.
Pandangan senada datang dari pelaku pasar. Mengutip Infobanknews, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia, Reza Priyambada, menilai momen ini dapat menjadi titik balik untuk pembenahan tata kelola dan transparansi pasar modal, sekaligus mendorong penguatan basis investor domestik agar pasar lebih tahan terhadap arus keluar dana asing. Ia menilai perubahan kepemimpinan BEI tidak serta-merta mengubah pandangan indeks global seperti MSCI terhadap Indonesia.
Isu The Fed dan Politik AS Redakan Tekanan Global, Pasar Mulai Masuki Fase Stabilisasi
Dari sisi global, sentimen turut dipengaruhi dinamika Amerika Serikat. Dolar AS mulai memangkas sebagian pelemahan setelah munculnya nama Kevin Warsh sebagai kandidat ketua Federal Reserve berikutnya, meredakan kekhawatiran atas independensi bank sentral. Selain itu, kesepakatan sementara antara Presiden Donald Trump dan Demokrat di Senat membantu menurunkan risiko penutupan pemerintah AS menjelang akhir pekan.
Ahli Strategi Valas ING, Francesco Pesole, menilai ekspektasi pencalonan Warsh berpotensi menjadi katalis pemulihan dolar, meski dorongan lanjutan masih diperlukan untuk menjaga momentum, terutama menjelang rilis data ekonomi AS. Pesole menambahkan, meski Warsh dikenal hawkish, sikap yang lebih dovish dalam proses nominasi dapat dibaca sebagai upaya menenangkan pasar.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG pada Jumat mencerminkan fase penyesuaian dan stabilisasi, di tengah kombinasi sentimen domestik yang masih diuji dan dinamika global yang mulai memberi ruang bernapas. Pasar tampak belum sepenuhnya kembali agresif, namun mulai menata ulang ekspektasi menuju arah berikutnya.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.