fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Pertahankan Kenaikan di Atas 5.800, Defisit APBN 2025 Terjaga di 2,81% terhadap PDB

  • IHSG melanjutkan kenaikan dua hari sebelumnya.
  • Presiden Prabowo menyambut kedatangan Presiden Belarus.
  • Menkeu Purbaya menyampaikan laporan keuangan 2025.

IHSG bergerak di area 5.883,86 yang lebih tinggi 2,43% dari penutupan Kamis kemarin pada saat berita ini ditiulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 5.806,16 dan merayap naik ke tertinggi hari 5.895,80 dalam satu jam pertama perdagangan. Indeks menuju mencatatkan kenaikan tiga hari berturut-turut dan memangkas sebagian besar penurunan mingguan meskipun kalender ekonomi Indonesia tetap kosong hari ini.

Indeks-indeks saham Indonesia memperpanjang kinerja positif hari kemarin, sebagian besar naik lebih dari 2% di sesi pertama. LQ45 (+2,92%) menjadi salah satu indeks yang mengalami kenaikan terbesar sejauh hari ini, diangkat oleh INCO (+6,22%), ANTM (+6,16%), ADMR (+4,35%), BRPT (+3,00%), dan saham-saham lainnya.

BRPT melanjutkan kenaikan dua hari perdagangan sebelumnya, berusaha bangkit dari terendah 30 Juni di 1.270 hari ini yang merupakan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Perseroan berencana membagikan dividen sebesar USD 8,5 juta atau Rp1,63 per saham berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025. Dividen akan dibayarkan pada 29 Juli 2026.

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menyambut Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Jakarta pada Kamis kemarin. Dalam keterangan pers pasca pertemuan, Presiden Prabowo mengatakan, "Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan disepakati sejumlah dokumen kerja sama oleh kedua negara. Di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains, dan teknologi, serta jasa keuangan, juga di bidang kerja sama pertahanan hubungan kami sangat baik," seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.

Dalam acara terpisah, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 kepada DPR RI. Menkeu Purbaya menyebut bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Menteri Purbaya mengatakan realisasi pendapatan negara sebesar Rp2.765,13 triliun, belanja negara Rp3.435,46 triliun. Defisit Rp670,34 dipertahankan di batas aman 2,81% terhadap Produk Domestik Bruto. Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir 2025 sebesar Rp438,26 triliun dan neraca pemerintah pada periode yang sama menunjukkan total asset Rp14.600,98 triliun dengan ekuitas Rp3.073,69 triliun, dikutip dari situs Kementerian Keuangan.

Kalender ekonomi Indonesia tetap kosong pada hari ini. Data penting selanjutnya yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar Indonesia adalah Cadangan Devisa Indonesia Juni 2026 dan Uang Primer (M0) yang akan dirilis Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa pekan depan. Data Cadangan Devisa akan lebih diperhatikan terutama setelah BI memperkuat intensitas intervensi untuk menstabilkan Rupiah.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 7,153% yang belum berubah sejak hari kemarin. Dalam jangka pendek, imbal hasil ini mempertahankan mode sideways di level-level ini sejak Kamis pekan lalu.

Indikator Ekonomi

Cadangan Devisa

Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: $144.9

Sumber: Bank of Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.