IHSG Patahkan Rebound Kemarin dan Turun ke 7.604 Jelang Data Cadangan Devisa Indonesia Februari 2026
|- IHSG kesulitan menindaklanjuti penutupan positif kemarin.
- Iran membantah akan menyerahkan program nuklirnya.
- Menteri ESDM RI mengklaim bahwa pasokan energi Maret-April aman.
- Bank Indonesia akan merilis data Cadangan Devisa Jumat ini.
IHSG bergerak di 7.646,48 yang lebih rendah 0,83% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 7.699,47 dan sempat naik untuk mencatatkan tertinggi hari di 7.700,31. Namun demikian, kenaikan itu berlangsung singkat karena indeks turun ke terendah hari 7.604,29 dalam satu jam pertama perdagangan, menghapus semua rebound hari sebelumnya menjelang data Cadangan Devisa Indonesia yang akan dirilis pagi ini.
Indeks-indeks saham Indonesia merah di sesi pertama hari perdagangan terakhir pekan ini yang rata-rata di bawah 1%. Indeks JII (-1,94%) menjadi indeks dengan kinerja terburuk sejauh hari ini, ditekan oleh emiten-emiten BRPT (-5,50%), RATU (-3,88%), ISAT (-3,57%), PANI (-3,20%), INKP (-2,24%), dll.
Sebelumnya sempat ada kabar baik dari konflik di Timur Tengah. Pada hari kemarin, Wakil Menteri Luar Negeri Iran mengatakan Iran bersedia meningalkan program nuklirnya dengan syarat diberikan penawaran alternatif yang menguntungkan oleh Amerika Serikat, seperti dilaporkan oleh Sky News Arabia. Namun, Iran segera membantah kabar tersebut.
Konflik itu sendiri telah menyebabkan kenaikan harga komoditas seperti minyak mentah karena potensi gangguan distribusi di Selat Hormuz. Sebanyak 20% pasokan minyak dunia melewati selat ini. Sebelumnya pekan ini, Iran menyatakan telah menutupnya dan mengancam membakar kapal yang melewati selat. Menanggapi hal tersebut, Presiden AS, Donald Trump, memberikan jaminan keamanan dengan mengawal kapal-kapal untuk melintasi Selat Hormuz jika diperlukan.
Di dalam negeri, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional untuk saat ini aman dan bahkan di atas standar minimal cadangan nasional. Menteri Bahlil menyebut cadangan BBM maksimal sekitar 25 hari atau minimal cukup untuk 20 sampai 23 hari. Angka tersebut muncul karena memang kapasitas cadangannya yang masih terbatas.
Ke depan Presiden RI, Prabowo Subianto, mengarahkan untuk membangun fasilitas penyimpanan baru dalam waktu dekat untuk memperkuat cadangan energi, seperti diinformasikan dalam situs Presiden RI. Saat ini pemerintah menyiapkan beberapa alternatif lokasi, salah satunya di Sumatera.
Mitigasi lainnya adalah dengan melakukan diversifikasi sumber impor miyak mentah. Terlepas dari mitigasi itu, pasar tetap khawatir terhadap kenaikan harga minyak global yang berpotensi menciptakan inflasi ke depan. West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak mentah AS, sempat naik ke $80,54 untuk pertama kalinya sejak Juni 2024 pada hari kemarin. Namun, harga minyak kembali diperdagangkan di bawahnya di perdagangan sesi Asia, di $78,09 pada saat berita ini ditulis.
Data Cadangan Devisa Indonesia untuk Februari 2026 akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan konsesus untuk data ini. Melihat bulan sebelumnya, Cadangan Devisa Januari 2026 turun menjadi $154,6 miliar dari sebelumnya $156,5 miliar. Cadangan ini setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor. Ini menandakan bahwa cadangan devisa masih di atas standar kecukupan internasional yaitu sekitar 3 bulan impor.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,588% yang belum berubah pagi ini. Itu menyusul penurunan 0,72% dari puncak 2026 yang diraih di 6,636% pada 4 Maret. Meskipun mundur, tren imbal hasil jelas naik, terutama dari terendah 2026 di 6,088% hingga tertinggi tahun berjalan yang disebutkan di atas.
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp3.024.000 hari ini yang turun Rp25.000 dari harga kemarin di Rp3.049.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Hal tersebut menyusul penurunan 1,17% harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup di $5.080 per toy ons kemarin. Dengan demikian, Emas ini menghapus rebound ringan hari Rabu.
Mengalihkan perhatian sejenak dari pertikaian AS-Iran, hari ini akan ada data penting dari AS yang biasanya menjadi penggerak signifikan untuk harga Emas. Data tersebut adalah Nonfarm Payrolls (NFP) serta data tenaga kerja lainnya seperti Pendapatan Rata-Rata Per Jam dan Tingkat Pengangguran. Data tersebut penting untuk menilai prospek kebijakan bank sentral AS ke depan. Data penting lainnya meliputi Penjualan Ritel dan pernyataan para pejabat The Fed.
Grafik Harian IHSG
IHSG tidak melanjutkan penurunan Rabu pada hari kemarin. Namun, secara teknis indeks telah berubah bearish karena menutup hari di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari untuk tiga hari berturut-turut. Tren tersebut didukung oleh Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang berada di 31,36 mengindikasikan momentumnya bearish karena berada di bawah level netral 50 sekaligus baru melepaskan diri dari zona jenuh jual.
Perlu dorongan-dorongan signifikan untuk melewati kembali SMA 200-hari. Dalam kasus IHSG berhasil melakukannya, rintangan yang perlu dihadapi indeks muncul di 8.000 (level angka bulat), 8.437,08 (tertinggi Februari 2026), dan 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026). Sementara di sisi bawah, support bisa ditemukan di 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari), 7.240 (tertinggi 26 Mei 2025), dan 7.000 (level angka bulat).
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Jum Mar 06, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $154.6
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.