fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Naik 0,91% ke 6.231, Reli Awal Pekan Ditopang Industri dan Energi

  • IHSG menguat untuk sesi kedelapan berturut-turut dan ditutup di 6.231.
  • Sektor industri, energi, dan barang baku memimpin kenaikan, sementara teknologi serta saham BUMN melemah.
  • Penguatan pasar domestik berlangsung di tengah tekanan Wall Street dan penurunan tajam sejumlah bursa Asia.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan reli sebelumnya menjadi delapan sesi berturut-turut pada perdagangan Senin, meski Wall Street dan sejumlah bursa utama Asia berada dalam tekanan. IHSG ditutup naik 56 poin atau 0,91% ke 6.231, ditopang lonjakan sektor industri, energi, dan barang baku.

Indeks bergerak dalam rentang 6.191-6.249 setelah dibuka di 6.197. Di tengah penguatan pasar domestik, investor tetap mencermati konflik AS-Iran, gangguan pelayaran di Selat Hormuz, serta keputusan suku bunga Bank Indonesia yang dijadwalkan Rabu.

Industri dan Energi Memimpin Kenaikan

Penguatan dipimpin sektor industri yang melonjak 3,44%, disusul energi sebesar 2,62% dan barang baku 2,02%. Di sektor energi, Darma Henwa (DEWA) melesat 9,3% ke 398, sementara Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) menguat 9,2% ke 155.

Sebaliknya, sektor teknologi turun 0,56%, sedangkan indeks saham BUMN melemah tipis 0,13%. Bank Syariah Indonesia (BRIS) turun 2,4% ke 1.865 dan Aneka Tambang (ANTM) melemah 2,3% ke 3.000.

Pada perkembangan lain di sektor energi, pemerintah menetapkan rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) Juni sebesar USD83,45 per barel, turun USD23,11 dibandingkan Mei. Kementerian ESDM menyebut penurunan tersebut mencerminkan kondisi sepanjang Juni, ketika ketegangan di Timur Tengah sempat mereda dan distribusi minyak membaik setelah Selat Hormuz dibuka kembali secara bertahap.

IHSG Menguat di Tengah Tekanan Bursa Global

Kinerja IHSG berlawanan dengan pelemahan Wall Street pada Jumat. Dow Jones turun 0,77%, S&P 500 melemah 1,01%, dan Nasdaq Composite merosot 1,40%.

Tekanan juga terlihat di sebagian bursa Asia pada Senin. KOSPI turun 4,46%, sementara ASX melemah tipis 0,06% dan STI terkoreksi 0,19%. Sebaliknya, Shanghai Composite dan Hang Seng menguat, masing-masing naik 0,85% dan 2,36%. Bursa Jepang libur memperingati Marine Day. Pada perdagangan Jumat, Nikkei 225 anjlok 4,03% sejalan dengan tekanan pada saham teknologi global.

Pasar juga masih mencermati kebijakan tarif AS serta konflik AS-Iran yang membatasi pelayaran di Selat Hormuz. Harga minyak terkoreksi setelah Iran membuka kemungkinan melanjutkan negosiasi dengan AS. WTI turun 0,76% ke USD81,86 per barel, sedangkan Brent melemah tipis 0,02% ke USD88,08.

Meski demikian, Rabobank menilai pasar energi tetap ketat karena gangguan pengiriman dan ketidakpastian aliran minyak melalui Hormuz. “Untuk saat ini, ada pengakuan bahwa Hormuz akan menjadi lebih rumit daripada yang diharapkan untuk waktu yang lebih lama,” tulis tim RaboResearch Global Economics & Markets.

Pasar Menunggu Keputusan Bank Indonesia

Perhatian pasar domestik selanjutnya tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang dijadwalkan Rabu. Dari Amerika Serikat, data awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global akan menjadi salah satu agenda utama yang dicermati pekan ini.

(Berita ini dikoreksi pada pukul 22:36 WIB untuk menyebutkan "Nikkei 225 pada Jumat anjlok 4,03%" bukan "anjlok pada Senin", selain itu IHSG reli "delapan sesi" bukan "tiga sesi".)

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 22, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 6%

Sebelumnya: 5.75%

Sumber: Bank Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.