fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Mundur Setelah Meraih 5.935 Jelang Rilis Data Cadangan Devisa Juni 2026

  • IHSG menahan pelemahan di atas level 5.800.
  • Harga minyak dunia kembali ke dekat level-level pra perang.
  • Bank Indonesia akan merilis data Cadangan Devisa besok.

IHSG bergerak di area 5.877,92 yang lebih tinggi 0,04% dari penutupan Jumat lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 5.893,28 dan meraih tertinggi hari 5.935,68 di sesi pertama namun kesulitan untuk menindaklanjutinya. Ini menyusul kenaikan indeks selama tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya dari 5.607,45, terendah 1 Juli. Tidak ada rilis data ekonomi dari Indonesia yang bisa memengaruhi sentimen pasar hari ini. Namun, bank sentral akan merilis data Cadangan Devisa Indonesia pada Selasa besok.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam di sesi pertama Senin ini. LQ45 turun 0,12% yang ditekan oleh ISAT (-3,27%), SMGR (-1,75%), MBMA (-0,96%), KLBF (-0,67%), ICBP (-0,36%), dan saham-saham lainnya. ICBP kesulitan menindaklanjuti kenaikan 2,96% Jumat lalu di hari cum dividen di pasar reguler dan pasa negosisasi hari ini. Perseroan berencana membagikan dividen dengan total Rp3,09 triliun atau Rp265 per saham yang akan dibayarkan pada 28 Juli 2026.

Pasar saham Indonesia kesulitan menindaklanjuti kinerja positif hari-hari sebelumnya meskipun harga minyak dunia tetap tertekan saat ketegangan di Timur Tengah jauh mereda dari bulan-bulan sebelumnya. Minyak Brent di area $71,80 per barel, kembali ke level-level pra-perang, dan West Texas Intermediate (WTI) di $68,40 pada saat berita ini ditulis. Keyakinan akan kondisi stabil di Timur Tengah juga ditunjukkan oleh Organization of Petroleum Exporting Countries dan sekutu-sekutunya (OPEC+), termasuk Rusia, yang telah sepakat menaikkan target produksi sebesar 188.000 barrel per hari yang dimulai pada bulan Agustus. Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Indonesia dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau ICP di $70-$95 per barrel dengan target lifting 605.000-620.000 barrel per hari.

Kalender ekonomi Indonesia sepanjang hari ini kosong. Namun, Bank Indonesia (BI) akan merilis data Cadangan Devisa Juni 2026 pada hari Selasa pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Data ini menjadi lebih penting untuk menilai dampak upaya intervensi bank sentral untuk mendukung nilai Rupiah yang sempat mencapai level terlemah sepanjang masa di area 18.240 per Dolar AS pada awal Juni 2026. Secara historis, Cadangan Devisa mengalami penurunan bulanan berturut-turut sejak mencapai $151,9 miliar pada Desember 2025 hingga Mei 2026 di $144,9 miliar. Angka bulan Mei 2026 setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor dan masih di atas standar kecukupan internasional yaitu tiga bulan impor. Data Indonesia penting lainnya yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar Indonesia adalah Keyakinan Konsumen Juni pada hari Rabu dan Penjualan Ritel pada hari Kamis.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,131% yang turun 0,31% pada basis harian Senin ini. Meskipun turun, imbal hasil ini masih terlihat sideways, bergerak di level-level ini sejak 25 Juni 2026.

Indikator Ekonomi

Cadangan Devisa

Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: $144.9

Sumber: Bank of Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.