fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Melonjak ke 5.875, Industri dan LQ45 Bawa Indeks Nyaris Menembus 5.900

  • IHSG menguat tiga sesi berturut-turut dan hampir menyentuh 5.900 sebelum memangkas kenaikan.
  • Sektor industri melesat 3,61%, disusul bahan baku 3,25% dan LQ45 3,24%; BBCA melonjak 4,3%.
  • Rally Bursa Asia dan lemahnya data tenaga kerja AS menopang sentimen.

IHSG melanjutkan rebound untuk sesi ketiga pada perdagangan Jumat, sejalan dengan penguatan pasar saham Asia setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lemah meredakan kekhawatiran terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Kenaikan sektor industri, bahan baku, dan kelompok saham LQ45 membawa indeks kembali mendekati 5.900.

IHSG ditutup naik 131,2 poin atau 2,29% ke 5.875. Indeks dibuka di 5.806 dan bergerak dalam rentang 5.805-5.899, dengan nilai transaksi mencapai Rp10,5 triliun.

Kenaikan dipimpin sektor industri yang melesat 3,61% ke 1.519. Sektor bahan baku menyusul dengan kenaikan 3,25% ke 1.509, sementara indeks LQ45 menguat 3,24%. BBCA melonjak 4,3% ke 6.050 dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun. BBRI naik 0,7% ke 2.710 dengan transaksi Rp596,5 miliar, sedangkan DSSA menguat 1,9% ke 820 dan membukukan nilai transaksi Rp626,3 miliar.

BEI melaporkan, investor asing mencatat pembelian bersih tipis sebesar Rp6,08 miliar pada perdagangan Jumat. Namun, secara kumulatif sejak awal tahun, asing masih membukukan penjualan bersih Rp74,42 triliun.

Di tengah rally tersebut, Bursa Efek Indonesia mengungkapkan rencana merevisi aturan Papan Pemantauan Khusus. Usulan itu mencakup penyederhanaan kriteria penempatan saham dan penyesuaian batas auto rejection menjadi 35% untuk saham berharga Rp10-Rp200, 25% untuk Rp200-Rp5.000, dan 20% untuk saham di atas Rp5.000. Perubahan tersebut masih menunggu persetujuan Otoritas Jasa Keuangan dan belum memiliki jadwal penerapan.

Penguatan IHSG sejalan dengan pergerakan positif Bursa Asia. KOSPI memimpin dengan lonjakan 5,76%, disusul Nikkei 1,47%, ASX 1,37%, Hang Seng 1,28%, dan FTSE Bursa Malaysia KLCI 1,04%. Shanghai Composite serta Straits Times Index naik lebih terbatas, masing-masing 0,37% dan 0,26%. Dengan kenaikan 2,29%, IHSG mengungguli sebagian besar indeks kawasan, kecuali KOSPI.

Rebound Tiga Sesi Belum Mengubah Bias Bearish

Grafik Harian IHSG

Secara teknis, IHSG masih bergerak dalam descending channel, meski rebound selama tiga sesi terakhir mulai memperbaiki momentum jangka pendek. Area 5.900-6.000, yang menjadi wilayah konsolidasi pada 25-26 Juni, merupakan resistance terdekat. Jika mampu menembusnya, indeks berpeluang menguji area 6.400, dekat tertinggi 17 Juni.

Di sisi bawah, support terdekat berada di 5.600, sekitar area terendah 1 Juli, kemudian 5.320 yang berada di sekitar swing low 9 Juni.

Relative Strength Index (RSI) harian naik ke 43,64 dan berada di atas garis rata-ratanya di 42,26, tetapi masih di bawah 50, sehingga pemulihan belum sepenuhnya mengubah bias bearish.

(Artikel diperbarui pada 3 Juli 2026 pukul 19:22 WIB untuk menambahkan data transaksi investor asing dan analisis teknis.)

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.