fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Kembali Mencatatkan Rekor Tertinggi di Area 8.068, Kesulitan untuk Menindaklanjuti

  • IHSG meraih tertinggi baru sepanjang masa di pembukaan hari ini.
  • Presiden Prabowo melantik beberapa menteri yang sebelumnya tertunda.
  • Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan 25 bp.
  • Emas Antam mundur dari rekor tertinggi, namun masih di atas Rp2.000.000.

IHSG berada di area 8.021,21 yang lebih rendah 0,05% dari penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 8.065,74 dan kemudian naik sesaat untuk mencatatkan tertinggi baru sepanjang masa di 8.068 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun demikian, indeks kesulitan untuk menindaklanjuti pencatatan rekor tersebut dan mundur ke terendah hari 8.005,59. Indeks tampak kesulitan mempertahankan momentum positif dari penurunan suku bunga Bank Indonesia dan pelantikan Menteri-Menteri baru Kabinet Merah Putih.

Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar merah. Untuk saat ini, INFOBANK15 (-1,15%) menunjukkan penurunan terbesar. Indeks ini tidak bisa memanfaatkan pembukaan bullish dan turun selama sesi pertama hari ini. Emiten-emiten perbankan dalam indeks ini juga sebagian besar turun. ARTO (-2,63%), BBNI (-2,47%), BANK (-1,84%), dan BBTN (-1,8%) menjadi empat saham yang menekan INFOBANK15 sejauh ini.

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, melantik menteri-menteri yang sebelumnya tertunda. Pada hari kemarin, Presiden Prabowo melantik Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan dan Erick Thohir sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.

Selain itu, Presiden Prabowo juga melantik Muhammad Qodari sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Angga Raka Prabowo sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Ahmad Dofiri sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dan Reformasi Kepolisian, dan Sarah Sadiqa sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Setelah menyelesaikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung selama dua hari pada hari kemarin, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 25 bp. Sehingga demikian, BI-Rate menjadi 4,75% dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 5,50%. Namun, BI menurunkan Suku Bunga Deposit Facility sebesar 50 bp menjadi 3,75%.

Dalam konfrensi pers, Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan bahwa, "Bank Indonesia all out mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas, lewat penurunan BI-Rate 6 kali sejak September 2024 hingga 4,75% di September 2025, disertai ekspansi likuiditas dan pelonggaran kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi."

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,333%. Sejak hari Senin, imbal hasil ini tidak menunjukkan pergerakan signifikan di area saat ini setelah turun 1,50% pada hari Jumat lalu. Tidak ada pergerakan besar ini mengindikasikan bahwa permintaan dan penawaran obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun seimbang atau bahkan ditinggalkan di tengah rally IHSG sejak pertengahan minggu lalu.

Harga Emas Antam Koreksi setelah Raih Tertinggi

Harga Emas 1 gram Antam adalah Rp2.098.000 pada hari ini, seperti dicantumkan dalam situs Logam Mulia. Harga Emas ini turun Rp17.000 dari rekor tertinggi Rp2.115.000 yang diraih pada hari kemarin.

Koreksi Emas Antam ini mengikuti pullback harga Emas dunia (XAU/USD) dari tertinggi sepanjang masa $3.707 per troy ons pasca keputusan suku bunga The Fed ke area $3.646 pada hari kemarin. Seperti prakiraan, bank sentral Amerika Serikat menurunkan Federal Funds Target Range (FFTR) sebesar 25 bp menjadi 4,00%–4,25%, perincian lebih lanjut dapat dilihat di sini.

Ke depan, pasar akan mencerna keputusan suku bunga dan pernyataan Ketua The Fed, Jerome Powell, untuk menentukan arah pergerakan Emas ke depan. Data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal dan Survei Manufaktur The Fed Philadelphia yang akan dirilis pada pukul 12:30 GMT (19:30 WIB) hari bisa memberikan dorongan jangka pendek untuk harga Emas.

Grafik Harian IHSG – Analisis Teknis

Dengan pembukaan bullish hari ini, meskipun sedikit turun, IHSG memperkokoh tren bullish yang ditunjukkan sejak indeks menembus sisi atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari pada pertengahan Juli. Average ini juga tampak mulai mendukung tren bullish dengan bergerak naik, sebelumnya tampak datar.

Pembukaan IHSG dekat rekor tertinggi baru sepanjang masa sekaligus membuat higher high baru untuk struktur higher highs dan higher lows yang dibentuk indeks dari terendah 2025 sampai tertinggi sepanjang masa, sebuah struktur pasar yang mengindikasikan tren naik. Higher high saat ini bisa diperbarui jika indeks terus naik. Dengan demikian, sejauh ini IHSG telah membentuk tiga higher highs dan dua higher lows.

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 63,87 mengindikasikan bahwa IHSG masih memiliki ruang momentum bullish sebelum memasuki zona jenuh beli di area 70.

Di area yang belum pernah dijelajahi sebelumnya, IHSG bisa mengincar level-level angka bulat jika terus naik yaitu 8.100, 8.150, dan 8.200. Sedangkan untuk sisi bawah, indeks memiliki banyak support teknis yang bisa membatasi pullback. Support pertama adalah 8.000 (level angka bulat), 7.619,71 (terendah 9 September 2025), dan 7.547,56 (terendah 1 September 2025, higher low).

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Rab Sep 17, 2025 07.35

Frekuensi: Tidak teratur

Aktual: 4.75%

Konsensus: 5%

Sebelumnya: 5%

Sumber: Bank Indonesia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.