fxs_header_sponsor_anchor

IHSG Bertahan di Atas 8.000, Ditopang Teknologi dan Diwarnai Kejutan BI

  • IHSG ditutup melemah 0,21% ke 8.008, dengan sektor teknologi menjadi penopang utama di tengah tekanan luas pasar.
  • Bank Indonesia yang kembali memangkas suku bunga 25 bp ke 4,75%, mengejutkan pasar dan memicu pelemahan rupiah.
  • Nada hawkish dari The Fed membatasi ekspektasi pelonggaran agresif, pasar menanti data tenaga kerja dan manufaktur AS malam ini.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,21% atau turun 16 poin ke level 8.008 pada perdagangan Kamis, namun masih bertahan di atas level psikologis 8.000. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 7.993-8.068. Pelemahan ini mencerminkan konsolidasi lanjutan setelah rally teknis sebelumnya, di tengah evaluasi pasar terhadap arah suku bunga global dan transmisi kebijakan domestik. Tekanan terlihat merata di hampir seluruh sektor, terutama pada konstituen unggulan IDXQ30 yang merosot 1,54%.

Di sisi lain, sektor teknologi justru mencuri perhatian. IDXTECHNO melonjak 4,27% ke 10.892, menjadi penopang utama indeks secara keseluruhan. Kenaikan ini didorong rotasi sektor ke saham-saham digital dan spekulasi pemulihan pendapatan dari emiten berbasis media dan platform. Salah satu top performer di sektor ini adalah SCMA yang melonjak 14,2% ke Rp338, dengan nilai transaksi Rp177,5 miliar.

Peningkatan terbesar di LQ45 dibukukan oleh Barito Pacific (BRPT) yang terbang 16,9% ke Rp2.900, didorong sentimen restrukturisasi bisnis dan akumulasi asing senilai Rp1,6 triliun. Di sisi lain, saham MAPA dan AMRT masuk daftar top losers, masing-masing turun 5,2% dan 5,6%, mencerminkan tekanan selektif pada sektor ritel di tengah kekhawatiran daya beli pasca inflasi pangan.

Dengan latar makro yang masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan volatilitas dolar AS, IHSG berpotensi tetap bergerak fluktuatif dalam jangka pendek. Sentimen pasar juga akan dipengaruhi oleh rilis data ekonomi eksternal dan arah aliran dana asing pasca pemangkasan suku bunga Bank Indonesia yang mengejutkan pasar.

Pelonggaran Agresif BI di Tengah Ketidakpastian Global

Sentimen makro masih dibayangi ketidakpastian arah kebijakan moneter global dan volatilitas dolar AS. Di sisi domestik, pelaku pasar mencerna langkah mengejutkan dari Bank Indonesia (BI) yang kembali memangkas suku bunga acuan BI-Rate sebesar 25 bp ke 4,75%, menandai pemangkasan keenam sejak September 2024 dan total 150 bp dalam siklus ini. BI juga memangkas deposit facility 50 bp ke 3,75% dan lending facility 25 bp ke 5,50%, guna mendorong permintaan kredit yang masih lesu.

Langkah ini bertentangan dengan konsensus 31 ekonom dalam survei Reuters, yang seluruhnya memproyeksikan suku bunga tetap. Gubernur Perry Warjiyo menegaskan bahwa BI bersikap "all out" dalam menopang pertumbuhan, meskipun transmisi ke perbankan masih terbatas. Menkeu baru Purbaya Yudhi Sadewa bahkan mengkritik BI karena dianggap menyebabkan likuiditas kering, dan memindahkan 200 triliun rupiah (lebih dari USD12 miliar) dana pemerintah ke bank komersial.

Nada Hati-Hati Powell Dorong Dolar

Nilai tukar rupiah ditutup melemah ke Rp16.526,5/USD pada Kamis sore, mencatat depresiasi 0,67% atau 109,6 poin dibanding hari sebelumnya. Pelemahan ini terjadi di tengah penguatan dolar global menyusul keputusan The Fed yang menurunkan suku bunga 25 bp dan menyampaikan proyeksi pelonggaran tambahan 50 bp hingga akhir 2025, sedikit di atas ekspektasi bulan Juni.

Namun, nada Ketua The Fed Jerome Powell relatif kurang dovish. Ia menggambarkan pemangkasan sebagai "manajemen risiko" atas pelemahan pasar tenaga kerja, namun memperingatkan bahwa inflasi kemungkinan tetap tinggi hingga 2026 dan belum ada urgensi mempercepat pelonggaran. Gubernur baru Stephen Miran bahkan mendorong pemangkasan 50 bp, tetapi komite menampilkan konsensus yang lebih kuat dari prakiraan, meredam kekhawatiran soal fragmentasi arah kebijakan.

Dolar AS mendapat dorongan dari proyeksi inflasi yang kuat dan sikap The Fed yang hati-hati, membatasi ekspektasi pelonggaran agresif. Pasar kini mempertimbangkan peluang pemangkasan lebih lanjut dengan asumsi The Fed akan tetap responsif terhadap data ketenagakerjaan dan inflasi secara berimbang.

Katalis Ganda Malam Ini: Klaim Pengangguran AS dan Indeks Manufaktur The Fed

Malam ini, pasar mencermati data Klaim Tujangan Pengangguran Awal (Initial Jobless Claims) yang diprakirakan mencapai 240 ribu, serta Indeks Manufaktur The Fed Philadelphia yang diproyeksikan rebound ke level 2,3 dari sebelumnya minus 0,3. Klaim Tunjangan Pengangguran yang tinggi bisa menekan dolar AS, sementara pemulihan manufaktur berpotensi menguatkannya lewat narasi soft landing The Fed. Bagi IHSG, hasil kedua data ini berpotensi menjadi katalis arah jangka pendek – mendorong penguatan jika mendukung pelonggaran moneter, atau menekan sentimen jika justru memperkuat dolar.

Indikator Ekonomi

Survei Manufaktur The Fed Philadelphia

Survei Manufaktur Fed Philadelphia adalah indeks penyebaran kondisi manufaktur (gerakan manufaktur) dalam Federal Reserve Bank of Philadelphia. Survei ini, disajikan sebagai indikator manufaktur tren sektor, yang terkait dengan manufaktur ISM Index (Institute for Supply Management) dan indeks produksi industri. Hal ini juga digunakan sebagai perkiraan Indeks ISM. Umumnya, pembacaan di atas harapan dipandang sebagai positif bagi USD.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Sep 18, 2025 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 2.3

Sebelumnya: -0.3

Sumber: Federal Reserve Bank of Philadelphia

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.