Bank of England: Sikap Tunggu dan Lihat Bertahan – Societe Generale
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliEkonom Societe Generale Sam Cartwright menganalisis inflasi Inggris Raya (UK) bulan Juni, mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) utama sebesar 2,6% tahun-ke-tahun, di bawah proyeksi Bank of England (BoE), dengan inflasi inti tetap di 2,6%. Laporan tersebut menyoroti disinflasi yang didorong oleh bahan bakar, dampak tidak langsung energi yang terbatas, dan hanya kenaikan inflasi inti yang diprakirakan moderat. Cartwright memprakirakan Bank Rate tetap di 3,75% hingga 2026, dengan potensi pemangkasan 75bp pada 2027, sambil menandai risiko harga energi terhadap jalur ini.
BoE Dipandang Mempertahankan Suku Bunga hingga 2026
"Mengamati prospek ke depan, kenaikan harga minyak mentah Brent, produk olahan minyak, dan harga gas grosir Eropa baru-baru ini mengindikasikan lonjakan inflasi jangka pendek yang lebih kuat dari prakiraan kami sebelumnya. Menggunakan kurva forward minyak Brent dan gas grosir saat ini, inflasi utama diproyeksikan akan memuncak mendekati 3,5% YoY pada akhir tahun 2026, dibandingkan prakiraan kami sebelumnya sebesar 3,0% YoY. Prakiraan ini bahkan sudah memperhitungkan pemotongan PPN (Value Added Tax) untuk harga listrik konsumen yang baru saja diumumkan pemerintah, yang diprakirakan memangkas CPI utama sekitar 0,1 poin persentase (pp). Namun, mengingat ketidakpastian di seputar konflik AS-Iran, masih belum jelas apakah tren kenaikan ini akan bertahan lama, kian memuncak, atau justru mulai mereda."
"Sejauh ini, data inflasi menunjukkan dampak tidak langsung yang masih terbatas dari guncangan energi di luar kontribusi langsungnya terhadap harga bahan bakar. Hal ini sebagian besar disebabkan karena tekanan biaya di tingkat hulu membutuhkan waktu untuk merembes ke rantai pasok, serta beberapa komoditas hulu padat energi yang telah melandai dari level tertingginya. Meskipun kami memprakirakan adanya dampak tidak langsung berskala kecil, khususnya pada inflasi pangan dan barang, terbatasnya daya penetapan harga dari pihak perusahaan seharusnya membatasi sejauh mana pembengkakan biaya input diteruskan kepada konsumen."
"Proyeksi skenario utama kami tetap memprakirakan BoE akan menahan suku bunga acuan di level 3,75% sepanjang tahun 2026. Memasuki awal 2027, kami mengantisipasi MPC akan kian yakin bahwa inflasi akan kembali secara berkelanjutan ke target 2% dalam jangka menengah. Hal ini akan membuka ruang bagi akumulasi pemotongan suku bunga sebesar 75 bp sepanjang tahun 2027, yang membawa Bank Rate menuju estimasi tingkat netralnya di angka 3%."
"Kendati demikian, eskalasi lebih lanjut dari konflik yang sedang berlangsung, yang dapat memicu kenaikan harga energi tambahan, akan menimbulkan risiko bagi pandangan ini dan berpotensi mendorong BoE untuk melancarkan dua kali kenaikan suku bunga masing-masing sebesar 25 bp. Skenario ini secara umum sejalan dengan prakiraan pasar pada tingkat harga Brent saat ini. Sebaliknya, moderasi harga energi, serupa dengan yang terlihat pasca penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding), akan makin memperkuat keyakinan kami terhadap proyeksi kebijakan BoE tersebut."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.