fxs_header_sponsor_anchor

Analisis

Risiko Inflasi Menjaga Suku Bunga Tetap Tinggi

Konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan gangguan yang diakibatkannya di pasar energi mendorong ekspektasi inflasi naik dan menjaga tekanan ke atas pada imbal hasil obligasi tetap tinggi. Di Zona Euro, meningkatnya risiko inflasi dan pertumbuhan permintaan ekonomi yang solid mengarah pada kenaikan suku bunga ECB lagi menjadi 2,5% pada bulan September. Di AS juga, tekanan inflasi—khususnya di sektor jasa—masih terlalu tinggi. Oleh karena itu, kami memprakirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September dan mengantisipasi satu kenaikan lagi pada kuartal pertama 2027.

Di pasar obligasi, hal ini telah menyebabkan pergeseran naik yang signifikan pada level imbal hasil. Obligasi pemerintah Jerman dan AS diperdagangkan pada level imbal hasil tertinggi sejak awal krisis Teluk Persia. Dalam jangka pendek, kami melihat sedikit potensi untuk pemulihan berkelanjutan di pasar obligasi, karena baik penurunan signifikan harga energi maupun perlambatan ekonomi yang nyata belum terlihat. Dengan demikian, imbal hasil kemungkinan akan tetap tinggi untuk sementara waktu.

Namun, dalam jangka menengah, kami memprakirakan ekspektasi inflasi akan mereda, asalkan pasar energi secara bertahap stabil. Akibatnya, imbal hasil pada obligasi jangka pendek khususnya seharusnya turun sedikit. Di sisi lain, potensi penurunan imbal hasil pada ujung jangka panjang tampaknya terbatas untuk saat ini. Tingginya volume penerbitan pemerintah, investasi besar-besaran dalam infrastruktur AI, pertahanan, dan transisi energi, serta prospek pertumbuhan yang tetap positif, mengarah pada lingkungan suku bunga yang secara struktural lebih tinggi. Dengan latar belakang ini, meskipun kami melihat potensi apresiasi harga untuk tenor yang lebih panjang, kami memprakirakan imbal hasil hanya akan turun secara perlahan.

Pasar Obligasi Global: Antara Ledakan Investasi dan Risiko Inflasi

Selain risiko inflasi jangka pendek, siklus investasi struktural semakin membentuk perkembangan pasar obligasi. Ekspansi global infrastruktur AI memicu ledakan investasi yang luar biasa, khususnya di AS, dan mendorong penerbitan obligasi korporasi. Pada saat yang sama, belanja untuk pertahanan dan transisi hijau meningkatkan kebutuhan modal di Eropa. Meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam volume penerbitan, pasar obligasi sejauh ini belum menunjukkan tanda-tanda crowding out atau keterbatasan kapasitas penyerapan. Sebaliknya, imbal hasil yang lebih tinggi saat ini mencerminkan, di atas segalanya, normalisasi premi jangka waktu, peningkatan risiko inflasi, dan prospek pertumbuhan yang positif secara keseluruhan. Oleh karena itu, lingkungan tersebut menunjukkan tingkat suku bunga yang secara struktural lebih tinggi dalam jangka menengah dibandingkan tahun-tahun sebelum pandemi.

Unduh Prospek Suku Bunga Lengkap

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.