fxs_header_sponsor_anchor

Analisis

Euro Fokus pada ECB

  • EUR/USD menguat karena ekspektasi retorika ‘hawkish’ dari ECB.
  • Reli pada Brent crude dan imbal hasil Treasury tidak membantu Dolar AS. 

Dolar AS mundur, meskipun harga minyak naik dan imbal hasil Treasury AS meningkat. Serangan Houthi terhadap kapal tanker di Laut Merah telah meningkatkan risiko geopolitik dan memicu reli pada Brent crude. Situasi semakin diperparah oleh masalah pasokan di Rusia dan Kazakhstan akibat serangan drone Ukraina pada infrastruktur Laut Hitam, serta pengurangan lalu lintas melalui Selat Hormuz menjadi sembilan kapal dan melalui Selat Bab al-Mandeb dari 44 menjadi 29, menurut Kpler. 

Kenaikan harga minyak meningkatkan risiko percepatan inflasi dan mendorong bank sentral untuk mengetatkan kebijakan moneter. Pasar berjangka memperkirakan peluang ECB dan The Fed menaikkan suku bunga pada bulan September masing-masing sebesar 90% dan 77%, sementara probabilitas dua kali kenaikan pada tahun 2026 masing-masing sebesar 60% dan 56%. Regulator Eropa diprakirakan akan mengambil langkah pertama. Investor tidak mengharapkan kenaikan suku bunga deposito pada pertemuan Juli tetapi mengandalkan retorika hawkish dari Christine Lagarde. Hal ini memberikan pendorong bagi EUR/USD, membantu pasangan mata uang ini mengatasi hambatan seperti reli Brent crude dan imbal hasil Treasury.

Kenaikan harga konsumen di zona euro dari 1,9% pada Februari menjadi 3,2% pada Mei mendorong ECB menaikkan suku bunga deposito sebesar seperempat poin menjadi 2,25% pada pertemuan sebelumnya. Namun, pada Juni, IHK melambat menjadi 2,8%, memberikan alasan untuk menghentikan siklus pengetatan. Meski demikian, menurut anggota Dewan Gubernur Yannis Stournaras, kebangkitan konflik di Timur Tengah telah membawa Bank Sentral Eropa kembali ke garis depan dalam perang melawan inflasi. 

Pasar membeli EUR/USD dengan harapan Christine Lagarde akan memberikan sinyal kenaikan lagi pada bulan September. Pasangan mata uang utama ini menguat berdasarkan rumor, meskipun latar belakangnya tidak menguntungkan. Apakah retorika wanita Prancis ini pada konferensi pers akan memberikan alasan untuk menjual euro berdasarkan data aktual?

Sementara itu, rumor bahwa Bank of Japan mungkin akan melanjutkan pengetatan lebih cepat dari yang diperkirakan pasar sebelumnya telah menekan USD/JPY lebih rendah. Menurut survei Reuters, 53% dari 51 ahli memprakirakan kenaikan suku bunga overnight dari 1% menjadi 1,25% pada Desember, dengan 35% mengharapkan kenaikan pada Oktober. Seorang sumber Bloomberg mengklaim bahwa bisa ada langkah lebih cepat daripada setiap enam bulan sekali, yang saat ini diantisipasi oleh investor. 

Ringkasan: EUR/USD menguat karena ekspektasi sinyal hawkish dari ECB, meskipun terjadi reli harga minyak dan imbal hasil Treasury; pasar menantikan pernyataan Lagarde. 

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.