WTI Pulih Mendekati $75,50 karena Ekspektasi Penurunan Suku Bunga The Fed


  • Harga WTI menguat karena spekulasi penurunan suku bunga The Fed di bulan September.
  • Harga minyak mentah mungkin akan mengalami kesulitan karena laporan pekerjaan AS yang kuat akan mendukung sikap hawkish dari The Fed.
  • Kekhawatiran mengenai surplus pasokan telah meningkat karena OPEC+ memutuskan untuk menghentikan pemangkasan secara bertahap.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) memulihkan pelemahan pada sesi sebelumnya, diperdagangkan di kisaran $75,30 per barel selama jam perdagangan sei Asia hari Senin. Kenaikan harga minyak mentah ini sebagian besar disebabkan oleh spekulasi bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan memangkas suku bunga di bulan September.

Namun, data ketenagakerjaan AS yang lebih baik dari prakiraan yang dirilis pada hari Jumat telah menyebabkan para pedagang menunda ekspektasi mereka akan penurunan suku bunga The Fed. Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS), Nonfarm Payrolls (NFP) AS bulan Mei meningkat 272.000, naik dari 165.000 di bulan April. Data ketenagakerjaan yang lebih kuat telah menarik para pembeli ke Dolar AS (USD), yang telah memberikan tekanan ke bawah pada harga Minyak dengan membuat komoditas ini menjadi lebih mahal bagi negara-negara pembeli yang menggunakan mata uang lain.

Harga Minyak Mentah dapat menghadapi tekanan jika biaya pinjaman tetap tinggi untuk waktu yang lama, yang akan berdampak negatif pada permintaan Minyak. Laporan pekerjaan AS yang kuat akan mendukung sikap hawkish dari Federal Reserve. CME FedWatch Tool mengindikasikan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga The Fed di bulan September sebesar setidaknya 25 basis poin telah menurun menjadi hampir 48,0%, turun dari 54,8% seminggu sebelumnya.

Selain itu, kekhawatiran akan potensi surplus pasokan minyak telah meningkat karena Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan untuk secara bertahap menghentikan pemangkasan sukarela dari delapan negara anggota mulai bulan Oktober. Pada bulan Desember, lebih dari 500.000 barel per hari (bph) diprakirakan akan kembali masuk ke pasar, dengan total 1,8 juta bph kembali pada bulan Juni 2025. 

Level-Level Teknis Minyak WTI AS

Tinjauan
Harga terakhir hari ini 75.45
Perubahan harian hari ini 0.27
Perubahan harian hari ini % 0.36
Pembukaan harian hari ini 75.18
 
Tren
SMA 20 Harian 77.32
SMA 50 Harian 80.44
SMA 100 Harian 79.12
SMA 200 Harian 79.39
 
Level
Tertinggi Harian Sebelumnya 75.98
Terendah Harian Sebelumnya 75
Tertinggi Mingguan Sebelumnya 77.36
Terendah Mingguan Sebelumnya 72.46
Tertinggi Bulanan Sebelumnya 81.25
Terendah Bulanan Sebelumnya 76.04
Fibonacci Harian 38,2% 75.37
Fibonacci Harian 61,8% 75.61
Pivot Point Harian S1 74.79
Pivot Point Harian S2 74.4
Pivot Point Harian S3 73.81
Pivot Point Harian R1 75.78
Pivot Point Harian R2 76.37
Pivot Point Harian R3 76.76

 

 

 

 

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Prakiraan Mingguan Emas: XAU/USD Menguat karena Taruhan Penurunan Suku Bunga Fed untuk September Meningkat

Prakiraan Mingguan Emas: XAU/USD Menguat karena Taruhan Penurunan Suku Bunga Fed untuk September Meningkat

Emas (XAU/USD) mencatat kenaikan terbatas pada minggu ini, didukung oleh arus safe haven dan data inflasi yang lemah dari AS. Dengan tidak adanya rilis data makroekonomi berdampak tinggi di depan, para investor akan memperhatikan perkembangan teknis pada XAU/USD dan komentar-komentar dari pejabat Federal Reserve (The Fed).

Berita Emas Lainnya

EUR/USD Turun ke Terendah Enam Minggu Dekat 1,0670 di Tengah Pembaruan The Fed yang Hawkish

EUR/USD Turun ke Terendah Enam Minggu Dekat 1,0670 di Tengah Pembaruan The Fed yang Hawkish

EUR/USD melanjutkan penurunannya di bawah support angka bulat 1,0700 ke 1,0670, menyentuh level terendah dalam lebih dari sebulan selama sesi New York hari Jumat.

Berita EUR/USD Lainnya

Prakiraan Mingguan EUR/USD: Keputusan Bank Sentral akan Terus Memakan Korban

Prakiraan Mingguan EUR/USD: Keputusan Bank Sentral akan Terus Memakan Korban

EUR/USD turun di bawah level 1,0700 untuk pertama kalinya dalam lebih dari sebulan pada hari Jumat, karena Dolar AS melonjak karena penghindaran risiko. Sentimen suram terjadi sepanjang minggu, dengan pengecualian singkat pada hari Rabu ketika inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari yang diantisipasi membawa angin segar.

Analisa EUR/USD Lainnya

Deteksi level utama dengan Indikator Pertemuan Teknikal

Deteksi level utama dengan Indikator Pertemuan Teknikal

Tingkatkan titik entri dan exit Anda juga dengan Indikator Pertemuan Teknikal. Alat ini mendeteksi pertemuan beberapa indikator teknis seperti moving average, Fibonacci atau Pivot Points dan menyoroti indikator tesebut untuk digunakan sebagai dasar berbagai strategi.

Indikator Pertemuan Teknikal

Ikuti pasar dengan Grafik Interaktif FXStreet

Ikuti pasar dengan Grafik Interaktif FXStreet

Jadilah trader yang cerdas dan gunakan grafik interaktif kami yang memiliki lebih dari 1500 aset, suku bunga antar bank, dan data historis yang luas. Ini merupakan alat profesional online wajib yang menawarkan Anda platform waktu riil yang dapat disesuaikan dan gratis.

Informasi Lebih Lanjut

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA