- Rupee India melemah terhadap Dolar AS di tengah ketegangan perdagangan AS-India yang terus berlanjut.
- Moody’s memperingatkan bahwa masalah perdagangan AS-India dapat menghambat ambisi manufaktur New Delhi.
- Para investor mengalihkan fokus mereka ke data IHK AS-India untuk bulan Juli.
Rupee India (INR) diperdagangkan sedikit lebih rendah di sekitar 87,80 terhadap Dolar AS (USD) di awal minggu. USD/INR naik tipis saat Rupee India terus berkinerja buruk akibat ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan India.
Pasangan mata uang USD/INR telah berakhir positif selama lima minggu terakhir karena penerapan tarif 50% pada impor dari India ke AS telah menimbulkan kekhawatiran atas rencana ambisi manufaktur New Delhi.
Para analis di Moody’s mengatakan dalam sebuah laporan bahwa semakin lebar kesenjangan tarif antara India dan negara-negara Asia-Pasifik lainnya akan berdampak pada "ambisi India untuk mengembangkan sektor manufakturnya", terutama di sektor-sektor bernilai tambah tinggi seperti elektronik, dan bahkan dapat "membalikkan beberapa keuntungan yang diperoleh dalam beberapa tahun terakhir dalam menarik investasi terkait", lapor Reuters.
Ketegangan perdagangan antara AS dan India meningkat minggu lalu setelah India mempertahankan posisinya untuk terus membeli minyak dari Rusia, meskipun Washington memperbesar tarif pada impor dari New Delhi menjadi 50%, (kumulatif dari 25% tarif timbal balik dan 25% penalti untuk membeli minyak Rusia).
Di sisi investasi asing, Investor Institusional Asing (Foreign Institutional Investors/FII) membeli saham senilai Rs. 1.932,81 crore pada hari Jumat. Ini adalah hari perdagangan pertama bulan Agustus, ketika FII tetap menjadi pembeli bersih di pasar saham India. Aksi jual FII yang tak henti-hentinya pada bulan Juli dan Agustus telah menyebabkan penurunan tajam di pasar modal India. Indeks acuan India, Nifty50, telah ditutup negatif selama enam minggu berturut-turut. Keranjang 50 saham ini turun hampir 5% dari puncak terbarunya di 25.670 di pasar spot.
KURS Rupee India 7 Hari terakhir
Tabel di bawah menunjukkan persentase perubahan Rupee India (INR) terhadap mata uang utama yang terdaftar 7 hari terakhir. Rupee India adalah yang terlemah dibandingkan Euro.
| USD | EUR | GBP | JPY | CAD | AUD | INR | CHF | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| USD | -0.66% | -1.41% | 0.18% | -0.21% | -0.72% | 0.36% | 0.14% | |
| EUR | 0.66% | -0.70% | 0.86% | 0.46% | -0.20% | 2.38% | 0.80% | |
| GBP | 1.41% | 0.70% | 1.59% | 1.17% | 0.51% | 1.82% | 1.51% | |
| JPY | -0.18% | -0.86% | -1.59% | -0.38% | -1.05% | 0.88% | 0.14% | |
| CAD | 0.21% | -0.46% | -1.17% | 0.38% | -0.68% | 1.33% | 0.33% | |
| AUD | 0.72% | 0.20% | -0.51% | 1.05% | 0.68% | 1.95% | 1.00% | |
| INR | -0.36% | -2.38% | -1.82% | -0.88% | -1.33% | -1.95% | -1.37% | |
| CHF | -0.14% | -0.80% | -1.51% | -0.14% | -0.33% | -1.00% | 1.37% |
Heat Map menunjukkan persentase perubahan mata uang utama terhadap satu sama lain. Mata uang dasar diambil dari kolom kiri, sedangkan mata uang pembanding diambil dari baris atas. Misalnya, jika Anda memilih Rupee India dari kolom kiri dan berpindah sepanjang garis horizontal ke Dolar AS, persentase perubahan yang ditampilkan dalam kotak akan mewakili INR (dasar)/USD (pembanding).
Intisari Penggerak Pasar Harian: Pejabat The Fed, Bowman, Mengantisipasi Tiga Penurunan Suku Bunga Tahun ini
- Rupee India berkinerja buruk dibandingkan Dolar AS meskipun Dolar AS turun terhadap mata uang utama lainnya akibat ekspektasi yang kuat bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mengurangi suku bunga dalam pertemuan kebijakan bulan September.
- Menurut alat FedWatch CME, ada kemungkinan 88% bahwa The Fed akan memotong Suku Bunga Federal Funds sebesar 25 basis poin (bp) menjadi kisaran 4,00% dan 4,25%.
- Taruhan pemotongan suku bunga The Fed semakin menguat karena beberapa anggota Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) berargumen mendukung penyesuaian kebijakan moneter di tengah kekhawatiran yang berkembang di pasar tenaga kerja.
- Selama akhir pekan, Gubernur The Fed, Michelle Bowman, menyatakan bahwa data pasar tenaga kerja terbaru telah memperkuat keyakinannya dalam ramalannya bahwa akan ada tiga pemotongan suku bunga tahun ini.
- "Dengan pertumbuhan ekonomi yang melambat tahun ini dan tanda-tanda pasar tenaga kerja kurang dinamis menjadi jelas, Saya melihatnya sebagai hal yang tepat untuk mulai secara bertahap mengubah sikap kebijakan kami yang moderat menjadi pengaturan netral," kata Bowman dalam pernyataan yang disiapkannya di Kansas Bankers Association.
- Ke depan, para investor akan fokus pada data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS dan India untuk bulan Juli, yang dijadwalkan dirilis pada hari Selasa. Para ekonom memprakirakan inflasi AS telah tumbuh dengan laju yang lebih cepat, sementara tekanan harga di ekonomi Asia diprakirakan telah melambat.
- Laporan IHK AS diprakirakan menunjukkan bahwa inflasi umum dan inti meningkat menjadi masing-masing 2,8% dan 3,0% pada basis tahunan. Para investor akan memantau dengan seksama harga barang yang sebagian besar diimpor di AS untuk mengukur dampak tarif.
- Di India, IHK diprakirakan di 1,76% pada basis tahunan, turun dari 2,1% di bulan Juni. Ini akan menjadi angka terendah yang terlihat dalam delapan tahun. Tekanan harga yang mendingin jauh di bawah target inflasi 4% Reserve Bank of India (RBI) dapat membuka jalan bagi lebih banyak pemotongan suku bunga di sisa tahun ini.
Analisis Teknis: USD/INR Bertujuan untuk Menembus di Atas 88,00
Pasangan mata uang USD/INR naik tipis mendekati 87,80 pada hari Senin. Tren jangka pendek pasangan mata uang ini bersifat bullish seiring dengan Exponential Moving Average (EMA) 20-hari yang miring ke atas di sekitar 87,17.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berosilasi di dalam kisaran 60,00-80,00, mengindikasikan momentum bullish kuat.
Melihat ke bawah, EMA 20-hari akan bertindak sebagai support utama. Di sisi atas, level tertinggi hari Selasa di sekitar 88,25 akan menjadi rintangan penting bagi pasangan mata uang ini.
Indikator Ekonomi
Indeks Harga Konsumen non Pangan & Energi (Thn/Thn)
Kecenderungan inflasi atau deflasi diukur dengan menjumlahkan harga sekeranjang barang dan jasa secara berkala dan menyajikan datanya sebagai Indeks Harga Konsumen (IHK). Data IHK dikumpulkan setiap bulan dan dirilis oleh Departemen Statistik Tenaga Kerja AS. Laporan bulanan ini membandingkan harga barang-barang pada bulan referensi dengan bulan sebelumnya. IHK Tidak termasuk Makanan & Energi tidak menyertakan komponen makanan dan energi yang lebih fluktuatif untuk memberikan pengukuran tekanan harga yang lebih akurat. Secara umum, angka yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sedangkan angka yang rendah dianggap sebagai bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Agu 12, 2025 12.30
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 3%
Sebelumnya: 2.9%
Sumber: US Bureau of Labor Statistics
Federal Reserve AS memiliki mandat ganda untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan lapangan kerja. Berdasarkan mandat tersebut, inflasi harus berada pada kisaran 2% YoY dan telah menjadi pilar terlemah dari arahan bank sentral sejak dunia mengalami pandemi yang masih berlangsung hingga saat ini. Tekanan harga terus meningkat di tengah permasalahan dan kemacetan rantai pasokan, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) berada pada level tertinggi dalam beberapa dekade. The Fed telah mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan inflasi dan diprakirakan akan mempertahankan sikap agresif di masa mendatang.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda
Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan lebih banyak nilai di minggu pertama Februari, menetap di sekitar 1,1820. Pembalikan kehilangan momentum setelah pasangan tersebut mencapai puncaknya di 1,2082 pada bulan Januari, tertinggi sejak pertengahan 2021.
Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas
Setelah kehilangan lebih dari 8% untuk mengakhiri minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Senin dan turun menuju $4.400. Meskipun XAU/USD melakukan rebound yang tegas setelahnya, ia gagal untuk stabil di atas $5.000.
GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar
Pound Sterling (GBP) berbalik arah terhadap Dolar AS (USD), dengan GBP/USD kehilangan hampir 200 poin dalam koreksi dramatis
Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat
Harga Bitcoin (BTC) pulih sedikit, diperdagangkan di $65.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, setelah mencapai level terendah $60.000 selama sesi perdagangan awal Asia. Sang Raja Kripto tetap berada di bawah tekanan sejauh minggu ini, mencatatkan tiga minggu berturut-turut dengan kerugian melebihi 30%.
Tiga skenario untuk Yen Jepang menjelang pemilihan mendadak
Survei terbaru menunjukkan kemenangan dominan untuk blok yang berkuasa pada pemilihan mendadak Jepang yang akan datang. Semakin besar mandat Sanae Takaichi, semakin khawatir para investor akan implementasi yang lebih cepat dari pemotongan pajak dan rencana belanja.