- IHSG ditutup sedikit naik pada hari perdagangan terakhir pekan ini kemarin.
- Para investor akan menghadapi peristiwa dan data penting pekan depan.
- Pasar ingin tahu respons Bank Indonesia terhadap keriuhan tarif Perdagangan AS.
IHSG menutup pekan yang singkat ini di 6.438,26 naik 0,60% pada Kamis lalu. Sementara imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun dan 30 tahun masing-masing ditutup di 6,933% dan 7,141%, juga tidak menunjukkan pergerakan signifikan menuju libur untuk memperingati Wafat Yesus Kristus.
Investor akan menghadapi data dan peristiwa penting minggu depan. Pertama, investor akan menghadapi Neraca Perdagangan/Ekspor Impor Indonesia di bulan Maret 2025 pada hari Senin, 21 April. Dalam laporan sebelumnya, Neraca Perdagangan Indonesia di Februari 2025 surplus $3,12 miliar. Surplus pada bulan pelaporan bersumber dari perdagangan non-migas karena kinerja ekspornya yang positif.
Ekspor-ekspor tersebut adalah komoditas berbasis sumber daya alam seperti lemak dan minyak nabati/hewani, logam mulia dan perhiasan/permata, serta produk manufaktur, kendaraan dan berbagai produk kimia, seperti dilansir Bank Indonesia. Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi tujuan utama ekspor non-migas Indonesia.
Pada hari Selasa, 22 April 2025, Bank Indonesia (BI) memulai hari pertama Rapat Dewan Gubernur (RDG) dan berakhir pada hari Rabu bersamaan dengan keputusan suku bunga. BI pada bulan Maret 2025 mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%, suku bunga deposit fasility di 5,00%, dan suku bunga lending facility di 6,50%. Dalam konfrensi pers pasca RDG, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, "Pertumbuhan ekonomi Indonesia terjaga dengan baik di tengah ketidakpastian yang masih tinggi. Ke depan, Bank Indonesia terus mengoptimalkan bauran kebijakannya untuk tetap menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Stimulus kebijakan makroprudensial dan akselerasi digitalisasi transaksi pembayaran terus dioptimalkan."
Pasar ingin tahu bagaimana sikap BI di tengah keriuhan tarif perdagangan Trump pada mitra-mitra dagangnya termasuk Indonesia dan dampaknya pada kebijakan bank sentral. Meskipun Trump memberikan jeda 90 hari dari tarif timbal balik untuk melakukan negosiasi perdagangan.
Pada hari Kamis, Indonesia hanya akan merilis data Perkembangan Uang Beredar untuk Maret 2024. Pada bulan sebelumnya, Uang Beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp9.239,9 triliun atau tumbuh 5,75% tahun-ke-tahun. Sedangkan para hari Jumat, akan ada rilis laporan Survei Kegiatan Dunia Usaha kuartal pertama 2025 dan Prompt Manufacturing Index (PMI) juga untuk kuartal pertama 2025.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Rab Mar 19, 2025 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Aktual: 5.75%
Konsensus: 5.75%
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda
Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan lebih banyak nilai di minggu pertama Februari, menetap di sekitar 1,1820. Pembalikan kehilangan momentum setelah pasangan tersebut mencapai puncaknya di 1,2082 pada bulan Januari, tertinggi sejak pertengahan 2021.
Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas
Setelah kehilangan lebih dari 8% untuk mengakhiri minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Senin dan turun menuju $4.400. Meskipun XAU/USD melakukan rebound yang tegas setelahnya, ia gagal untuk stabil di atas $5.000.
GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar
Pound Sterling (GBP) berbalik arah terhadap Dolar AS (USD), dengan GBP/USD kehilangan hampir 200 poin dalam koreksi dramatis
Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat
Harga Bitcoin (BTC) pulih sedikit, diperdagangkan di $65.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, setelah mencapai level terendah $60.000 selama sesi perdagangan awal Asia. Sang Raja Kripto tetap berada di bawah tekanan sejauh minggu ini, mencatatkan tiga minggu berturut-turut dengan kerugian melebihi 30%.
Tiga skenario untuk Yen Jepang menjelang pemilihan mendadak
Survei terbaru menunjukkan kemenangan dominan untuk blok yang berkuasa pada pemilihan mendadak Jepang yang akan datang. Semakin besar mandat Sanae Takaichi, semakin khawatir para investor akan implementasi yang lebih cepat dari pemotongan pajak dan rencana belanja.