IHSG Tidak Bisa Lanjutkan Kenaikan Kemarin, Berada di Area 7.222 di Tengah Pekan yang Tenang


  • IHSG memangkas penurunan sesi pertama, meskipun masih merah menuju penutupan.
  • Para investor menantikan data Keyakinan Konsumen dan Penjualan Ritel Indonesia pekan ini.
  • Indeks terjebak dalam kisaran sideways, bersiap menunjukkan pergerakan besar ke depan.

IHSG bergerak di area 7.222,45 yang turun 0,11% pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 7.232,68 yang tidak mampu melanjutkan kenaikan kemarin karena indeks turun dalam satu jam pertama ke terendah hari 7.172,20 untuk kemudian bergerak datar di level-level saat ini. Indeks tampak menghentikan sejenak pemulihan mengesankan dari terendah 2025 yang dicatat di 5.882,60 pada 8 April.

Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar merah pada pertengahan pekan ini. IDX BUMN20 turun 0,88% sejauh ini, menjadi indeks dengan kinerja terburuk. Namun demikian, saham-saham BUMN dalam indeks ini menunjukkan kinerja beragam. Di sisi positif, PTPP menunjukkan kenaikan tertinggi 5,38% diikuti oleh ELSA +4,85%, dan ADHI +3,88%. Sementara di sisi negatif, TLKM memimpin saham dengan penurunan terbesar dalam indeks ini yang -4,12%, disusul TINS -4,05%, dan BBRI -2,17%.

Tidak ada data penting Indonesia yang dirilis hari ini, namun para investor akan menantikan data Keyakinan Konsumen untuk bulan Mei dan pada hari Kamis dan data Penjualan Ritel bulan April pada hari Jumat.

Di sisi lain, ada perkembangan positif dari proses negosiasi Indonesia-European Union Comrehensive Economic Partnership Agreement (I-UE CEPA) karena memasuki tahap akhir. Perjanjian ini bisa memberikan manfaat penghapusan tarif impor dengan signifikan. Selain itu, 80% dari ekspor Indonesia ke Uni Eropa bisa menikmati tarif 0% dalam 1 hingga 2 tahun setelah kesepakatan tersebut diterapkan. Tahap akhir negosiasi ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Airlangga Hartarto, yang sedang dalam kunjungan kerja ke Eropa sejak awal bulan Juni.

Rupiah berada di 16.255 yang menguat 0,10% terhadap Dolar Amerika Serikat. Pasangan mata uang ini bergerak setelah stagnan selama tiga hari perdagangan sebelumnya. Hasil dari perundingan perdagangan AS-Tiongkok patut diduga berada di balik pergerakan pada hari ini. Kedua belah pihak menyetujuji kerangka kerja untuk menerapkan konsensus Jenewa. Namun demikian, hasil ini akan diajukan ke pemimpin negara masing-masing untuk mendapatkan persetujuan

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,740% yang turun untuk lima hari perdagangan berturut-turut dan melanjutkan penurunan dari 7,235% tertinggi 9 April 2025. Penurunan ini mengindikasikan obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun terus diminati di lingkungan saat ini.

Emas Antam Merayap Naik

Emas 1 gram Antam dijual dengan harga Rp1.910.000 yang naik seribu rupiah dari Rp1.909.000 pada hari kemarin. Tidak banyak yang bisa diinformasikan dari pergerakan Emas Antam yang minim hari ini karena XAU/USD ditutup hampir tidak berubah di area $3.322 per ons troy karena menantikan hasil dari perundingan perdagangan AS-Tiongkok pada hari kemarin. Namun demikian, hasil positif dari perundingan tersebut tidak menjadi mendorong negatif bagi Emas karena investor nampaknya absen karena menunggu rilis data Indeks Harga Konsumen AS untuk bulan Mei. Data ini akan diamati untuk mencari efek dari tarif yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada bulan April.

Grafik Harian IHSG – Analisis Teknis

IHSG

IHSG terjebak dalam kisaran sideways yang baru terbentuk sejak pertengahan Mei 2025 di area 7.000-7.240. Indeks tampaknya berhenti sejenak setelah mementaskan pemulihan yang mengesankan dari 5.882,60. Pergerakan sideways ini bisa menjadi awal dari pergerakan besar selanjutnya entah ke atas atau ke bawah.

Dalam skenario IHSG melanjutkan rally, indeks ini bisa berhadapan dengan resistance di 7.324,62 (tertinggi 2025 yang dicapai pada 23 Januari) dan 7.444,17 tertinggi 11 Desember 2024).

Kasus di atas ditopang oleh Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang saat ini berada di 66,18, masih di bawah level-level jenuh beli, mengindikasikan masih ada ruang untuk bergerak naik.

Namun jika indeks tidak sanggup untuk melanjutkan rally, IHSG bisa turun ke support terdekat di 7.000 (ujung bawah kisaran sideways, level psikologis), penembusan level tersebut akan membuat indeks berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, yang saat ini berada di 7.136. Indeks di bawah average tersebut mengindikasikan bahwa tren indeks adalah bearish dan membuka jalan untuk ke 6.811,77 (terendah 9 Mei 2025).

pertanyaan umum seputar PERANG DAGANG AS-TIONGKOK

Secara umum, perang dagang adalah konflik ekonomi antara dua negara atau lebih akibat proteksionisme yang ekstrem di satu sisi. Ini mengimplikasikan penciptaan hambatan perdagangan, seperti tarif, yang mengakibatkan hambatan balasan, meningkatnya biaya impor, dan dengan demikian biaya hidup.

Konflik ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dimulai pada awal 2018, ketika Presiden Donald Trump menetapkan hambatan perdagangan terhadap Tiongkok, mengklaim praktik komersial yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual dari raksasa Asia tersebut. Tiongkok mengambil tindakan balasan, memberlakukan tarif pada berbagai barang AS, seperti mobil dan kedelai. Ketegangan meningkat hingga kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok Fase Satu pada Januari 2020. Perjanjian tersebut mengharuskan reformasi struktural dan perubahan lain pada rezim ekonomi dan perdagangan Tiongkok serta berpura-pura mengembalikan stabilitas dan kepercayaan antara kedua negara. Pandemi Coronavirus mengalihkan fokus dari konflik tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa Presiden Joe Biden, yang menjabat setelah Trump, mempertahankan tarif yang ada dan bahkan menambahkan beberapa pungutan lainnya.

Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih sebagai Presiden AS ke-47 telah memicu gelombang ketegangan baru antara kedua negara. Selama kampanye pemilu 2024, Trump berjanji untuk memberlakukan tarif 60% terhadap Tiongkok begitu ia kembali menjabat, yang ia lakukan pada tanggal 20 Januari 2025. Perang dagang AS-Tiongkok dimaksudkan untuk dilanjutkan dari titik terakhir, dengan kebijakan balas-membalas yang mempengaruhi lanskap ekonomi global di tengah gangguan dalam rantai pasokan global, yang mengakibatkan pengurangan belanja, terutama investasi, dan secara langsung berdampak pada inflasi Indeks Harga Konsumen.

 

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Membuat U-Turn, Kembali ke $4.200

Emas Membuat U-Turn, Kembali ke $4.200

Emas kini kehilangan pijakan dan mundur ke area kunci $4.200 per troy ons setelah beberapa tanda kehidupan dalam Greenback dan pemantulan yang signifikan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS secara keseluruhan. Namun, prospek positif untuk logam mulia ini tetap didukung oleh taruhan yang stabil untuk pelonggaran tambahan oleh The Fed.

EUR/USD Bertahan Stabil Dekat 1,1650 Setelah Data AS

EUR/USD Bertahan Stabil Dekat 1,1650 Setelah Data AS

EUR/USD kini kehilangan beberapa traksi dan merosot kembali ke area terendah harian di sekitar 1,1630 di tengah pemantulan ringan Dolar AS. Data AS terbaru, termasuk angka inflasi PCE September dan pembacaan terbaru tentang sentimen konsumen Desember, tidak benar-benar memberikan dampak signifikan, sehingga pasangan mata uang ini masih berada di jalur untuk menyelesaikan minggu dengan kenaikan yang terhormat.

GBP/USD Pangkas Kenaikan, Mundur Menuju 1,3320

GBP/USD Pangkas Kenaikan, Mundur Menuju 1,3320

GBP/USD berjuang untuk mempertahankan kenaikan harian, mengalami tekanan baru dan mundur ke zona 1,3320 setelah upaya bullish yang ringan pada Greenback. Meskipun sentimen konsumen AS mengejutkan ke sisi atas, Dolar AS tidak mendapatkan banyak perhatian, karena para pedagang jauh lebih tertarik pada apa yang akan dikatakan The Fed minggu depan.

Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Mengikis Keuntungan Meskipun Harapan Akan Penurunan Suku Bunga The Fed Semakin Meningkat

Kripto Hari ini: Bitcoin, Ethereum, XRP Mengikis Keuntungan Meskipun Harapan Akan Penurunan Suku Bunga The Fed Semakin Meningkat

Bitcoin stabil di atas $91.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat. Ethereum tetap di atas $3.100, mencerminkan sentimen positif menjelang pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pada 10 Desember.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 5 Desember:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 5 Desember:

Pada paruh kedua hari ini, BEA AS akan mempublikasikan data Indeks Harga PCE untuk bulan September, pengukur inflasi yang disukai Fed. Di sesi Amerika nanti, para investor akan mencermati laporan Indeks Sentimen Konsumen UoM untuk bulan Desember.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA