- IHSG mencoba memanfaatkan gap pembukaan atas dengan naik lebih jauh.
- Presiden RI, Prabowo Subianto, memastikan pemerintah mempercepat perbaikan infrastur-infrastruktur penting yang rusak akibat banjir besar di wilayah Sumatera.
- Emas Antam melanjutkan kenaikan dari awal minggu, dijual di harga RpRp2.425.000 hari ini.
IHSG bergerak di sekitar 8.605,60 yang lebih tinggi 0,66% dari penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 8.577,60 dan sempat turun ke terendah hari 8.564,69. Namun demikian, indeks membalikkan penurunan kecil tersebut dan bergerak naik ke tertinggi hari 8.611,60 pada sesi pertama perdagangan di hari Selasa. Indeks memanfaatkan gap atas dan semakin dekat dengan tertinggi sepanjang masa 8.622,26 yang diraih pada pekan lalu.
Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja positif sejauh hari ini. JII menjadi salah satu indek dengan kinerja terbaik dengan naik 0,72%. Tiga emiten dengan kenaikan terbesar dalam indeks ini adalah TPIA (+5,07%), INCO (+3,93%), dan ASII (+2,35%). Namun demikian, KLBF (-5,81%), EXCL (-4,9%), dan ICBP (-2,38%) tampak mengimbangi.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, mengunjungi secara langsung beberapa lokasi terdampak banjir besar di wilayah Sumatera pada 1 Desember 2025. Presiden Prabowo menegaskan bahwa negara hadir dalam proses penanganan bencana. Pemerintah menyebut bahwa mereka telah mendistribusikan bantuan berupa logistik dan makanan. Prioritas pemerintah untuk saat ini adalah percepatan pengiriman bantuan khususnya di wilayah-wilayah yang masih terisolasi.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan anggaran khusus untuk perbaikan infrastuktur dan akan segera memperbaiki jalur-jalur penting yang rusak akibat peristiwa ini. Presiden mengatakan, "Kita segera akan membuka jalan-jalan yang putus, jembatan-jembatan yang rusak kita segera perbaiki," seperti dilansir dalam situs Presiden RI.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto,menyebut pemerintah menyiapkan beberapa tindakan untuk menjaga daya beli yang salah satunya adalah program belanja nasional dengan target transaksi Rp120 triliun yang termasuk diskon tiket kereta api, promosi sektor pariwisata, dan potongan harga di ritel modern. Ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi upside risk menurut Airlangga saat menghadiri Plenary Session KADIN 2025.
Tidak akan ada rilis data ekonomi dari Indonesia pada hari ini. Data terbaru dari Indonesia yang dirilis pada hari kemarin adalah Neraca Perdagangan Indonesia untuk periode Januari–Oktober 2025 sebesar $35,88 miliar yang lebih tinggi $10,98 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, seperti diinformasikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. BPS menyebutkan bahwa neraca perdagangan surplus untuk 66 bulan berturut-turut.
Sementara itu, Inflasi Indonesia di November 2025 adalah 2,72% Tahun-ke-Tahun, lebih rendah dari sebelumnya 2,86% . Pada basis bulanan, tingkat inflasi Indonesia di bulan yang sama adalah 0,17% dari 0,28%. Inflasi Inti November 2025 pada basis tahunan adalah 2,36%, tidak berubah dari sebelumnya.
Emas Antam Lanjutkan Kenaikan Awal Minggu
Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp2.425.000 yang naik Rp10.000 dari harga kemarin Rp2.415.000 seperti diinformasikan oleh situs Logam Mulia. Dengan demikian, harga Emas Antam telah naik untuk dua hari berturut-turut dan melanjutkan kenaikan dari minggu lalu.
Kenaikan Emas Antam ini terjadi setelah harga Emas dunia (XAU/USD) naik ke $4.264 per troy ons, level tertinggi sejak 22 Oktober 2025. Kenaikan Emas ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi terhadap penurunan suku bunga The Fed. CME FedWatch Tool mengindikasikan bahwa para pedagang memprakirakan peluang 87,4% bahwa bank sentral AS akan menurunkan suku bunga 25 basis poin minggu depan.
Tidak ada rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) pada hari ini, sehingga para pedagang Emas akan mencerna data AS sebelumnya. Pada hari Selasa, PMI Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) AS bulan November turun ke 48,2 dari 48,7 di bulan sebelumnya. Angka ini di bawah ekspektasi pasar yaitu 48,6. Angka di bawah 50 menunjukkan bahwa sektor manufaktur berada dalam kontraksi.
Grafik Harian IHSG – Analisis Teknis

Secara keseluruhan IHSG mempertahankan tren naik kuatnya saat bergerak jauh di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Tren naik tersebut juga didukung oleh struktur higher highs dan higher lows yang dibuat indeks sejak terendah 2025 di 5.882,60 hingga tertinggi baru sepanjang masa di 8.622,26 yang diraih indeks pada 27 November 2025. Namun demikian, dalam jangka sangat pendek IHSG berada dalam kisaran sideways setelah rally yang panjang.
Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 65,37 dan menghadap ke atas yang menyarankan bahwa momentumnya bullish dan masih ada ruang untuk naik sebelum masuk ke level-level jenuh beli. Dalam kasus IHSG menindaklanjuti momentum bullish, indeks bisa menemukan resistance terdekat di rekor tertinggi yang disebutkan di atas di 8.622,26, level-level angka bulat 8.650 dan 8.700. Sementara itu, penurunan apa pun dalam IHSG bisa menghadapi kumpulan support di 8.288,27 (tertinggi 13 Oktober 2025, higher high), 8.000 (level angka bulat), dan 7.959,16 (terendah 27 Oktober 2025).
Indikator Ekonomi
Inflasi (Thn/Thn)
Indeks Inflasi dirilis oleh Indonesia Statistik adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh perwakilan barang dan jasa. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Sen Des 01, 2025 04.00
Frekuensi: Bulanan
Aktual: 2.72%
Konsensus: -
Sebelumnya: 2.86%
Sumber: Statistics Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Lowongan Kerja JOLTS AS Diprakirakan Memberikan Wawasan tentang Pasar Tenaga Kerja Jelang Keputusan The Fed
Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) akan dirilis pada hari Selasa oleh Bureau of Labor Statistics (BLS) AS. Menjelang pengumuman, para pelaku pasar memprakirakan bahwa Lowongan Pekerjaan mencapai 7,2 juta pada bulan Oktober.
Emas Kekurangan Arah dengan Semakin Dekatnya Pertemuan The Fed
Emas (XAU/USD) mempertahankan posisinya pada hari Selasa, melanjutkan pola sideways yang mendominasi perdagangan selama sedikit lebih dari seminggu saat para investor tetap absen menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu.
Prakiraan Harga EUR/USD: Data Ketenagakerjaan AS Menjadi Sorotan utama
Pasangan mata uang EUR/USD tetap terjebak di sekitar 1,1630 selama tiga hari berturut-turut, tidak mampu menarik minat spekulatif.
Lowongan Kerja JOLTS untuk Memberikan Sinyal Pasar Tenaga Kerja Baru Menjelang Keputusan The Fed
Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) akan dirilis pada hari Selasa oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Para pelaku pasar mengantisipasi bahwa Lowongan Pekerjaan mencapai 7,2 juta pada bulan Oktober.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 9 Desember:
AUD mengumpulkan kekuatan terhadap rivalnya pada hari Selasa, setelah pengumuman kebijakan RBA. Pada paruh kedua hari ini, data Lowongan Kerja JOLTS untuk bulan September dan Oktober, serta data Perubahan Ketenagakerjaan ADP mingguan dari AS akan diawasi dengan ketat menjelang pertemuan kebijakan The Fed yang sangat dinantikan.