IHSG Menguat Tiga Hari Beruntun, Sentimen Global dan Data NFP AS Jadi Fokus Pasar


  • IHSG naik 1,96% ke 8.290, ditopang sektor energi, siklikal, dan industri.
  • Perubahan indeks MSCI serta pelemahan saham lembaga pemeringkat global turut mewarnai sentimen pasar.
  • Investor menanti data ketenagakerjaan AS (NFP) yang dinilai penting bagi arah suku bunga The Fed.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Rabu, naik 1,96% ke level 8.290 dari posisi sebelumnya 8.131, menandai penguatan selama tiga hari berturut-turut. Sepanjang sesi, indeks bergerak dalam rentang 8.118-8.290, mencerminkan minat beli yang tetap kuat meski pelaku pasar global masih menunggu katalis baru.

Kenaikan indeks terutama didorong saham berbasis komoditas dan siklikal. IDXENERGY melonjak 5,95% ke 4.159, IDXCYCLIC naik 5,35% ke 1.176, dan IDXINDUST bertambah 3,92% ke 1.945, menunjukkan rotasi dana ke sektor berorientasi pertumbuhan. Sementara itu, sektor perbankan bergerak lebih terbatas dengan PRIMBANK10 turun 0,31% ke 185, INFOBANK15 melemah 0,31% ke 1.027, dan IDXFINANCE terkoreksi 0,49% ke 1.472.

Dari sisi emiten, keputusan MSCI menurunkan klasifikasi PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) ke MSCI Indonesia Small Cap Index serta mengeluarkan ACES dan CLEO dari indeks MSCI Indonesia turut menjadi perhatian. Menyusul kabar tersebut, INDF turun 2,9% ke 6.700, sementara ACES naik 0,5% ke 408 dan CLEO menguat sekitar 1% ke 398 pada penutupan perdagangan.

Sebelumnya di pasar global, saham perusahaan pemeringkat dan pengelola indeks melemah di New York, dengan Moody’s turun 6,79%, MSCI terkoreksi 7,82%, dan S&P Global jatuh 9,71% setelah proyeksi laba yang lebih rendah dari ekspektasi. Perkembangan ini muncul di tengah sorotan terhadap peringkat Indonesia dan perubahan tren industri menuju pemanfaatan kecerdasan buatan.

Pasar Global Tunggu NFP AS, Investor Soroti Arah Suku Bunga The Fed

Perhatian investor global kini tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS). Analis Commerzbank Antje Praefcke menilai Nonfarm Payrolls (NFP) Januari kemungkinan tidak memicu pergerakan besar dolar AS, mengingat proyeksi penambahan sekitar 70.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran stabil di 4,4%. Fokus pasar dinilai lebih mengarah pada prospek kebijakan Federal Reserve dan isu independensinya.

Sejumlah indikator ekonomi AS menunjukkan moderasi. Penjualan ritel Desember stagnan, di bawah ekspektasi kenaikan 0,4% setelah tumbuh 0,6% pada November, sementara revisi Oktober mencatat kontraksi 0,2%. Indeks Biaya Ketenagakerjaan kuartal IV naik 0,7% dari sebelumnya 0,8%, laju tahunan terlemah sejak 2021. Analis Societe Generale menilai kondisi ini berpotensi menekan imbal hasil Treasury 10-tahun ke sekitar 4,0% dan memperkuat ekspektasi pelonggaran moneter.

Pasar memprakirakan laporan NFP Januari menambah sekitar 70 ribu pekerjaan dari 50 ribu sebelumnya, dengan pertumbuhan upah melambat ke 3,6% dari 3,8%. Peluang penurunan suku bunga pada Juni diperkirakan mendekati 75%, sementara analis FP Markets Aaron Hill menilai data yang lebih kuat bisa menopang dolar, sedangkan angka jauh di bawah ekspektasi berpotensi mempercepat ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Indikator Ekonomi

Nonfarm Payroll (NFP)

Rilis Nonfarm Payrolls menyajikan jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua bisnis non pertanian; dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). Perubahan bulanan dalam payrolls bisa sangat fluktuatif. Angka tersebut juga tunduk pada tinjauan yang kuat, yang juga dapat memicu volatilitas di bursa Forex. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish, meskipun tinjauan bulan sebelumnya dan Tingkat Pengangguran sama relevannya dengan angka utama. Oleh karena itu, reaksi pasar bergantung pada bagaimana pasar menilai semua data yang terkandung dalam laporan BLS secara keseluruhan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Feb 11, 2026 13.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 70Rb

Sebelumnya: 50Rb

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Laporan lapangan pekerjaan bulanan Amerika dianggap sebagai indikator ekonomi paling penting bagi pedagang valas. Dirilis pada hari Jumat pertama setelah bulan yang dilaporkan, perubahan jumlah posisi berkorelasi erat dengan kinerja ekonomi secara keseluruhan dan dipantau oleh pembuat kebijakan. Pekerjaan penuh adalah salah satu mandat Federal Reserve dan mempertimbangkan perkembangan di pasar tenaga kerja saat menetapkan kebijakannya, sehingga berdampak pada mata uang. Meskipun beberapa indikator utama membentuk perkiraan, Nonfarm Payrolls cenderung mengejutkan pasar dan memicu volatilitas yang substansial. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor