- IHSG sedikit memantul dari area terendah 2026 yang diraih kemarin.
- Presiden Prabowo melantik para pemimpin BGN dan Penasihat Khusus Presiden.
- Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun meraih tertinggi baru 2026.
IHSG bergerak di area 5.410,42 yang lebih tinggi 1,28% dari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 5.344,68 dan sempat turun ke dekat terendah baru 2026 yang dicatat kemarin di 5.317,90. Namun, indeks tampak beristirahat setelah ditutup merah untuk lima hari perdagangan berturut-turut dan naik ke tertinggi hari 5.448,58 di tengah kosongnya kalender ekonomi Indonesia hari ini.
Indeks-indeks saham Indonesia hijau pada sesi pertama Selasa ini. JII (+3,14%) sejauh ini menjadi indeks dengan kenaikan terbesar yang didorong oleh TLKM (+9,36%), TPIA (+8,41%), RATU (+6,43%), dan lain-lain.
TPIA melanjutkan kenaikan hari kemarin menyusul pengumuman bahwa porsi saham publik (free float) meningkat menjadi sekitar 25,7%. Sementara itu, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menginformasikan pembelian dua bidang tanah dan bangunan masing-masing seluas 492 m² dan 493 m² dengan bangunan permanen seluas sekitar ±400 m² dengan nilai Rp18,7 miliar. Tujuan pembelian ini adalah strategi memperkuat nilai aset tetap dan tidak berdampak pada kegiatan operasional, keuangan, serta kelangsungan usaha, seperti diinformasikan dalam keterbukaan informasi.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) pada hari kemarin di Jakarta. Delapan duta besar LBBP berasal dari Sri Langka, Filipina, Korea Selatan, Ceko, Palestina, Yunani, Lebanon, dan Saint Lucia, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.
Di hari yang sama, Presiden Prabowo melantik sejumlah pejabat yaitu Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) serta Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN. Dalam acara itu juga Presiden melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden (PKP) Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh.
Menyusul pelantikannya, Said Iqbal akan memberikan analisis kebijakan kepada Presiden terkait kesejahteraan buruh yang berfokus pada kepastian kerja, kepastian pendapatan, dan jaminan sosial.
Bank Indonesia merilis data Cadangan Devisa pada hari kemarin. Cadangan Devisa Indonesia Mei 2026 sebesar $144,9 miliar yang turun dari $146,20 miliar pada bulan sebelumnya. Dalam laporannya disebutkan bahwa kondisi ini dipengaruhi oleh penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi Rupiah Bank Indonesia dan permintaan valuta asing musiman dan domestik. Meskipun turun, cadangan devisa ini setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, di atas kecukupan internasional yaitu 3 bulan impor.
Tidak ada rilis data ekonomi Indonesia yang bisa memengaruhi pergerakan pasar saham Indonesia hari ini. Data terdekat adalah Keyakinan Konsumen Indonesia bulan Mei yang dijadwalkan dirilis pada Rabu besok pukul 03:00 GMT (10:00 WIB) yang diprakirakan naik menjadi 124 dari 123 sebelumnya.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 7,313% yang belum berubah pada basis harian hari ini. Ini menyusul kenaikan 5,95% imbal hasil ini pada hari kemarin untuk mencatatkan tertinggi baru 2026 di level yang disebutkan di atas dan juga level tertinggi sejak 16 Januari 2025, naik untuk tiga hari perdagangan berturut-turut.
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD melemah di bawah 1,1550 karena ketidakpastian Timur Tengah menjelang keputusan suku bunga ECB
Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan traksi ke sekitar 1,1530 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Selasa, tertekan oleh ketidakpastian di Timur Tengah. Para pedagang menunggu rilis data inflasi Indeks Harga Konsumen AS bulan Mei pada hari Rabu untuk mendapatkan dorongan baru. Pada hari Kamis, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa akan menjadi sorotan.
GBP/USD Berkonsolidasi di Sekitar Pertengahan 1,3300-an; Potensi Kenaikan Tampak Terbatas
Pasangan mata uang GBP/USD berusaha keras untuk memanfaatkan pemantulan sederhana pada hari sebelumnya dari sekitar 1,3300, atau level terendah lebih dari tiga minggu, dan berayun antara kenaikan kecil/kerugian minor selama sesi Asia pada hari Selasa. Harga spot saat ini diperdagangkan di sekitar pertengahan 1,3300-an di tengah melemahnya Dolar AS, meskipun latar belakang fundamental menunjukkan perlunya kewaspadaan sebelum mengantisipasi apresiasi yang berarti.
Harga Emas Bertahan Stabil karena Taruhan The Fed Hawkish Melawan Gencatan Senjata Israel-Iran dan USD yang Melemah
Emas berusaha keras untuk memanfaatkan pemulihan terlambat pada hari sebelumnya dari wilayah $4.267-$4.268, atau level terendah sejak 23 Maret, dan berosilasi dalam rentang sempit selama sesi Asia. Dolar AS mundur dari tertinggi lebih dari dua bulan setelah Iran dan Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menghentikan serangan satu sama lain setelah permintaan dari Presiden AS Donald Trump
Prospek XRP dan XLM: Pemulihan Rapuh karena Pedagang Memilih Sisi Bawah
Ripple dan Stellar masih berada di bawah tekanan pada hari Selasa setelah pemulihan ringan menyusul koreksi besar pada minggu sebelumnya. Posisi derivatif yang melemah, bersama dengan data on-chain yang beragam untuk XRP dan XLM, menunjukkan bahwa setiap reli pemulihan kemungkinan dianggap sebagai korektif dalam konteks bearish yang lebih luas. Data derivatif menunjukkan kecenderungan bearish.