- IHSG ditutup di 7.484 setelah aksi jual meluas di tengah sentimen global.
- PMI Manufaktur Tiongkok kembali kontraksi, Non-Manufaktur lebih lemah dari bulan sebelumnya.
- Pasar tengah menimbang langkah usai The Fed tahan suku bunga tanpa beri sinyal pelonggaran.
Pasar saham Indonesia mengakhiri perdagangan Kamis dengan tekanan hampir merata di berbagai sektor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,87% atau 65 poin ke level 7.484, setelah bergerak dalam rentang sempit antara 7.476 hingga 7.566 sepanjang sesi. Koreksi ini memperkuat sinyal konsolidasi jangka pendek, di tengah tekanan global yang belum mereda dan kecenderungan jual sektoral.
Sektor infrastruktur menjadi pemberat terbesar dengan penurunan tajam sebesar 3,01%, diikuti pelemahan di sejumlah sektor utama lainnya. Di sisi lain, sektor barang konsumsi non-siklikal justru mencatat kinerja positif, dengan IDXNONCYC menguat 0,57% ke level 709 – disokong oleh lonjakan saham Unilever Indonesia (UNVR) yang melonjak 11,8% ke Rp1.710. Saham MAPA juga turut masuk dalam jajaran top gainer LQ45 dengan kenaikan 7%.
Saham-saham berbasis komoditas dan menara telekomunikasi ikut menekan indeks. MDKA terkoreksi 7,5% ke Rp2.360, sementara TOWR turun 7,6% ke Rp610. Aksi ambil untung dan kekhawatiran terhadap prospek pertumbuhan sektor komoditas serta dinamika tarif infrastruktur menara menjadi sorotan di dua emiten tersebut.
The Fed Hati-hati, Pemulihan Tiongkok Tertahan
Dari eksternal, pasar masih mencerna keputusan Federal Reserve yang kembali mempertahankan suku bunga di kisaran 4,25%-4,5% untuk kelima kalinya. Namun tidak ada sinyal kuat soal pemangkasan dalam waktu dekat. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan bahwa belum ada keputusan apa pun terkait penurunan suku bunga, meredam ekspektasi pelonggaran pada September dan mendorong investor bersikap lebih defensif terhadap aset negara berkembang.
Sementara itu, data aktivitas ekonomi Tiongkok juga memperburuk sentimen. Indeks PMI Manufaktur versi NBS untuk Juli tercatat turun ke 49,3 – lebih rendah dari konsensus 49,7 dan tetap berada di zona kontraksi. Sementara itu, PMI Non-Manufaktur tercatat di 50,1, juga lebih lemah dari bulan sebelumnya. Data ini menandakan bahwa tekanan pada sisi produksi belum mereda. Lemahnya pemulihan Tiongkok dapat berdampak pada kinerja ekspor regional, termasuk Indonesia, mengingat posisi Tiongkok sebagai mitra dagang utama.
KOSPI Melemah meski Capai Kesepakatan dengan AS
Pasar Asia secara keseluruhan menunjukkan arah yang terpecah. Nikkei 225 Jepang mencatat kenaikan signifikan 1,02% ke 41.069, ditopang sektor teknologi dan harapan stabilitas kebijakan. Namun indeks regional lain seperti HSI Hong Kong (-1,60%), SHC Shanghai (-1,18%), dan STI Singapura (-1,08%) berada di zona merah. KOSPI Korea Selatan juga melemah 0,28%, meskipun Presiden AS Donald Trump baru saja mengumumkan kesepakatan dagang bilateral yang mencakup tarif 15% atas impor dari Korsel, serta komitmen investasi $350 miliar dan pembelian LNG.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Tetap Kuat di Tengah Aliran Safe-Haven Akibat Perang di Timur Tengah
Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikannya selama dua sesi berturut-turut pada hari Kamis saat para pedagang mencari aman di tengah perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Laporan Challenger AS: Pemutusan Kerja Anjlok tetapi Rencana Perekrutan Melemah Tajam
Pengusaha yang berbasis di AS mengumumkan 48.307 ribu pemutusan hubungan kerja pada bulan Februari, menurut data yang dirilis pada hari Kamis oleh Challenger, Gray & Christmas.
Prakiraan EUR/USD: Upaya Pemulihan Euro Tetap Dangkal
EUR/USD mencatatkan kenaikan tipis pada hari Rabu tetapi gagal mengumpulkan momentum pemulihan. Pasangan mata uang ini berada di bawah tekanan bearish yang diperbarui dan diperdagangkan di bawah 1.1600 di sesi Eropa pada hari Kamis.
Induk NYSE Intercontinental Exchange bermitra dengan OKX, berinvestasi pada valuasi $25 Miliar
OKX mengumumkan investasi dari Intercontinental Exchange, meningkatkan valuasinya menjadi $25 miliar, bersamaan dengan kemitraan untuk memperluas kontrak berjangka kripto yang diatur dan penawaran ekuitas ter-tokenisasi secara global.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Jumat, 6 Maret:
Dolar AS (USD) didukung oleh harga minyak mentah, yang naik ke level tertinggi sejak Juli 2024, di tengah berita tentang potensi gangguan di Selat Hormuz dan serangan terhadap kapal di wilayah tersebut.