IHSG Melanjutkan Penurunan dari Tertinggi 2025 ke Area 7.531 Jelang Data Penting Besok


  • IHSG kesulitan untuk mempertahankan kenaikan di atas tertinggi 2025.
  • Investor akan menghadapi data penting Indonesia pada besok hari.
  • Emas Antam kembali turun di tengah penguatan Dolar AS.

IHSG turun 0,24% ke 7.531,57 pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 7.551,24 dan mencatatkan tertinggi dan terendah hari di masing-masing 7.566,75 dan 7.522,41 di sesi pertama hari ini. Indeks tampak mencerna peristiwa-peristiwa penting yang terjadi baru-baru ini seperti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat sebelum menetukan arah ke depan. Namun demikian, indeks kesulitan untuk menunjukkan kinerja positif setelah mencatatkan tertinggi baru 2025 di area 7.680 sebelumnya pekan ini.

Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar berada di zona merah, namun penurunannya masih kurang dari 1%. INFOBANK15 Kembali menjadi salah satu dari indeks yang mengalami penurunan terbesar, turun 0,87% sejauh sesi pertama hari ini. AGRO (-1,89%), ARTO (-1,84%), BANK (-1,84%), dan BBTN (-1,3%) menjadi penyumbang kinerja negatif indeks. BDMN menunjukkan kinerja berbeda, naik 3,29%.

Ada perkembangan seputar Program Perumahan Rakyat dan KUR Perumahan Indonesia. Hal tersebut dibahas antara Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PKP), Maruar Sirait. Program perumahan akan diluncurkan serantak di berbagai kota dengan target awal minimal 25 ribu unit, peningkatan kuota subsidi dari 200 ribu menjadi 350 ribu unit tahun ini. Rumah subsidi diprioritaskan untuk petani, nelayan, buruh, guru, pengemudi, hingga pekerja medis, seperti dilansir oleh Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia melalui media sosialnya.

Menanggapi S&P Global yang menegaskan peringkat kredit jangka Panjang Indonesia di BBB dan jangka pendek di A-2 dengan prospek stabil, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menyebutnya sebagi cerminan dari kepercayaan internasional terhadap disiplin fiskal dan prospek ekonomi tetap positif, di tengah peningkatan ketidakpastian eksternal.

Tidak akan ada data ekonomi Indonesia sepanjang hari ini, namun demkian, investor harus bersiap menghadapi data penting yang akan dirilis pada besok hari, seperti IMP Manufaktur S&P Global, Neraca Perdagangan, Tingkat Inflasi, Ekspor dan Impor Indonesia.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,741% yang naik 0,44% sejauh hari ini. Dengan demikian, imbal hasil ini melanjutkan kenaikan dari 6,482%, terendah 2025 yang diraih pada 23 Juli, dan membalikkan penurunan hari kemarin. Namun demikian, dalam jangka lebih panjang, tren imbal hasil masih terlihat menurun dari 7,320%, tertinggi 2025 yang ditorehkan pada pertengahan Januari.

Emas Antam Tepat di Atas Rp1.900.000 di Balik Penguatan Dolar AS

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp1.901.000 hari ini seperti dicatat dalam situs Logam Mulia. Emas Antam turun Rp17.000 dari harga kemarin. Kenaikan Harga Emas pada hari kemarin hanya temporer karena logam mulia ini melanjutkan penurunannya dari Rp1.970.000 tertinggi minggu lalu.

Penurunan harga Emas Antam menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang turun 1,55% untuk ditutup di $3.275 per troy ons pada hari kemarin. Penurunan Emas ini terjadi di balik menguatan Dolar AS pasca keputusan suku bunga The Fed.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di 4,25%–4,50% seperti yang diprakirakan secara luas. Namun demikian, keputusan tersebut tidak bulat karena Waller dan Bowman lebih mendukung penurunan suku bunga sebesar seperempat poin persentase. Bank sentral juga tidak memberikan petunjuk kapan penurunan suku bunga akan dilakukan. Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka belum membuat keputusan tentang September, sambil menyebut bahwa melihat sikap saat ini sebagai tepat untuk melindungi dari risiko inflasi.

Grafik Harian IHSG – Analisis Teknis

IHSG

IHSG masih mempertahankan tren bullish karena tetap bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari, saat ini di 7.060. Namun demikian, indeks tampak menghentikan rally dari penembusan average tersebut dan membentuk kisaran sideways seperti terlihat dalam grafik di atas.

Indeks diprakirakan akan tetap terkurung dalam kisaran tersebut selama tidak ada pendorong yang signifikan. Pergerakan sideways ini tampaknya merupakan upaya indeks untuk melepaskan diri dari level-level jenuh beli seperti yang terlihat pada indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari yang saat ini di 70,85.

Meskipun indeks tidak melanjutkan kenaikan, struktur higher highs dan higher lows masih terlihat utuh sejauh ini, dengan higher high terbaru terbentuk di 7.680,19 yang merupakan tertinggi baru 2025 yang diraih pada hari Selasa pekan ini.

Di sisi bawah, penurunan IHSG bisa dibatasi oleh 7.515,12 (terendah 25 Juli 2025, ujung bawah kisaran sideways), 7.306,87 (terendah 21 Juli 2025), dan 7.240,08 (tertinggi 26 Mei 2025, higher high).

Untuk melanjutkan kembali kenaikan, indeks perlu melewati 7.680,19, tertinggi tahun yang disebutkan di atas. Setelah itu, indeks hanya memiliki dua resistance yang signifikan yaitu 7.805,91 (tertinggi 23 Oktober 2024) dan 7.910,55 (tertinggi sepanjang masa pada 19 September 2024).

Indikator Ekonomi

Inflasi (Thn/Thn)

Indeks Inflasi dirilis oleh Indonesia Statistik adalah ukuran pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh perwakilan barang dan jasa. Kekuatan pembelian Rupiah Indonesia terseret oleh inflasi. IHK digunakan sebagai indikator kunci untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Agu 01, 2025 04.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 2.24%

Sebelumnya: 1.87%

Sumber: Statistics Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Naik di Atas $4.600 seiring dengan Meningkatnya Ketegangan Geopolitik

Emas Naik di Atas $4.600 seiring dengan Meningkatnya Ketegangan Geopolitik

Harga Emas (XAU/USD) naik mendekati $4.615 dan siap untuk menguji ulang rekor tertinggi selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Logam mulia ini melanjutkan kenaikannya saat para pedagang berbondong-bondong ke safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi.

AUD/USD Tergelincir di Bawah 0,6700 saat Ekspektasi Inflasi Australia Mereda

AUD/USD Tergelincir di Bawah 0,6700 saat Ekspektasi Inflasi Australia Mereda

AUD/USD sedikit turun setelah mencatatkan kenaikan kecil di sesi sebelumnya, diperdagangkan sekitar 0,6680 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Pasangan mata uang ini kehilangan kekuatan setelah rilis Ekspektasi Inflasi Konsumen Australia.

Prakiraan Harga EUR/USD: SMA 200 Hari Menahan Penurunan, untuk Saat Ini

Prakiraan Harga EUR/USD: SMA 200 Hari Menahan Penurunan, untuk Saat Ini

EUR/USD tampaknya telah memasuki fase konsolidasi dalam beberapa hari terakhir, selalu melihat ke arah Dolar AS (USD) untuk arah dan dengan potensi kenaikan terbatas di wilayah 1,1700 sejauh ini.

Bitcoin menunjukkan korelasi yang kuat dengan permintaan institusional setelah kenaikan 7%

Bitcoin menunjukkan korelasi yang kuat dengan permintaan institusional setelah kenaikan 7%

Harga Bitcoin sebagian besar mengikuti permintaan institusional bersih selama setahun terakhir, menurut Bitwise. Permintaan institusional bersih adalah aktivitas pembelian produk yang diperdagangkan di bursa global dan perusahaan treasury dikurangi pasokan baru.

Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan pada hari Kamis, 15 Januari:

Berikut adalah hal yang perlu diperhatikan pada hari Kamis, 15 Januari:

Dalam minggu yang cukup tidak menentu, Dolar AS (USD) membalikkan kenaikan signifikan pada hari Selasa dan mengalihkan perhatiannya ke arah yang berlawanan di tengah kekhawatiran seputar independensi The Fed serta meningkatnya spekulasi tentang penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed) di kemudian hari tahun ini.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA