IHSG Melanjutkan Kenaikan Hari Kemarin, Berusaha Pertahankan Posisi di Atas 8.000


  • IHSG meraih kembali level angka bulat 8.000 dan naik lebih lanjut di atasnya.
  • Pasar bersiap menghadapi data PDB Indonesia yang akan dirilis besok.
  • Emas 1 gram Antam naik lebih dari Rp100.000 hari ini, mengekor harga Emas dunia yang kembali di atas $5.000 per troy ons.
  • RSI 14-hari keluar dari zona jenuh jual, meskipun momentumnya masih menunjukkan bearish.

IHSG berada di 8.100,44 yang lebih rendah 0,27% dibandingkan hari penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 8.121,03 dan naik untuk meraih tertinggi hari 8.194,68 di awal-awal pembukaan. Namun demikian, kenaikan tersebut dipangkas indeks untuk turun ke terendah hari 8.083,97 sejauh ini di sesi pertama. Dalam gambaran yang lebih besar, indeks mencoba bangkit dari kemerosotan yang mencapai 7.481,98 pasca pengumuman MSCI pekan lalu.

Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja yang beragam sejauh hari ini. INFOBANK15 yang menunjukkan kenaikan 0,67% dari penutupan hari kemarin menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik di sesi pertama. Hal tersebut didorong oleh BRIS (+2,25%), BNGA (+1,11%), BBCA (+0,98%), dll. Namun demikian, BJBR (-0,62%) dan BBNI (-0,22%) menjadi pengecualian.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia (RI), Airlangga Hartarto, dalam Indonesia Economic Summit 2026 mengatakan bahwa tatanan global digerakkan oleh kapasitas nyata seperti ekonomi, populasi, dan kekuatan institusional, seperti diinformasikan dalam media sosial resminya. Indonesia dalam posisi strategis dalam menjaga keseimbangan global, mengingat perannya sebagai negara Non-Blok.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, bertemu Menteri Luar Negeri Slowakia, Y.M. Juraj Blanár di Jakarta. Pertemuan tersebut membaahas kerja sama kedua negara dan potensi kerja sama dengan Danantara serta dukungan aksesi Slowakia ke dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) ASEAN, menurut keterangan dalam media sosial Menlu Sugiono.

Unie Eropa menunjuk Indonesia sebagai pilihan utama untuk kawasan skema perdagangan emisi, dilansir dalam media sosial DPR RI. Indonesia memiliki kekuatan dalam mengembangkan ekonomi Karbon. Hal tersebut disampaikan Duta Besar Uni Eropa saat bertemu dengan Komisi XII DPR RI.

Kalender ekonomi Indonesia kosong hari ini, namun para investor akan disuguhkan data PDB yang akan dirilis pada hari Kamis, pukul 04:00 GMT (11:00 WIB). PDB Setahun Penuh 2025 diprakirakan 5,0% yang sedikit lebih rendah dari sebelumnya 5,03%.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 6,364% menyusul kenaikan 0,54% pada hari kemarin. Dalam jangka pendek, imbal hasil ini bergerak sideways sejak pekan lalu menyusul kenaikan ke tertinggi baru 20206 di 6,417% pada bulan lalu.

Emas Antam Naik Lebih dari Rp100.000

Emas 1 gram Antam dijual di harga 2.946.000 pada hari ini, seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Harganya lebih tinggi Rp102.000 dibandingkan hari kemarin Rp2.844.000. Hal tersebut menyusul harga Emas dunia yang ditutup positif pada hari kemarin.

Harga Emas dunia (XAU/USD) ditutup naik 6,15% di $4.946 per troy ons pada hari kemarin. Kemudian, Emas menindaklanjutinya dengan bergerak naik di atas $5.000 di perdagangan sesi Asia hari ini. Aksi ini merupakan upaya untuk memulihkan penurunan besar dari rekor tertinggi $5.597 yang diraih minggu lalu.

Ke depan, rilis data Permohonan Hipotek MBA, Perubahan Ketenagakerjaan ADP dan PMI S&P Global AS akan diamati untuk menjadi pendorong jangka pendek harga Emas. Selain itu, para pedagang juga akan mengamati perkembangan dari penutupan pemerintah sebagian AS yang berakibat ditundanya rilis data NFP AS yang sebelumnya dijadwalkan dirilis Jumat pekan.

Grafik Harian IHSG

IHSG
Grafik harian IHSG, 4 Februari 2026

Meskipun struktur higher highs dan higher lows yang dibentuk dari terendah 2025 hingga tertinggi sepanjang masa dirusak sejak Rabu pekan lalu, struktur ini memberikan level-level teknis yang bisa diperhatikan. Sebelumnya, struktur ini menandakan bahwa IHSG berada dalam tren bullish, sama seperti yang ditunjukkan oleh Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang miring ke atas dan sejauh ini berhasil menahan penurunan, menandakan bahwa tren indeks secara teknis masih bullish.

Relative Strength Index (RSI) 14 hari di 32,25 menunjukkan bahwa momentum mulai bangkit dari zona jenuh jual tapi masih dalam wilayah bearish. Dalam kasus momentum terus naik menuju level netral 50, penghalang teknis yang bisa disebut dalam IHSG adalah 8.288,27 (tertinggi 13 Oktober 2025, higher high), 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), dan 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026). Penembusan tiga resistance tersebut diperlukan untuk memulihkan tren naik pasca kemerosotan ke 7.481,98 Kamis pekan lalu. Sementara di sisi bawah, support muncul di 7.805 (SMA 200-hari) dan 7.481,98 (terendah 29 Januari 2026).

Indikator Ekonomi

Produk Domestik Bruto (Thn/thn)

Produk Domestik Bruto yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Indonesia adalah ukuran dari total nilai semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh Indonesia. PDB dianggap sebagai ukuran luas kegiatan dan kesehatan ekonomi. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk mata uang Rupiah, sementara tren negatif dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Feb 05, 2026 04.00

Frekuensi: Kuartalan

Konsensus: 5.01%

Sebelumnya: 5.04%

Sumber: Statistics Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan lebih banyak nilai di minggu pertama Februari, menetap di sekitar 1,1820. Pembalikan kehilangan momentum setelah pasangan tersebut mencapai puncaknya di 1,2082 pada bulan Januari, tertinggi sejak pertengahan 2021.

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Setelah kehilangan lebih dari 8% untuk mengakhiri minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Senin dan turun menuju $4.400. Meskipun XAU/USD melakukan rebound yang tegas setelahnya, ia gagal untuk stabil di atas $5.000.

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

Pound Sterling (GBP) berbalik arah terhadap Dolar AS (USD), dengan GBP/USD kehilangan hampir 200 poin dalam koreksi dramatis

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Harga Bitcoin (BTC) pulih sedikit, diperdagangkan di $65.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, setelah mencapai level terendah $60.000 selama sesi perdagangan awal Asia. Sang Raja Kripto tetap berada di bawah tekanan sejauh minggu ini, mencatatkan tiga minggu berturut-turut dengan kerugian melebihi 30%.

Tiga skenario untuk Yen Jepang menjelang pemilihan mendadak

Tiga skenario untuk Yen Jepang menjelang pemilihan mendadak

Survei terbaru menunjukkan kemenangan dominan untuk blok yang berkuasa pada pemilihan mendadak Jepang yang akan datang. Semakin besar mandat Sanae Takaichi, semakin khawatir para investor akan implementasi yang lebih cepat dari pemotongan pajak dan rencana belanja.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA