- BI menaikkan BI-Rate 25 bp menjadi 5,50% dalam RDG Mingguan, Selasa, 9 Juni.
- Deposit Facility naik ke 4,50%, Lending Facility menjadi 6,25%.
- Langkah ini diambil untuk menstabilkan Rupiah yang terus tertekan akibat gejolak global dan perang Timur Tengah.
Bank Indonesia kembali mengetatkan kebijakan moneternya dengan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%. Kenaikan ini merupakan lanjutan dari kenaikan 50 bp pada RDG Mei lalu, sekaligus menjadi respons terhadap pelemahan Rupiah yang dinilai lebih besar dari prakiraan.
Selain menaikkan suku bunga acuan, BI juga memperkuat berbagai instrumen pendukung, termasuk menaikkan imbal hasil SRBI, memberikan insentif hedging bagi investor asing, membuka kembali lelang repo tenor hingga 12 bulan, serta meningkatkan intensitas intervensi di pasar valas.
BI menyatakan langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, menarik kembali aliran modal asing, serta memastikan inflasi 2026-2027 tetap berada dalam target 2,5% ±1%.
Reaksi Pasar
Pasangan mata uang USD/IDR melemah hingga menyentuh 18.011 dari tertinggi 18.218 usai BI menaikkan suku bunga darurat hari ini.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Stabil, USD Lemah Imbangi Risiko The Fed
Emas (XAU/USD) berusaha keras untuk mendapatkan traksi yang berarti pada hari Selasa dan tetap terbatas dalam kisaran sempit menjelang sesi Eropa. Dolar AS (USD) mundur dari level tertinggi lebih dari dua bulan setelah Iran dan Israel mengatakan pada hari Senin bahwa mereka telah menghentikan serangan satu sama lain.
USD/IDR: Rupiah Menguat Terbatas setelah BI Naikkan BI-Rate Darurat ke 5,50%
Permintaan Risiko Meningkat karena Meredanya Ketegangan di Timur Tengah
Prospek XRP dan XLM: Pemulihan Rapuh karena Pedagang Memilih Sisi Bawah
Ripple dan Stellar masih berada di bawah tekanan pada hari Selasa setelah pemulihan ringan menyusul koreksi besar pada minggu sebelumnya. Posisi derivatif yang melemah, bersama dengan data on-chain yang beragam untuk XRP dan XLM, menunjukkan bahwa setiap reli pemulihan kemungkinan dianggap sebagai korektif dalam konteks bearish yang lebih luas. Data derivatif menunjukkan kecenderungan bearish.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 9 Juni
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 9 Juni: Dolar AS mundur dari level tertinggi dua bulan ke sekitar 99,85 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa seiring meredanya permusuhan di Timur Tengah. Para pedagang menunggu rilis laporan inflasi Indeks Harga Konsumen AS pada hari Rabu dan data Indeks Harga Produsen pada hari Kamis untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai jalur suku bunga The Fed.