Pemilu 2020: Tujuh Alasan Mengapa Ini Bukan Tahun 2016, Saatnya Fokus Pada Senat


  • Presiden Trump membuntuti Biden dengan selisih yang lebar tetapi mereka yang skeptis mengacu ke tahun 2016.
  • Ada tujuh alasan mengapa kali ini berbeda. 
  • Pemilihan Senat jauh lebih dekat dan bisa lebih berpengaruh bagi pasar.

Jajak pendapat menolak kandidat Donald Trump pada tahun 2016, dan tidak akurasi juga pada tahun 2020 – itu adalah tanggapan umum terhadap presiden yang tertinggal dalam jajak pendapat. Salah satu contohnya ada di sini  Rintangan Pemilihan Presiden 

Sejarah mungkin berima, tapi kali ini tidak. Inilah alasannya.

Apa yang terjadi pada 2016?

Kembali pada tahun 2016, jajak pendapat nasional terakhir menunjukkan kandidat Demokrat Hillary Clinton memimpin Trump dengan sekitar 5% secara nasional di hari-hari terakhir sebelum pemungutan suara. Hasil aktualnya adalah selisih 2% yang menguntungkan mantan Ibu Negara – dalam margin kesalahan

Sekitar 20% pemilih tidak menyukai kedua kandidat, dengan 45% di antaranya memilih Trump dan hanya 30% untuk Clinton. James Comey, Direktur FBI, mengumumkan dia membuka kembali penyelidikan terhadap email mantan Menteri Luar Negeri sepuluh hari sebelum pemungutan suara – berpotensi membuat perbedaan. 

Jajak pendapat di negara-negara bagian pemilihan gagal menangkap terobosan terhadap Trump di hari-hari terakhir pemilihan dan juga antusiasme terhadapnya di antara orang kulit putih yang tidak berpendidikan perguruan tinggi. Itu cukup untuk memenangkan Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin dengan kurang dari 1%, dan Florida dengan 1,2% – meraih kemenangan electoral college meskipun kehilangan suara populer. 

Tujuh alasan mengapa 2020 berbeda

1) Kesenjangan yang lebih besar: Menurut RealClearPolitics, mantan Wakil Presiden Joe Biden memimpin presiden sebesar 9% secara nasional dan secara konsisten memiliki keunggulan yang lebih besar daripada Clinton. Selisihnya berada di 3,4% pada pertengahan Oktober. 

Jajak pendapat nasional

Sumber: RCP

2) Lebih sedikit keraguan: Pada tahun 2016, dukungan untuk Clinton mencapai puncaknya di bawah 47%. Kali ini, dukungan untuk Biden telah di atas 50% dengan lebih sedikit keputusan yang diambil. Ada lebih sedikit orang yang bisa menerobos ke arah Trump. Biden – yang memiliki peringkat dukungan positif – menikmati dukungan 51,3% pada saat penulisan. 

Jajak pendapat

Sumber: RCP

3) Kesalahan jajak pendapat terjadi dua arah: Lebih mudah dibandingkan dengan tahun 2016, ketika presiden mengejutkan dunia dengan kemenangan, tetapi melihat kembali sejarah menunjukkan bahwa survei dapat meleset di kedua arah. Kembali pada tahun 2012, survei meremehkan Presiden Barack Obama sekitar 4% di tingkat nasional, dan jajak pendapat negara bagian juga melewatkan dukungan Demokrat. Menghitung ketinggalan gaya 2012, Biden memiliki keunggulan yang lebih besar. 

fxsoriginal

Sumber: NYT Upshot

4) Lembaga survei telah belajar: Perusahaan yang mensurvei opini publik perlu mempertahankan reputasi mereka untuk pemilu berikutnya dan untuk memperoleh pendapatan dari perusahaan komersial. Mereka tidak ingin mengulangi kesalahan yang persis sama – dan bahkan mungkin memberikan kompensasi berlebihan dan meremehkan potensi kemenangan telak Biden

Pendidikan yang lebih baik diperhitungkan dalam survei, yang mencoba menjelaskan dengan benar bagian dari orang-orang yang tidak memiliki gelar sarjana dalam pemungutan suara. Demikian pula, pada tahun 2020, ada lebih banyak jajak pendapat berkualitas tinggi di negara bagian pemilihan.

Baik FiveThirtyEight dan The Economist memandang Pennsylvania sebagai negara bagian titik kritis. Tabel di bawah ini menunjukkan survei intensif di Negara Bagian Keystone. Hal yang sama berlaku untuk negara bagian pemilihan yang memiliki dukungan yang sama lainnya. 

fxsoriginal

Sumber: FiveThirtyEight

5) Kesenjangan antara negara bagian dan suara nasional lebih kecil kali ini : Bahkan pendukung Trump yang paling bersemangat pun tidak percaya dia dapat memenangkan suara populer, tetapi membangun harapan mereka pada kemenangan electoral college. Dan sementara Keystone State yang disebutkan di atas menunjukkan proyeksi kesenjangan yang lebih kecil terhadap Trump – 6,3% menurut FiveThirtyEight – itu berada di luar margin kesalahan.

Kepemimpinan Biden bahkan lebih solid di Nevada, Wisconsin, Michigan, dan Minnesota. Selain itu, penantang berada di depan petahana di beberapa negara bagian tambahan seperti Florida, Arizona, dan North Carolina. Jika dia memenangkan mereka, itu akan menjadi kemenangan telak. 

fxsoriginal

Sumber: FiveThirtyEight

6) Tidak ada pemilih Trump yang pemalu : Dengan keunggulan yang kuat – dan terus berkembang – dalam jajak pendapat, beberapa berasumsi bahwa mereka yang disurvei berbohong kepada lembaga survei atau malu mengatakan mereka mendukung Trump. Pertama, itu tidak sesuai dengan laporan tentang papan iklan kecil (yard sign) yang mendukung presiden, atau dengan antusiasme dalam pertemuan massa yang mendukungnya.

Pendukung Trump bukanlah pemalu, mereka hanya ada dalam jumlah kecil. Basisnya terlalu kecil dan Trump gagal menjadi perhatian dan memperbesar dukungannya.

Selain itu, jajak pendapat The Sienna College/New York Times di Michigan dan Wisconsin – yang bersama-sama dengan Pennsylvania menginformasikan pemilihan 2016 yang mendukung Trump – menunjukkan Biden mendapat keuntungan dari para pembelot dari kubu presiden. Survei di dua area pemilihan yang kritis ini mengatakan mereka memilih Trump dan sekarang untuk Biden. Jika mereka bersedia mengaku mendukung presiden, mereka tidak segan-segan

fxsoriginal

Sumber: NYT

7) Kejutan Oktober? Trump dan Biden akan bertemu dalam debat kedua dan terakhir pada 22 Oktober, dan itu mungkin adalah kesempatan terbaik presiden untuk memenangkan kembali dukungan. Dia menghadapi perjuangan berat karena waktu yang semakin menipis, gap yang melebar – dan fakta bahwa jutaan telah memilih.

Bisakah hal seperti surat Comey terjadi lagi? Segalanya mungkin, tetapi sejauh ini, tidak ada yang mempengaruhi Biden. Kampanye Trump mencoba meragukan kapasitas mental mantan Wakil Presiden, menjadi lemah karena Tiongkok, tuduhan palsu atas kesalahan putranya, dan tidak ada yang berhasil. 

Sementara itu, topik No. 1 yang mengkhawatirkan warga Amerika adalah COVID-19, di mana persetujuan presiden tertinggal di belakang umumnya – -17% vs. -11%. 

Laporan COVID-19

Sumber: FiveThirtyEight

Dengan meningkatnya kasus COVID-19 Eropa baru-baru ini dan fokus pada politik AS, mudah untuk melupakan bahwa infeksi juga meningkat di AS. Setelah mencapai puncaknya pada musim panas di negara bagian selatan yang panas, penyakit ini menyebar di negara bagian yang dingin. Ini bukan "kejutan Oktober" karena ruang tertutup dikenal sebagai tempat berkembang biak yang lebih baik untuk virus, baik dengan AC atau pemanas. 

Grafik COVID-19

Sumber: Financial Times

Penularan di utara selanjutnya dapat membuat beberapa pemilih yang ragu-ragu di blue wall (negara bagian AS dan District of Columbia yang dimenangkan Partai Demokrat sebelumnya) melawan Trump.

Kesimpulan dan apa yang harus difokuskan

Secara keseluruhan, jajak pendapat menunjukkan kemungkinan tinggi Biden mengalahkan Trump, tercermin dalam 88% dari FiveThirtyEight dan 91% dari The Economist. 

Dan seperti dijelaskan di atas, ada sedikit alasan untuk meragukan jajak pendapat. 

Pemilihan untuk Senat jauh lebih dekat, dengan FiveThirtyEight memberi Demokrat kesempatan 73%, dan The Economist 74% kemungkinan membalikkan Senat (upper chamber). Ada sedikit keraguan bahwa Demokrat akan mempertahankan Dewan Perwakilan Rakyat. 

Hasil yang masuk akal lainnya

Sumber: The Economist

Dengan krisis virus corona yang masih membayangi perekonomian, pasar fokus pada paket stimulus berikutnya

Pembicaraan tentang bantuan baru tidak mungkin membuahkan hasil dengan waktu yang terus berdetak menuju pemungutan suara. Trump memutuskan pembicaraan dengan oposisi hanya untuk melihat saham jatuh dan dengan cepat kembali ke meja perundingan. Namun, dia meninggalkan Demokrat di DPR dengan lebih maksimal dan dia juga menemukan bahwa Senat Republik menemukan kembali akar konservatif fiskal mereka, hanya menginginkan "Skinny Bill."

Jika Demokrat memenangkan Senat, mereka akan menyetujui paket besar, namun jika Partai Republik mempertahankan majelis tersebut, ada prospek hanya untuk dukungan kecil, membuat perbedaan bagi investor. 

Oleh karena itu, kecuali jika ada perubahan yang mengejutkan ke arah Trump, jajak pendapat Senat mungkin menjadi lebih signifikan. 

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Analysis feed

Analisa Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

USD/JPY Melompat Kembali Di Atas 104,50, Kurang Tindak Lanjut

USD/JPY pulih lebih dari 50 pip dari terendah intraday dan meraih puncak baru harian, di sekitar 104,65 selama awal sesi Amerika Utara. USD/JPY terus menunjukkan beberapa ketahanan di level-level yang lebih rendah dan sekali lagi berhasil menarik beberapa aksi beli-saat-turun di depan 104,00.

Berita USD/JPY Lainnya

Emas Melonjak Ke Puncak Dua-Hari, Beringsut Lebih Dekat Ke $1900

Emas menambah kenaikan intraday-nya dan melonjak ke puncak dua hari, di sekitar wilayah $1890 selama awal sesi Amerika Utara. Logam mulia menyaksikan beberapa pergerakan short-covering pada hari perdagangan terakhir minggu ini dan menjauhi terendah satu bulan yang diraih di sesi sebelumnya.

Berita Komoditas Lainnya

Perkiraan USD/JPY: Konsolidasikan Penurunan Mingguan

Pasangan mata uang utama menetap setelah acara hari Kamis, dengan USD/JPY berkonsolidasi di sekitar 104,40. Terhadap mata uang lainnya, greenback menguat secara mingguan, seperti yang dikhawatirkan, karena penyebaran COVID-19 di belahan bumi utara.

Analisa USD/JPY Lainnya

Deteksi level utama dengan Indikator Pertemuan Teknikal

Tingkatkan titik entri dan exit Anda juga dengan sarana ini. Sarana ini mendeteksi kepadatan beberapa indikator teknis seperti moving average, Fibonacci atau Pivot Points dan menyoroti indikator tesebut untuk digunakan sebagai dasar berbagai strategi.

Indikator Pertemuan Teknikal

Ikuti perdagangan pakar kami dengan alat Posisi Perdagangan

Temukan bagaimana posisi perdagangan kontributor khusus FXStreet (Pedagang Ritel, Pialang, dan Bank) saat ini untuk EUR/USD dan aset lainnya. Anda dapat mengklik setiap perdagangan untuk membaca analisis yang menjelaskan keputusan atau menggunakan agregat posisi untuk memahami bagaimana likuiditas didistribusikan di sepanjang skala harga.

Posisi Perdagangan

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA