fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Yen Jepang Ragu Dekat Level Terendah 40 Tahun saat Perang Iran, Harga Minyak Menahan Pembeli

  • USD/JPY diperdagangkan di 162,30 setelah memantul naik dari level terendah di area 162,00.
  • Ketegangan geopolitik dan harga Minyak yang lebih tinggi mengimbangi dampak positif pada Yen dari pullback USD baru-baru ini.
  • Keraguan atas rencana Tokyo untuk memulangkan investasi dana pensiun menambah tekanan pada JPY.

Yen Jepang (JPY) kesulitan di ujung bawah kisaran 162,00-an terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, tidak jauh dari level terendah 40 tahun, di 162,85. Meningkatnya ketegangan geopolitik dan harga Minyak yang lebih tinggi mengimbangi dampak positif dari data inflasi konsumen AS yang lebih lemah yang dirilis pada hari Selasa.

Data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengungkapkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) melambat ke tingkat tahunan 3,5% pada bulan Juni, dari 4,2% pada bulan Mei, melampaui ekspektasi 3,8%. Selain itu, inflasi bulanan terkontraksi sebesar 0,4%, mencatat angka terlemah sejak April 2020, dan praktis mengimbangi pertumbuhan 0,5% pada bulan Mei.

Data IHK AS Meredam Harapan Kenaikan Suku Bunga The Fed dalam Waktu Dekat

Angka-angka ini memberi ruang berharga bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan Juli, dan menunggu wawasan lebih lanjut mengenai dampak ekonomi dari harga energi yang volatil. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS turun, dan Dolar AS mundur lebih jauh saat para investor menyesuaikan kembali ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed untuk tahun ini.

Namun, Yen gagal memanfaatkan pelemahan Dolar AS, karena meningkatnya permusuhan di Timur Tengah menopang harga Minyak, menambah tekanan pada ekonomi Jepang yang mengimpor minyak.

Selain itu, JPY tetap tertekan sejak laporan Reuters sebelumnya pekan ini menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan Jepang tidak memiliki rencana segera untuk menerapkan inisiatif pekan lalu guna mengalihkan kembali investasi dana pensiun, termasuk milik Government Pension Investment Fund (GPIF) yang sangat besar.

Hal ini membuat mata uang Jepang rentan, berada di bawah kendali para carry trader yang memanfaatkan selisih lebar antara suku bunga Bank of Japan (BoJ) dan suku bunga bank-bank sentral utama lainnya di dunia.

Pertanyaan Umum Seputar Bank-Bank Sentral

Bank Sentral memiliki mandat utama yaitu memastikan adanya stabilitas harga di suatu negara atau kawasan. Perekonomian terus-menerus menghadapi inflasi atau deflasi ketika harga barang dan jasa tertentu berfluktuasi. Kenaikan harga yang terus-menerus untuk barang yang sama berarti inflasi, penurunan harga yang terus-menerus untuk barang yang sama berarti deflasi. Tugas bank sentral adalah menjaga permintaan tetap sesuai dengan mengubah suku bunga kebijakannya. Bagi bank sentral terbesar seperti Federal Reserve AS (The Fed), Bank Sentral Eropa (ECB) atau Bank of England (BoE), mandatnya adalah menjaga inflasi mendekati 2%.

Bank sentral memiliki satu alat penting yang dapat digunakan untuk menaikkan atau menurunkan inflasi, yaitu dengan mengubah suku bunga acuannya, yang umumnya dikenal sebagai suku bunga. Pada saat-saat yang telah dikomunikasikan sebelumnya, bank sentral akan mengeluarkan pernyataan dengan suku bunga acuannya dan memberikan alasan tambahan terkait mengapa bank ini mempertahankan atau mengubahnya (memotong atau menaikkan). Bank-bank lokal akan menyesuaikan suku bunga tabungan dan pinjaman mereka, yang pada gilirannya akan mempersulit atau mempermudah orang untuk mendapatkan penghasilan dari tabungan mereka atau bagi perusahaan-perusahaan untuk mengambil pinjaman dan melakukan investasi dalam bisnis mereka. Ketika bank sentral menaikkan suku bunga secara substansial, hal ini disebut pengetatan moneter. Ketika memotong suku bunga acuannya, maka disebut pelonggaran moneter.

Bank sentral sering kali independen secara politik. Anggota dewan kebijakan bank sentral melewati serangkaian panel dan sidang sebelum diangkat ke kursi dewan kebijakan. Setiap anggota di dewan tersebut sering kali memiliki keyakinan tertentu tentang bagaimana bank sentral harus mengendalikan inflasi dan kebijakan moneter berikutnya. Anggota yang menginginkan kebijakan moneter yang sangat longgar, dengan suku bunga rendah dan pinjaman murah, untuk meningkatkan ekonomi secara substansial semantara merasa puas melihat inflasi sedikit di atas 2%, disebut 'dove'. Anggota yang lebih suka melihat suku bunga yang lebih tinggi untuk menghargai tabungan dan ingin menjaga inflasi tetap rendah setiap saat disebut 'hawk' dan tidak akan beristirahat sampai inflasi mencapai atau sedikit di bawah 2%.

Biasanya, ada ketua atau presiden yang memimpin setiap rapat, perlu menciptakan konsensus antara pihak yang mendukung atau menentang kebijakan moneter dan memiliki keputusan akhir ketika keputusan harus diambil berdasarkan suara yang terbagi untuk menghindari hasil seri 50-50 mengenai apakah kebijakan saat ini harus disesuaikan. Ketua akan menyampaikan pidato yang sering kali dapat diikuti secara langsung, di mana sikap dan prospek moneter saat ini dikomunikasikan. Bank sentral akan mencoba untuk mendorong kebijakan moneternya tanpa memicu perubahan tajam pada suku bunga, ekuitas, atau mata uangnya. Semua anggota bank sentral akan mengarahkan sikap mereka ke pasar sebelum acara rapat kebijakan. Beberapa hari sebelum rapat kebijakan berlangsung hingga kebijakan baru dikomunikasikan, anggota dilarang berbicara di depan umum. Hal ini disebut periode blackout.


Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.