fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Yen Jepang Mengurangi Pelemahan Jelang Laporan Inflasi AS

  • USD/JPY diperdagangkan datar karena pelemahan yang dipicu intervensi memudar.
  • Kepala Keamanan Iran mengklaim bahwa AS harus mengakhiri perang dan membebaskan dana Iran yang diblokir.
  • Pada hari Rabu, IHK (CPI) AS akan menjadi data utama pekan ini.

Yen Jepang (JPY) diperdagangkan datar di atas 159,00 pada hari Selasa setelah beberapa hari penguatan Dolar AS (USD) menyusul intervensi yang sempat mengangkat Yen. Pasangan mata uang ini telah memangkas sebagian besar penurunan tajamnya yang dipicu intervensi, menghadapi tekanan dari harga Minyak yang tinggi dan Dolar AS (USD) yang kuat.

Fokus tetap berada di Timur Tengah karena Kepala Keamanan Iran Mohsen Rezai mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus mengakhiri perang dan membebaskan dana Iran yang diblokir, dan bahwa syarat-syarat lain telah disampaikan melalui perantara kepada AS. Ia mengakhiri dengan mengatakan bahwa "setiap kesepakatan Iran-Oman mengenai pelayaran di Selat Hormuz akan terpisah dari isu penutupan selat tersebut."

Syarat-syarat Iran adalah menghentikan semua bahasa ancaman dan penghinaan yang ditujukan terhadap nilai-nilai nasional dan agama Iran, mengakhiri secara permanen serangan dan operasi militer terhadap Iran dan sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak, AS mencabut blokade laut dan menarik pasukan angkatan laut serta udara Amerika dari sekitar Iran.

Mereka juga menginginkan kompensasi finansial penuh atas kerugian yang diderita selama konflik terbaru tanpa pengurangan apa pun, dan terakhir agar sanksi ekonomi dan perdagangan terhadap bangsa Iran dicabut, bersama dengan pembebasan tanpa syarat atas dana dan aset Iran yang dibekukan di luar negeri.

Di sisi lain, pada hari Rabu, Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS akan menjadi katalis utama pekan ini, memberikan pasar wawasan mengenai inflasi AS. Inflasi bulan Juli diperkirakan lebih rendah daripada bulan Juni, yang dapat meredam taruhan kenaikan suku bunga Federal Reserve (Fed).

Analisis teknis jangka pendek:

Pada grafik 4 jam, USD/JPY diperdagangkan di 159,24, mempertahankan bias bullish jangka pendek yang konstruktif karena bertahan di atas Simple Moving Average (SMA) 20 periode di 158,63. Klaster support yang rapat tepat di bawah harga pada 159,14 dan 158,95 memperkuat bias beli yang mendasarinya, sementara Relative Strength Index (RSI) di sekitar 61 mengindikasikan momentum kenaikan yang kuat namun tidak ekstrem.

Di sisi atas, resistance awal sejajar di 159,40, dengan SMA 100 periode di 160,83 bertindak sebagai batas tren yang lebih luas jika para pembeli memperpanjang pergerakan lebih tinggi. Pada sisi negatifnya, support terdekat terlihat di 159,14, diikuti oleh 158,95 dan 158,81, sebelum SMA 20 periode di 158,63, di mana pullback yang lebih dalam akan mulai menantang nada bullish saat ini.

(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.