fxs_header_sponsor_anchor

Berita

Yen Jepang: Kembali menuju 160 terhadap Dolar AS – Commerzbank

Volkmar Baur di Commerzbank mencatat bahwa Yen Jepang kembali melemah di atas 159 per Dolar meskipun ada intervensi baru-baru ini dan sinyal dari Bank of Japan. Ia berpendapat bahwa JPY secara fundamental terlalu lemah, dengan data neraca transaksi berjalan dan kredit yang kuat, tetapi kenaikan saham-saham Jepang dan penyesuaian lindung nilai terkait mungkin akan membuat JPY tetap berada di bawah tekanan hingga Bank of Japan memperjelas rencana kenaikan suku bunganya.

Fundamental Kuat tetapi Tekanan Berlanjut

"Berbicara soal intervensi, yen Jepang kembali naik di atas 159 terhadap dolar AS kemarin, yang menunjukkan bahwa mata uang ini kembali melemah dalam beberapa hari terakhir. Hal ini memang sudah diperkirakan."

"Menyusul pertemuan Bank of Japan, kami sebelumnya telah mencatat bahwa Bank of Japan perlu mengirimkan sinyal yang lebih jelas bahwa mereka mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga lebih cepat daripada yang telah dilakukan sejauh ini."

"Gubernur Ueda memang memberikan sinyal halus selama konferensi persnya. Dan "ringkasan opini" yang dirilis kemarin juga memuat indikasi bahwa bank sentral dapat menaikkan suku bunga lebih cepat. Namun, pasar tampaknya masih menganggap hal ini agak kurang memadai."

"Menurut survei oleh Japan Exchange Group, sekitar 35% saham Jepang kini dipegang oleh investor asing. Karena saham-saham Jepang ini sebagian besar dipegang dalam posisi yang dilindungi nilai mata uang, kenaikan harga saham (Nikkei naik 35% tahun ini) memerlukan penyesuaian yang sesuai pada lindung nilai mata uang, yang cenderung membebani JPY."

"Meskipun ini kemungkinan bukan alasan utama, hal ini juga dapat turut menekan JPY lagi dalam beberapa pekan mendatang hingga Bank of Japan memperjelas rencananya dengan lebih tegas."

"Kami tetap yakin bahwa yen Jepang saat ini diperdagangkan terlalu lemah dan secara fundamental seharusnya sedikit lebih kuat. Hal ini kembali terlihat kemarin dalam data neraca transaksi berjalan dan pertumbuhan kredit yang solid. Pada saat yang sama, hari-hari seperti kemarin menunjukkan bahwa kenaikan harga saham dapat berkontribusi pada pelemahan mata uang."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.


KONTEN TERKAIT

Memuat ...



Hak cipta ©2026 FOREXSTREET S.L., dilindungi undang-undang.