Yen Jepang: Fokus Intervensi dan Pasokan Dolar - BNY
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel AsliGeoff Yu dari BNY menyoroti fokus pasar yang masih berlanjut pada intervensi Yen Jepang, seraya mencatat bahwa otoritas mundur dari tindakan semalam karena Tokyo berupaya mempertahankan status Dana Moneter Internasional (IMF) sebagai mata uang mengambang bebas. Ia menjelaskan seruan Scott Bessent agar Federal Reserve (The Fed) memperluas FIMA Repo Facility untuk memberi Jepang lebih banyak likuiditas Dolar Amerika Serikat (USD) bagi operasi Valas tanpa menjual Treasury, dengan tujuan memperkuat daya tembak intervensi sambil membatasi gangguan pasar.
Otoritas Menimbang Alat Dukungan JPY
"Pasar terus berfokus pada prospek intervensi JPY, dan tampaknya baik otoritas AS maupun Jepang menyingkir dari aksi pasar semalam."
"Tokyo tampaknya bertekad untuk menghindari kehilangan klasifikasi IMF-nya sebagai "rezim nilai tukar mengambang bebas," yang akan membatasi kemampuan negara itu untuk melakukan intervensi pada sesi perdagangan keempat."
"Data kami menunjukkan bahwa hari-hari intervensi telah menghasilkan beberapa sesi volume terbesar sepanjang tahun berjalan."
"Meskipun elemen "kejutan" selama periode pertama intervensi menghasilkan pergerakan harga terkuat pada USD/JPY dan silang JPY, volume yang lebih kuat dapat membantu memperkuat pergerakan harga saat ini."
"Namun tantangannya adalah bahwa risiko peristiwa cenderung positif bagi JPY dan meniadakan upaya intervensi."
"Menteri Keuangan AS Scott Bessent ingin The Fed memperluas FIMA Repo Facility-nya, sehingga memberi Jepang akses yang lebih besar ke dolar dengan jaminan kepemilikan Treasury mereka."
"Tokyo kemudian dapat menjual dolar tersebut untuk membeli yen tanpa melikuidasi obligasi AS."
"Likuiditas dapat mempertajam sinyal, tetapi keberhasilan yang bertahan lama tetap akan membutuhkan fundamental moneter dan fiskal untuk saling mendukung."
“Fasilitas tersebut memungkinkan pemegang rekening memperoleh likuiditas Dolar AS dengan menggunakan kepemilikan Treasury sebagai agunan dalam transaksi repo. Dengan demikian, Jepang dapat mengakses Dolar tanpa harus menjual Treasury yang dimilikinya.”
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.