WTI Datar di Dekat $91 meskipun Gencatan Senjata Rapuh antara Israel dan Lebanon
| |Terjemahan TerverifikasiLihat Artikel Asli- Harga Minyak diperdagangkan tenang di sekitar $91,00 meskipun ketegangan antara Israel dan Lebanon masih berlangsung.
- IRGC menginginkan Israel menarik pasukannya dari wilayah yang diduduki di Lebanon.
- Presiden AS Trump mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran berada di tengah tahap akhir kesepakatan.
West Texas Intermediate (WTI), kontrak berjangka di NYMEX, diperdagangkan datar di sekitar $91,00 selama perdagangan sesi Eropa awal pada hari Jumat. Harga minyak terkonsolidasi meskipun gencatan senjata yang dimediasi AS antara Israel dan Lebanon terbukti rapuh akibat serangan yang terus berlanjut di antara keduanya.
Kepala Hezbollah yang didukung Iran, Naim Qassem, menolak kesepakatan gencatan senjata tersebut sebagai sebuah "tipuan", memperingatkan bahwa utara Israel akan tetap menjadi target para pejuang selama Israel terus membom Lebanon, lapor Al Jazeera.
Pada hari Kamis, Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan bahwa kawasan tersebut tidak akan pernah stabil kecuali "Israel menarik diri dari wilayah yang diduduki di Lebanon".
Konflik yang diperbarui antara Israel dan Lebanon dapat meningkatkan ketidakpastian terkait kesepakatan AS-Iran, sebuah skenario yang akan menjaga krisis pasokan energi tetap ada dan mendorong harga minyak lebih tinggi lagi.
Meski belum ada komentar dari Iran mengenai kemajuan negosiasi dengan Washington menuju kesepakatan damai permanen, Presiden AS Donald Trump tetap yakin bahwa kesepakatan akan segera diselesaikan.
Pada hari Kamis, Presiden AS Trump mengatakan dalam sebuah publikasi di Truth Social bahwa Washington "sedang dalam tahap akhir negosiasi saya untuk mengakhiri perang dengan IRGC", sambil mengkritik semua anggota Demokrat dan empat anggota Partai Republik di DPR yang memilih mendukung resolusi kewenangan perang.
Pertanyaan Umum Seputar Minyak WTI
Minyak WTI adalah jenis minyak mentah yang dijual di pasar internasional. WTI adalah singkatan dari West Texas Intermediate, salah satu dari tiga jenis utama termasuk Brent dan Dubai Crude. WTI juga disebut sebagai "ringan" dan "manis" karena gravitasi dan kandungan sulfurnya yang relatif rendah. Minyak ini dianggap sebagai minyak berkualitas tinggi yang mudah dimurnikan. Minyak ini bersumber dari Amerika Serikat dan didistribusikan melalui hub Cushing, yang dianggap sebagai "Persimpangan Pipa Dunia". Minyak ini menjadi patokan untuk pasar minyak dan harga WTI sering dikutip di media.
Seperti semua aset, penawaran dan permintaan merupakan pendorong utama harga minyak WTI. Dengan demikian, pertumbuhan global dapat menjadi pendorong peningkatan permintaan dan sebaliknya untuk pertumbuhan global yang lemah. Ketidakstabilan politik, perang, dan sanksi dapat mengganggu pasokan dan memengaruhi harga. Keputusan OPEC, sekelompok negara penghasil minyak utama, merupakan pendorong utama harga lainnya. Nilai Dolar AS memengaruhi harga minyak mentah WTI, karena minyak sebagian besar diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga Dolar AS yang lebih lemah dapat membuat minyak lebih terjangkau dan sebaliknya.
Laporan inventaris minyak mingguan yang diterbitkan oleh American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Agency (EIA) memengaruhi harga minyak WTI. Perubahan inventaris mencerminkan fluktuasi pasokan dan permintaan. Jika data menunjukkan penurunan inventaris, ini dapat mengindikasikan peningkatan permintaan, yang mendorong harga minyak naik. Inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang mendorong harga turun. Laporan API diterbitkan setiap hari Selasa dan EIA pada hari berikutnya. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah. Hasilnya biasanya serupa, dengan selisih 1% dari satu sama lain selama 75% waktu. Data EIA dianggap lebih dapat diandalkan, karena merupakan lembaga pemerintah.
OPEC (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak) adalah kelompok yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak yang secara kolektif memutuskan kuota produksi untuk negara-negara anggota pada pertemuan dua kali setahun. Keputusan mereka sering kali memengaruhi harga minyak WTI. Ketika OPEC memutuskan untuk menurunkan kuota, pasokan dapat diperketat, sehingga harga minyak naik. Ketika OPEC meningkatkan produksi, efeknya justru sebaliknya. OPEC+ mengacu pada kelompok yang diperluas yang mencakup sepuluh anggota non-OPEC tambahan, yang paling menonjol adalah Rusia.
Informasi di halaman ini berisi pernyataan berwawasan ke depan yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset ini. Anda harus melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet sama sekali tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, kekeliruan, atau salah saji material. Ini juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Pasar Terbuka melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, serta tekanan emosional. Semua risiko, kerugian, dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian pokok, adalah tanggung jawab Anda. Pandangan dan pendapat yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis dan tidak mencerminkan kebijakan resmi atau posisi FXStreet maupun pengiklannya.